Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*
    Kecerdasan Buatan di Ruang Kelas: Kawan Belajar Baru atau Ancaman Integritas Akademik?

    Kecerdasan Buatan di Ruang Kelas: Kawan Belajar Baru atau Ancaman Integritas Akademik?

    24 September 2026
    Berapa Biaya Sebenarnya Memelihara Mobil Listrik Dibandingkan Mobil Bensin di Indonesia?

    Berapa Biaya Sebenarnya Memelihara Mobil Listrik Dibandingkan Mobil Bensin di Indonesia?

    24 September 2026
    Strategi Menjaga Kesehatan Mental dan Privasi di Tengah Riuhnya Jagat Maya

    Strategi Menjaga Kesehatan Mental dan Privasi di Tengah Riuhnya Jagat Maya

    24 September 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 25 September 2026
    Trending
    • Kecerdasan Buatan di Ruang Kelas: Kawan Belajar Baru atau Ancaman Integritas Akademik?
    • Berapa Biaya Sebenarnya Memelihara Mobil Listrik Dibandingkan Mobil Bensin di Indonesia?
    • Strategi Menjaga Kesehatan Mental dan Privasi di Tengah Riuhnya Jagat Maya
    • Kombinasi Makanan Sarapan Penjaga Energi Stabil Sepanjang Hari
    • Menikmati Kesegaran Pagi Melalui Olahraga Ringan yang Mengubah Kualitas Hidup dan Produktivitas Kerja
    • Seni Menjaga Stamina dan Rotasi Pemain di Tengah Gempuran Jadwal Padat Eropa
    • Strategi Mengelola Keuangan Bagi Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Dan Berkembang
    • Menakar Nilai Investasi Hobi: Strategi Memilih Koleksi Bernilai Tinggi dan Menghindari Devaluasi
    • Menjaga Keseimbangan Layar dan Lapangan Demi Tumbuh Kembang Anak yang Optimal
    • Menjaga Kesegaran Pandangan Mata di Tengah Padatnya Aktivitas Menatap Layar Digital
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Undang-Undang»Wamenkum: UU KUHAP Baru Dilahirkan untuk Perlindungan HAM

    Wamenkum: UU KUHAP Baru Dilahirkan untuk Perlindungan HAM

    adm_imradm_imr4 Februari 20264 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



    Hukum acara pidana dirancang oleh pemerintah dengan tujuan utama untuk melindungi Hak Asasi Manusia (HAM) setiap individu dari tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh aparat penegak hukum. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Menteri Hukum dan HAM, Edward Omar Sharif Hiariej, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Kick Off dan Webinar Sosialisasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

    Menurut Wamenkum, keberhasilan sistem peradilan pidana tidak diukur dari jumlah kasus kejahatan yang terungkap, tetapi lebih pada kemampuan sistem tersebut untuk mencegah terjadinya kejahatan. Ia menekankan bahwa pemahaman yang salah sering muncul, yaitu menganggap hukum acara pidana hanya bertujuan untuk memproses pelaku kejahatan. Padahal, filosofi inti dari hukum acara pidana adalah melindungi HAM.

    “Jadi, jika saudara-saudara menjawab bahwa hukum acara pidana dibuat untuk memproses pelaku kejahatan, itu salah. Fungsi utamanya adalah melindungi HAM. Itu adalah filosofi dari hukum acara pidana,” ujar Wamenkum saat berbicara di Graha Pengayoman, Jakarta, pada hari Kamis (29/1/2026).

    Wamenkum juga menjelaskan bahwa KUHAP penuh dengan antinomi, yaitu dua kondisi yang saling bertentangan tetapi tidak boleh saling meniadakan. Hal ini membuat hukum menjadi istimewa karena memiliki konflik yang seimbang. Menurutnya, KUHAP didasarkan pada doktrin ius puniendi, yaitu hak negara untuk memproses, menuntut, menghukum, dan melaksanakan pidana.

    “KUHAP penuh antinomi. Antinominya, dimanapun di dunia ini hukum acara pidana berdasarkan doktrin ius puniendi, yaitu hak negara untuk memproses, menuntut, menghukum dan melaksanakan pidana,” jelas Wamenkum.

