Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Pandji Pragiwaksono Diperiksa, Ini Alasan Pilih Judul Mens Rea

    9 Februari 2026

    Penilaian Terbaru Moody’s dan S&P Soroti Kebijakan RI dan Defisit APBN

    9 Februari 2026

    Banyak Peserta BPJS Kesehatan PBI JK Dinonaktifkan, Ini Penjelasan Pemkot Depok Jawa Barat

    9 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 9 Februari 2026
    Trending
    • Pandji Pragiwaksono Diperiksa, Ini Alasan Pilih Judul Mens Rea
    • Penilaian Terbaru Moody’s dan S&P Soroti Kebijakan RI dan Defisit APBN
    • Banyak Peserta BPJS Kesehatan PBI JK Dinonaktifkan, Ini Penjelasan Pemkot Depok Jawa Barat
    • Menteri Keuangan Purbaya Potong Anggaran MBG untuk Hemat Rp 135 Triliun, Dialihkan ke Kebutuhan Mendesak
    • Ramalan Shio Besok Senin 9 Februari 2026: Energi, Karier, Keuangan, dan Nasib
    • Profil Ratu Rizky Nabila, Istri Kedua Pesulap Merah yang Menikah Hanya 2 Hari
    • Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 8 Februari 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
    • 6 Pihak yang Polisikan Mens Rea, Pandji Pragiwaksono Tertarik: Ada dari NU Hingga FPI
    • KPK Tetapkan Ketua PN Depok dan Dirut PT Karabha Digdaya sebagai Tersangka
    • Kongkaligong Pejabat Bea Cukai dan Swasta Loloskan Barang KW Tanpa Pemeriksaan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Hukum»Akting Syauqi, Anak yang Bunuh Ibu dan Dua Saudaranya dengan Racun Tikus, Menangis di Pemakaman hingga Dipapah

    Akting Syauqi, Anak yang Bunuh Ibu dan Dua Saudaranya dengan Racun Tikus, Menangis di Pemakaman hingga Dipapah

    adm_imradm_imr9 Februari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kekerasan dalam Keluarga yang Berujung pada Pembunuhan

    Pembunuhan di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara mengungkap sisi gelap hubungan keluarga yang berakhir memilukan. Sosok Abdullah Syauqi Jamaludin kini menjadi sorotan setelah terbukti tega menghabisi nyawa ibu kandung beserta kedua saudaranya dengan racun tikus.

    Pelaku Menggunakan Racun Tikus untuk Membunuh Keluarganya

    Pelaku memanfaatkan kondisi korban yang sedang tidak sadar, lalu menyuapkan racun tikus yang sudah dicampur ke dalam rebusan teh ke mulut para korban. Setelah membunuh ibu dan saudara-saudaranya, Abdullah Syauqi Jamaludin masih sempat berakting. Ya, saat di pemakaman, Syauqi rupanya berakting dramatis menangis seolah tak menyangka anggota keluarganya meninggal dalam kondisi mengenaskan.

    Dari tayangan KompasTV, ia yang mengenakan baju kokoh berwarna hijau tampak menangis terseduh-seduh sampai harus dipapah oleh kerabatnya. “Udah, udah, udah,” ujar Syauqi berakting menangis saat menaburi bunga. “Udah nanti gak kuat,” kata keluarganya. Rupanya di tangisan palsunya itu Syauqi menutupi aksi pembunuhan berencana yang ia lakukan pada (2/1/2026) lalu.

    Setelah satu bulan penyelidikan, polisi menetapkan Syauqi sebagai tersangka pembunuhan berencana dengan cara meracuni anggota keluarganya menggunakan racun tikus, pada 4 Februari 2026.

    Persiapan Racuni Usai Tahun Baru

    Rekaman cctv menunjukkan detik-detik Abdullah Syauqi Jamaludin sebelum melancarkan aksi pembunuhan berencana terhadap ibu dan dua saudaranya di rumah kontrakan Jalan Warakas 8, RT 06 RW 10 Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

    Sebelum membunuh satu keluarga, dalam rekaman CCTV tersebut, Syauqi terlihat mengendarai sepeda motor sambil mengenakan jas hujan dan membawa sebuah panci pada Rabu (31/12/2025) pagi. Polisi menyebut panci tersebut kemudian digunakan pelaku untuk meracik racun yang menewaskan para korban.

    Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar mengatakan, aktivitas tersangka terekam jelas melalui sejumlah CCTV di sekitar lokasi kejadian. “Rangkaian aktivitas pelaku terekam, mulai dari keluar rumah membawa panci hingga kembali pulang dan menyiapkan racun untuk para korban,” kata Onkoseno dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (6/2/2026), dikutip Tribunjakarta.com.

    Setelah keluar rumah pada pagi hari itu, tersangka sempat membeli racun tikus dan kapur barus. Ia kemudian pergi bermain sekaligus merayakan malam pergantian tahun baru bersama rekan-rekannya. Bahkan, tersangka sempat menginap di tempat kerjanya di kawasan Tanjung Priok setelah minum minuman keras bersama teman-temannya.

    Keesokan harinya, Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 10.21 WIB, Syauqi kembali ke rumah diantar oleh seorang rekannya sambil membawa sisa kembang api. Berdasarkan hasil penyidikan, setelah tiba di rumah itulah tersangka mulai menjalankan rencananya meracik racun yang kemudian dimasukkan ke dalam panci untuk dijadikan minuman teh.

    Pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB, saat ibu dan saudara-saudaranya tertidur, tersangka merebus teh di dalam panci sambil menggunakan beberapa lapis masker. Ia juga memasukkan kapur barus hingga ruangan dipenuhi asap sebelum keluar rumah dan menutup pintu.

    Selanjutnya pada dini hari Jumat (2/1/2026), tersangka memastikan para korban dalam kondisi lemas. Ia kemudian menyuapi satu per satu minuman teh yang telah dicampur racun tikus hingga menyebabkan tiga korban meninggal dunia.

    Motif Pelaku

    Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar mengatakan, dari hasil penyidikan, tersangka diketahui memiliki motif dendam terhadap keluarga. AS mengaku dendam dan merasa diperlakkan berbeda dari saudaranya. “Motif dari pelaku adalah dendam kepada keluarganya karena merasa diperlakukan berbeda dan sering dimarahi oleh ibunya,” kata Onkoseno dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (6/2/2026), dikutip Tribunjakarta.com.

    Sementara anak kedua berinisial MK (24) menjadi pihak yang pertama kali menemukan ketiga jenazah di dalam rumah kontrakan tersebut. Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz menjelaskan, saat kejadian di dalam rumah juga ditemukan satu anggota keluarga lainnya dalam kondisi lemas di kamar mandi.

    Seluruh korban diketahui merupakan satu keluarga yang tinggal bersama sang ibu, sementara ayah mereka telah meninggal dunia sebelumnya. “Di lokasi terdapat satu ibu dengan empat orang anak yang tinggal dalam satu rumah kontrakan. Salah satu ditemukan dalam kondisi lemas di kamar mandi,” kata Erick.

    Setelah menerima laporan, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, mencari saksi di lingkungan sekitar, serta mengumpulkan rekaman CCTV. Tim Inafis dan Laboratorium Forensik Polri juga dilibatkan untuk mengungkap penyebab kematian korban.

    Selain autopsi terhadap korban, penyidik turut melakukan pemeriksaan kesehatan jiwa terhadap tersangka, serta melibatkan dokter forensik, psikolog, dan psikiater untuk memperkuat proses penyidikan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Kongkaligong Pejabat Bea Cukai dan Swasta Loloskan Barang KW Tanpa Pemeriksaan

    By adm_imr9 Februari 20260 Views

    Anak Ketiga Bunuh Keluarga di Jakarta, Beri Racun Tikus dan Pura-Pura Menangis

    By adm_imr9 Februari 20261 Views

    Terekam CCTV: Anak Bawa Panci, Racuni Keluarga

    By adm_imr9 Februari 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Pandji Pragiwaksono Diperiksa, Ini Alasan Pilih Judul Mens Rea

    9 Februari 2026

    Penilaian Terbaru Moody’s dan S&P Soroti Kebijakan RI dan Defisit APBN

    9 Februari 2026

    Banyak Peserta BPJS Kesehatan PBI JK Dinonaktifkan, Ini Penjelasan Pemkot Depok Jawa Barat

    9 Februari 2026

    Menteri Keuangan Purbaya Potong Anggaran MBG untuk Hemat Rp 135 Triliun, Dialihkan ke Kebutuhan Mendesak

    9 Februari 2026
    Berita Populer

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    Kabupaten Malang 6 Februari 2026

    Kabupaten Malang– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten…

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026

    Kabar Transfer: AC Milan Beralih dari Vlahovic ke Striker Nomor 9

    9 Februari 2026

    Dengan tren positif, PSMS Medan incar poin di kandang Garudayaksa FC

    1 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?