Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Prakiraan Cuaca Malang-Batu Jatim, Minggu 8 Maret 2026: Kota Hujan Ringan, Kabupaten Berawan

    14 Maret 2026

    BERITA TERKINI Serie A: VAR Bikin Emil Audero dkk Kehilangan Peluang, Cremonese Gagal Menyusul

    14 Maret 2026

    Bolehkah Minum Air Es Saat Buka Puasa? Ini Fakta Medisnya

    14 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 14 Maret 2026
    Trending
    • Prakiraan Cuaca Malang-Batu Jatim, Minggu 8 Maret 2026: Kota Hujan Ringan, Kabupaten Berawan
    • BERITA TERKINI Serie A: VAR Bikin Emil Audero dkk Kehilangan Peluang, Cremonese Gagal Menyusul
    • Bolehkah Minum Air Es Saat Buka Puasa? Ini Fakta Medisnya
    • Itinerary Ngabuburit di Dusun Semilir, Bujet Rp 150 Ribu Saja
    • Berita Arema FC Terkini: Kekalahan Dramatis di Kanjuruhan dan Debut Pahit Pandeynuwu
    • Taj Yasin Jelajah SPBU Cek Ketersediaan BBM Jelang Lebaran
    • Berkah Ramadan: Peci Tuban Ludes Pesanan hingga Luar Daerah
    • Sopir Truk ODOL Tewaskan Pengendara di Tol Cipularang Jadi Tersangka, Pemilik Kendaraan Terancam?
    • 5 Tips Pilih Toko Online untuk Belanja Aman dan Menyenangkan
    • Pertandingan Panjang 103 Menit, PSM Berhasil Imbangi Malut United 3-3
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Politik»Wabup Kritik Keterlambatan Penanganan Dua Bulan Pasca Banjir

    Wabup Kritik Keterlambatan Penanganan Dua Bulan Pasca Banjir

    adm_imradm_imr1 Februari 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kondisi Pascabanjir yang Masih Memprihatinkan

    Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, mengungkapkan kekhawatiran terhadap lambannya penanganan pascabanjir bandang yang melanda wilayahnya. Hingga dua bulan setelah bencana, sejumlah masalah krusial dinilai belum tertangani secara maksimal. Ia menyebutkan bahwa tumpukan kayu dan material sisa banjir di Kecamatan Sawang hingga kini masih belum diangkut. Selain itu, pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak juga belum menunjukkan perkembangan signifikan.

    Pernyataan tersebut disampaikan Tarmizi saat ditemui di Kantor Bupati Aceh Utara, Sabtu (24/1/2026). Ia menyebut kondisi di sejumlah lokasi terdampak masih memprihatinkan karena penanganan sejauh ini hanya fokus pada pembersihan lumpur.

    “Tumpukan kayu masih belum tersentuh. Di Sawang keadaannya masih sama seperti hari pertama banjir. Bahkan di sekitar rumah saya juga masih dipenuhi kayu,” ujar Tarmizi.

    Selain persoalan material sisa banjir, Tarmizi juga mengaku khawatir terhadap penyelesaian pembangunan huntara. Menurutnya, sisa waktu menuju bulan Ramadan relatif terbatas untuk menyelesaikan seluruh unit hunian yang dibutuhkan warga.

    “Secara realistis, tidak semua huntara bisa difungsikan sebelum Ramadan. Namun kami terus berkoordinasi dengan BNPB agar prosesnya dapat dipercepat,” katanya. Meski demikian, ia menyebut pihak BNPB tetap optimistis sebagian huntara dapat selesai dan digunakan tepat waktu.

    Pemerintah daerah, lanjut Tarmizi, juga telah merampungkan pendataan korban, baik korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur, dan menyerahkan seluruh data tersebut kepada BNPB sebagai dasar penanganan lanjutan.

    Tarmizi berharap seluruh bantuan bagi warga terdampak banjir dapat disalurkan sebelum Ramadan, sehingga masyarakat dapat segera kembali menjalani aktivitas normal. Diketahui, banjir bandang yang melanda Aceh Utara pada 26 November 2025 tercatat menewaskan 246 orang, sementara lima orang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.

    Warga Masih Bertahan di Pengungsian

    RIBUAN warga di Kecamatan Langkahan dan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, hingga kini masih bertahan di lokasi pengungsian. Mereka belum dapat kembali ke rumah karena tidak mampu membersihkan endapan lumpur tebal yang masih memenuhi permukiman.

