PSIM Yogyakarta memiliki kesempatan emas untuk mengamankan tiga poin penuh dalam laga pembuka putaran kedua Super League 2025/2026. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, dan menjadi momen penting bagi Laskar Mataram untuk menunjukkan komitmen mereka dalam menghadapi paruh kedua musim.
Pelatih PSIM Jogja, Jean Paul van Gastel, telah melakukan analisis mendalam terhadap Persebaya Surabaya sebelum pertandingan. Ia menyaksikan pertandingan terakhir Green Force saat melawan Malut United dan mengamati perubahan pendekatan permainan yang cukup signifikan dibandingkan sebelumnya. Hal ini menjadi bahan strategi untuk menghadapi lawan yang kini berada di papan atas klasemen.
Meski sudah memahami kelemahan lawan, Van Gastel menegaskan bahwa fokus utama tetap pada permainan tim sendiri. Ia percaya bahwa menjaga stabilitas permainan adalah kunci keberhasilan dalam laga ini.
Putaran kedua Super League 2025/2026 telah dimulai dengan persaingan yang semakin ketat. Bagi PSIM Jogja, pertandingan melawan Persebaya Surabaya bukan hanya tentang meraih tiga poin, tetapi juga membuktikan kesiapan mereka memasuki paruh kedua musim. Bermain di kandang sendiri menjadi modal penting untuk mencapai hasil maksimal.
Dalam masa persiapan, Van Gastel memberikan perhatian khusus pada peningkatan kondisi fisik pemain. Jadwal padat di putaran kedua membuat aspek kebugaran menjadi faktor krusial. Latihan fisik dilakukan agar para pemain siap bersaing secara fisik hingga akhir musim.
Selain itu, PSIM juga menghadapi tantangan dari cedera yang menimpa beberapa pemain. Tim medis bekerja ekstra keras untuk memastikan kesiapan skuad. Upaya ini dilakukan agar kedalaman tim tetap terjaga meskipun ada pemain yang absen.
Dari sisi lawan, Persebaya Surabaya kini berada di bawah arahan pelatih Bernardo Tavares. Kehadiran pelatih berpengalaman tersebut membawa ekspektasi tinggi bagi tim Kota Pahlawan. Van Gastel mengakui penghargaannya terhadap rekam jejak Tavares di sepak bola Indonesia. Ia menilai sang pelatih sudah membuktikan kapasitasnya di level tertinggi, seperti saat membawa PSM Makassar meraih gelar juara musim 2022.
Kini, tantangan baru bersama Persebaya Surabaya membuat tekanan besar kembali berada di pundak Tavares. Van Gastel mengatakan bahwa klub berharap bisa menantang tim lain dalam perebutan gelar. Situasi ini membuat laga melawan PSIM semakin menarik untuk disimak.
Bagi PSIM Jogja, dukungan publik Stadion Sultan Agung diharapkan menjadi pembeda dalam pertandingan ini. Atmosfer kandang selama ini dikenal mampu mengangkat performa pemain. Van Gastel ingin anak asuhnya tampil berani, disiplin, dan efisien memanfaatkan peluang. Ia menilai kemenangan di laga pembuka putaran kedua sangat penting untuk menjaga momentum.
Target tiga poin pun menjadi harga mati bagi PSIM Jogja. Dengan persiapan matang dan analisis lawan yang mendalam, Van Gastel berharap rencananya berbuah manis di Bantul.