    Dari sudut pandang aparat penegak hukum, KUHAP memiliki sifat antinomi. Di satu sisi, hukum harus melindungi HAM, namun di sisi lain, aparat penegak hukum memiliki kewenangan tertentu. Oleh karena itu, Wamenkum menekankan pentingnya pengaturan kewenangan penyidik dan penuntut umum secara eksplisit, detail, dan jelas.

    “Bukan dalam rangka memperbesar, memperluas, dan memperkuat aparat penegak hukum, tetapi saya ingin menyampaikan bahwa aparat penegak hukum haram hukumnya bertindak di luar apa yang tertulis. Sebab, karakteristik hukum acara pidana itu yang pertama adalah sifat keresmian,” kata Wamenkum.

    Sifat keresmian ini berarti hukum acara pidana harus ditulis secara jelas dan ketat. Artinya, tidak boleh ada interpretasi di luar apa yang tertulis. Wamenkum menekankan bahwa hukum acara pidana tidak boleh ditafsirkan sehingga merugikan terduga, terlapor, tersangka, terdakwa, terpidana, narapidana, karena filosofisnya adalah melindungi individu dari kesewenang-wenangan negara.

    Di sisi lain, Wamenkum menyatakan bahwa KUHAP baru mengarah kepada due process of law, yaitu sistem hukum beracara yang diakui secara universal di seluruh dunia. Dalam due process of law, terdapat dua hal utama, yaitu menjamin bahwa hukum acara harus memuat ketentuan yang memberikan perlindungan terhadap HAM dan memastikan aparat penegak hukum menaati aturan yang melindungi HAM dalam hukum acara. Hal ini tercermin dalam KUHAP yang baru.

    Selain itu, KUHAP juga memberikan perlindungan terhadap berbagai hak spesifik, seperti hak tersangka, hak saksi, hak korban, hak perempuan, hak anak, hak penyandang disabilitas, hak kelompok rentan, dan hak lansia. Semua hak ini harus dijamin dalam proses hukum.

    Di dalam KUHAP, disebutkan bahwa penyidik wajib memberikan assessment terhadap seseorang yang sedang diperiksa, dan pemeriksaan harus dilakukan dengan didampingi. Ada pasal dalam KUHAP yang menyatakan bahwa dalam melakukan penuntutan, penuntut umum tidak boleh melakukan tindakan penyiksaan, melanggar harkat dan martabat manusia, serta tindakan tidak profesional.

    “Apabila terjadi seperti itu, maka penyidik atau penuntut umum tersebut akan dipidana dan diberikan sanksi etik,” kata Wamenkum.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Eksepsi Paulus Dinilai Tidak Sesuai KUHAP, JPU Beri Tanggapan Pekan Depan

    By adm_imr25 Agustus 20261 Views

    Praperadilan Roy Suryo Terus Berulang, Rismon Uji KUHAP ke MK

    By adm_imr25 Agustus 20260 Views

    Pemantauan tata kelola pemda, Kemenkum Jabar selaraskan rancangan peraturan Bupati Cirebon

    By adm_imr25 Agustus 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru
    Kecerdasan Buatan di Ruang Kelas: Kawan Belajar Baru atau Ancaman Integritas Akademik?

    Kecerdasan Buatan di Ruang Kelas: Kawan Belajar Baru atau Ancaman Integritas Akademik?

    24 September 2026
    Berapa Biaya Sebenarnya Memelihara Mobil Listrik Dibandingkan Mobil Bensin di Indonesia?

    Berapa Biaya Sebenarnya Memelihara Mobil Listrik Dibandingkan Mobil Bensin di Indonesia?

    24 September 2026
    Strategi Menjaga Kesehatan Mental dan Privasi di Tengah Riuhnya Jagat Maya

    Strategi Menjaga Kesehatan Mental dan Privasi di Tengah Riuhnya Jagat Maya

    24 September 2026
    Kombinasi Makanan Sarapan Penjaga Energi Stabil Sepanjang Hari

    Kombinasi Makanan Sarapan Penjaga Energi Stabil Sepanjang Hari

    24 September 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?