Jogashima, Destinasi Wisata yang Menawarkan Ketenangan di Tengah Kehirupan Jepang
Jika Anda mencari pengalaman liburan yang berbeda dari kebiasaan wisata di Jepang, Jogashima bisa menjadi pilihan yang menarik. Berada di Prefektur Kanagawa, pulau ini menawarkan suasana tenang, lanskap alam liar, serta panorama laut yang kontras dengan destinasi populer seperti Tokyo, Kyoto, atau Osaka.
Meskipun tidak masuk dalam daftar destinasi utama wisatawan, Jogashima memiliki daya tarik yang kuat. Garis pantai berbatu yang dramatis, dua mercusuar dengan karakteristik unik, dan jalur jalan kaki yang mengelilingi tebing laut menjadikan pulau ini cocok bagi pelancong yang ingin merasakan Jepang dengan ritme lebih pelan. Keunikan Jogashima bahkan membuatnya mendapatkan peringkat dua bintang Michelin Green Guide, pencapaian langka untuk sebuah destinasi yang relatif sepi pengunjung.
Lokasinya yang tidak jauh dari Tokyo membuat Jogashima menjadi pilihan ideal untuk day trip singkat tanpa harus menghadapi kepadatan pusat kota. Dengan perjalanan sekitar satu setengah jam, wisatawan sudah bisa menikmati suasana pesisir yang tenang, udara laut yang segar, serta pengalaman berjalan santai yang jauh dari hiruk-pikuk destinasi wisata populer.
Panduan One Day Trip ke Jogashima dari Tokyo
Pagi Menjelang Siang: Menyusuri Pantai Berbatu Jogashima

Setibanya di Jogashima pada pertengahan pagi, pesona alam langsung terasa dari sisi selatan pulau. Jalur yang awalnya landai perlahan berubah menjadi hamparan batuan datar, kolam pasang surut, hingga tebing tajam yang terbentuk akibat gelombang laut kuat selama bertahun-tahun.
Area seperti Nishizaki no Iso dan Yojouhan menampilkan struktur batu berundak yang unik. Jogashima sendiri terbentuk dari lapisan sedimen yang terangkat ke permukaan, sehingga menciptakan tekstur alam yang terlihat seperti pahatan artistik. Saat cuaca cerah, pengunjung dapat menikmati pemandangan laut lepas yang luas, sementara pada hari berombak, suara deburan ombak menjadi daya tarik tersendiri.
Meski begitu, wisatawan disarankan mengenakan sepatu yang nyaman karena permukaan batu bisa licin.
Makan Siang: Menikmati Seafood di Shibukitei
Usai berjalan santai di pesisir, waktu makan siang bisa dihabiskan di Shibukitei, rumah makan sederhana yang terkenal dengan hidangan lautnya. Lokasinya berada dekat halte bus Jogashima, sehingga mudah dijangkau.
Menu andalan di sini adalah olahan tuna, mulai dari tuna bowl hingga tuna goreng dengan tekstur renyah. Porsinya mengenyangkan dan harganya relatif ramah di kantong. Jam operasional Shibukitei mulai pukul 11.00 hingga 15.30 WIB dan tutup pada hari Senin hingga Rabu. Saat akhir pekan, datang lebih awal sangat disarankan agar tidak mengantre terlalu lama.
Setelah Makan Siang: Jogashima Lighthouse dan Umiu Observation Deck

Perjalanan dilanjutkan menuju Jogashima Lighthouse, mercusuar bersejarah yang pertama kali dibangun pada 1870 oleh insinyur asal Prancis, Léonce Verny. Meski bangunan yang berdiri saat ini merupakan rekonstruksi pasca Gempa Kanto 1923, suasana klasiknya masih terasa kuat.
Dari area sekitar mercusuar, pengunjung dapat melihat Pulau Izu Oshima, bahkan Gunung Fuji saat cuaca sangat cerah. Tak jauh dari sana, terdapat Umiu Observation Deck, sebuah dek pandang yang berada di atas tebing tajam. Pada musim dingin, area ini dikenal sebagai lokasi berkumpulnya burung kormoran (umiu). Pemandangan Teluk Sagami dari sini menjadi satu spot favorit bagi pencinta fotografi dan alam.
Menjelang Sore: Umanose Cave dan Awazaki Lighthouse
Satu ikon alam Jogashima adalah Umanose Cave, sebuah lengkungan batu alami yang terbentuk akibat erosi air laut. Jalur menuju lokasi cukup menantang, sehingga kehati-hatian sangat diperlukan. Banyak pengunjung menyempatkan diri berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan ombak yang menerobos celah batu.
Perjalanan ditutup di Awazaki Lighthouse, mercusuar modern di ujung timur Jogashima. Berbeda dengan mercusuar lama, bangunan ini memiliki sentuhan warna hijau yang terinspirasi dari lobak Miura daikon, komoditas khas setempat. Dari sini, pemandangan mengarah ke Semenanjung Boso, menjadikannya tempat ideal untuk bersantai sebelum kembali ke Tokyo.

Cara Menuju Jogashima dari Tokyo
Rute paling populer adalah menggunakan kereta dan bus. Dari Stasiun Shinagawa, naik Keikyu Line menuju Misakiguchi Station dengan waktu tempuh sekitar 70–80 menit. Dari sana, lanjutkan perjalanan dengan bus Keikyu menuju Jogashima selama sekitar 30 menit.
Bagi yang membawa mobil, Jogashima bisa diakses melalui Semenanjung Miura dan menyeberangi Jogashima Bridge. Area parkir tersedia, namun sering penuh saat akhir pekan.
Estimasi Budget 1-Day Trip ke Jogashima dari Tokyo
- Tiket kereta pulang-pergi: ¥2.000–¥2.400 (Rp 216.000-Rp 259.000)
- Bus pulang-pergi: ¥900–¥1.000 (Rp 97.000-Rp 108.000)
- Makan siang (seafood lokal): ¥1.500–¥2.000 (Rp 162.000-Rp 216.000)
- Minuman/snack: ¥500–¥800 (Rp 54.000-Rp 86.000)
- Total: ¥4.900–¥6.200 (Rp 528.000-Rp 668.000)
Catatan: Estimasi budget dapat berubah tergantung waktu kunjungan dan pilihan transportasi.







