Prakiraan Cuaca Jawa Timur pada 26 Januari 2026
Pada Senin, 26 Januari 2026, sejumlah wilayah di Jawa Timur diprediksi berawan, sementara beberapa daerah lainnya akan diguyur hujan ringan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem yang terjadi di awal tahun 2026, termasuk angin kencang yang diperkirakan akan berlangsung selama 10 hari ke depan.
Beberapa daerah yang akan mengalami hujan ringan pada siang hingga sore hari antara lain:
- Banyuwangi
- Bojonegoro
- Jember
- Jombang
- Kota Batu
- Kota Kediri
- Kota Mojokerto
- Kota Pasuruan
- Kota Probolinggo
- Surabaya
- Lamongan
- Magetan
- Mojokerto
- Nganjuk
- Pasuruan
- Ponorogo
- Probolinggo
- Tulungagung
Sementara itu, beberapa wilayah lainnya hanya akan cerah berawan, seperti:
- Bangkalan
- Blitar
- Bondowoso
- Gresik
- Kediri
- Kota Blitar
- Kota Madiun
- Kota Malang
- Lumajang
- Madiun
- Malang
- Ngawi
- Pacitan
- Pamekasan
- Sampang
- Sidoarjo
- Situbondo
- Sumenep
- Trenggalek
- Tuban
Daerah Rawan Banjir dan Longsor di Jawa Timur
BMKG juga merilis daftar daerah yang rawan banjir dan longsor di Jawa Timur. Masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir serta angin kencang.
Daerah Rawan Banjir
Berdasarkan prakiraan BMKG, terdapat 10 daerah yang rawan banjir, antara lain:
- Kecamatan Kasiman, Bojonegoro
- Kecamatan Wonosari, Madiun
- Kecamatan Bagor, Nganjuk
- Kecamatan Babat, Lamongan
- Kecamatan Benowo, Surabaya
- Kecamatan Jrengik, Sampang
- Kecamatan Rejoso, Nganjuk
- Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi
- Kecamatan Tempeh, Lumajang
- Kecamatan Durenan, Trenggalek
Daerah Rawan Longsor
Selain itu, beberapa daerah yang rawan longsor antara lain:
- Pujon, Kabupaten Malang
- Junrejo, Kota Batu
- Binakal, Kabupaten Bondowoso
- Klabang, Kabupaten Situbondo
- Ledokombo, Kabupaten Jember
- Arjosari, Kabupaten Pacitan
Musim Hujan dan Potensi Cuaca Ekstrem
Saat ini, sebagian besar wilayah Jawa Timur telah memasuki puncak musim hujan. Dalam 10 hari ke depan, diprakirakan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.
Potensi cuaca ekstrem ini disebabkan oleh aktifnya monsun Asia, pola pertemuan angin (konvergensi), serta adanya gangguan gelombang atmosfer MJO (Madden Julian Oscillation) yang melintasi wilayah Jawa Timur. Selain itu, kondisi suhu muka laut perairan Selat Madura masih cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Peringatan Angin Kencang
BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama 10 hari ke depan.
Wilayah dengan topografi curam, bergunung, atau tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang.