    Akibat kondisi tersebut, sebagian warga terpaksa bolak-balik dari tempat pengungsian ke rumah untuk melakukan pembersihan secara bertahap. Namun rumah-rumah tersebut belum layak huni sehingga warga kembali mengungsi. Padahal, banjir bandang besar yang melanda Aceh Utara telah terjadi hampir dua bulan lalu, tepatnya pada 26 November 2025.

    Berdasarkan informasi yang diperoleh Serambi, di Dusun Tanah Merah, Gampong Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, kondisi permukiman hingga kini masih dipenuhi lumpur setinggi sekitar satu meter. Endapan lumpur tersebut merupakan sisa banjir bandang yang belum sepenuhnya dapat dibersihkan secara mandiri oleh warga.

    Sejumlah keluarga memilih tetap mengungsi karena kondisi rumah belum memungkinkan untuk ditempati. Sementara itu, sebagian warga lainnya hanya kembali ke rumah untuk membersihkan lumpur, lalu kembali lagi ke pengungsian karena rumah masih lembap dan berlumpur.

    “Sudah hampir dua bulan banjir, sebagian warga masih tinggal di pengungsian. Baru dalam sepekan ini kami bisa membersihkan lumpur di dalam rumah,” ujar Ismail, warga Kecamatan Langkahan, kepada Infomalangraya.com, Minggu (25/1/2026).

    Ia mengatakan, proses pembersihan belum tuntas karena lumpur yang mengendap masih sangat tebal dan sudah mulai mengeras, sehingga membutuhkan waktu lama untuk dibersihkan.

    Menurut Ismail, keterbatasan tenaga, peralatan, serta kondisi fisik warga membuat pembersihan berjalan sangat lambat. Padahal, warga berharap dapat kembali menempati rumah sebelum memasuki bulan suci Ramadan. “Sebenarnya kami juga ingin pulang ke rumah, tapi kalau rumah masih penuh lumpur, kami juga tidak bisa masuk, jadi terpaksa bertahan dulu di tempat pengungsian,” ujarnya.

    Sementara itu, Abdullah, warga Dusun Bidari, Gampong Lubok Pusaka, mengatakan kondisi pascabanjir masih jauh dari normal. Selain banyak rumah rusak, warga juga masih mengalami keterbatasan akses listrik dan air bersih.

    Ia menyebutkan, jumlah rumah yang hilang mencapai sekitar 300 unit, sementara rumah dengan kategori rusak berat juga cukup banyak. Pemerintah pusat, katanya, telah menyiapkan bantuan hunian sementara bagi para korban banjir.

    “Alhamdulillah sudah ditangani pemerintah pusat. Kita berharap hunian sementara segera bisa ditempati sebelum Ramadan,” katanya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Pertandingan Panjang 103 Menit, PSM Berhasil Imbangi Malut United 3-3

    By adm_imr13 Maret 20261 Views

    Kabar Terbaru: Serangan Dahsyat Iran vs Amerika-Israel di Dubai dan Kilang Minyak Haifa

    By adm_imr13 Maret 202623 Views

    Pembaruan Perang Iran vs Amerika: Pantau Live CCTV dan Streaming, Trump Ancam Kekerasan

    By adm_imr13 Maret 2026135 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Prakiraan Cuaca Malang-Batu Jatim, Minggu 8 Maret 2026: Kota Hujan Ringan, Kabupaten Berawan

    14 Maret 2026

    BERITA TERKINI Serie A: VAR Bikin Emil Audero dkk Kehilangan Peluang, Cremonese Gagal Menyusul

    14 Maret 2026

    Bolehkah Minum Air Es Saat Buka Puasa? Ini Fakta Medisnya

    14 Maret 2026

    Itinerary Ngabuburit di Dusun Semilir, Bujet Rp 150 Ribu Saja

    14 Maret 2026
    Berita Populer

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    Kabupaten Malang 28 Februari 2026

    Malang – Aparat dari Polres Malang mengungkap dugaan tindak pidana membuat dan menguasai bahan peledak…

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    6 Februari 2026

    Jadwal MotoGP Thailand 2026 Live Trans7, Bagnaia Tunjukkan Tanda Bertahan

    1 Maret 2026

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?