Apakah Ibu Hamil Boleh Makan Tahu Gejrot?
Ngidam jajanan pedas, asam, dan segar seperti tahu gejrot memang sering dialami oleh ibu hamil. Perpaduan antara tahu goreng, cabai, cuka, dan kuah manis membuat camilan khas Cirebon ini sangat menarik untuk dicoba. Namun, di balik rasanya yang menggugah selera, ibu hamil perlu lebih berhati-hati dalam memilih makanan, terutama jajanan kaki lima yang proses pengolahannya tidak selalu terlihat jelas.
Lalu, apakah ibu hamil boleh mengonsumsi tahu gejrot? Menurut dr. Buha, Sp.OG, camilan ini tetap bisa dikonsumsi, asalkan memperhatikan beberapa hal penting terkait kebersihan, tingkat kepedasan, serta komposisi bumbunya. Berikut penjelasan dan tipsnya agar tetap aman selama masa kehamilan.
Tips Ibu Hamil Boleh Makan Tahu Gejrot yang Aman
1. Pastikan kebersihan bahan dan alatnya
Tahu gejrot menggunakan tahu goreng dengan sambal dari cabai mentah yang diulek dan dicampur cuka. Biasanya pedagang hanya menggunakan satu cobek untuk membuat sambalnya. Oleh karena itu, kebersihan alat penggiling menjadi hal penting. Jika alat tidak higienis, risiko kontaminasi bakteri bisa meningkat.
“Yang jadi perhatian adalah kebersihan dari alat yang digunakan untuk menggiling cabai mentah. Kalau tidak bersih bisa berisiko terkontaminasi seperti E. coli, salmonella, listeria, dan sebagainya,” jelas dr. Buha, Sp.OG.
Bakteri tersebut bisa memicu gangguan pencernaan hingga infeksi yang berbahaya bagi ibu hamil dan janin. Karena itu, sebaiknya pilih penjual yang terlihat bersih atau buat sendiri di rumah agar lebih terkontrol.

2. Kurangi tingkat kepedasan

Cabai rawit yang digunakan pada tahu gejrot punya rasa pedas yang cukup kuat. Pada ibu hamil, makanan terlalu pedas bisa memicu keluhan lambung.
“Cabai rawit itu pedasnya berlebih juga bisa mengakibatkan tidak nyaman. Bisa merangsang lambung, asam lambung meningkat, nyeri ulu hati, diare bahkan dehidrasi,” kata dr. Buha.
Agar lebih aman, bumil disarankan meminta level pedas dikurangi. Dengan begitu, tetap bisa menikmati rasanya tanpa menimbulkan gangguan pencernaan.
3. Batasi cuka dan gula untuk ibu hamil

Kuah tahu gejrot identik dengan rasa asam dari cuka dan manis dari gula. Kombinasi ini perlu dibatasi saat hamil.
“Cuka yang digunakan itu juga asam, kemudian gula-gula yang berlebihan bisa berisiko meningkatkan diabetes,” ujar dr. Buha.
Konsumsi gula berlebih bisa meningkatkan risiko diabetes gestasional, sedangkan asam berlebih bisa memperparah keluhan lambung. Jadi, boleh makan tahu gejrot, asalkan porsinya wajar dan komposisinya tidak berlebihan.
Kesimpulan
Itu tadi penjelasan mengenai apakah ibu hamil boleh makan tahu gejrot. Semoga membantu Mama yang galau mengidam makanan yang satu ini. Selalu perhatikan kebersihan, tingkat kepedasan, dan komposisi bumbu agar tetap aman selama masa kehamilan.







