Penutupan Mendadak Diler Motor Listrik “E” Mengundang Tanda Tanya
Sebuah diler motor listrik berinisial “E”, yang terlibat dalam pengadaan kendaraan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG), tiba-tiba menutup aksesnya secara mendadak. Kondisi ini muncul setelah Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi MBG.
Kehadiran diler tersebut sebelumnya sangat aktif, dengan ratusan motor berlogo Garuda keluar-masuk lokasi. Namun, kini pintu-pintu diler tampak dikunci rapat dan tidak ada tanda-tanda aktivitas di dalamnya. Pemandangan ini memicu dugaan bahwa penutupan diler mungkin terkait langsung dengan kasus korupsi yang sedang diteliti oleh pihak berwajib.
Aktivitas Janggal di Sekitar Diler
Pada hari Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 13.46 WIB, diler motor listrik “E” terlihat seperti bangunan kosong. Pintu gerbang masuk yang biasanya terbuka kini dikunci menggunakan gembok besar dan lilitan rantai. Gerbang utama juga tertutup rapat tanpa celah. Meski begitu, dari sela-sela pagar terlihat bayangan seseorang bergerak di dalam area diler.
Sayangnya, tidak ada fasilitas komunikasi seperti bel atau interkom di pintu masuk, sehingga orang luar tidak bisa menghubungi pihak dalam. Hal ini membuat diler tampak seperti benteng yang sepenuhnya memutus akses bagi masyarakat luas.
Ratusan Motor Berlogo Garuda Pernah Keluar-Masuk
Beberapa pekan sebelumnya, diler ini justru ramai dengan aktivitas. Gandi, petugas sekuriti di kompleks pergudangan dekat diler, mengatakan bahwa diler pernah dipenuhi truk-truk kontainer yang membawa ratusan unit motor listrik baru dengan stiker khusus program MBG.
Rima, pegawai toko cat di sekitar diler, juga menyebut bahwa diler tersebut memiliki gelagat aneh sejak lama. Ia mengatakan bahwa diler ini sering tutup meskipun tidak memiliki jadwal operasional pasti. Namun, ia sempat melihat aktivitas pengangkutan armada kendaraan bermesin ramah lingkungan sebelum kejadian penggerebekan oleh Kejagung.
Kasus Korupsi MBG yang Menyeret Petinggi BGN
Kejagung telah menetapkan Dadan Hindayana sebagai tersangka dalam kasus korupsi penyimpangan tata kelola program MBG. Selain Dadan, eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya juga ikut diseret dalam kasus yang sama.
Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menjelaskan bahwa program MBG sejatinya dikelola oleh yayasan yang terafiliasi dengan sekolah penerima. Namun, banyak SPPG (Sekolah Pengelola Program Gizi) yang ditunjuk karena memiliki afiliasi dengan petinggi BGN, meskipun tidak memenuhi syarat untuk menjadi mitra SPPG.
Pengadaan Barang dan Jasa yang Diduga Disalahgunakan
Selain itu, Syarief menyebut bahwa Dadan cs melakukan intervensi kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) agar penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) pengadaan barang dan jasa pada BGN tidak sesuai kebutuhan riil di lapangan. Hal ini menyebabkan adanya markup harga, yang berujung pada kerugian keuangan negara.
Beberapa pengadaan yang diduga terkait antara lain:
* Pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit dengan total pengadaan sebesar sekitar Rp 1 triliun.
* Pengadaan 32.000 pasang sepatu yang tidak sesuai ketentuan dan adanya markup.
* Pengadaan tablet sebanyak 31.000 sekian yang tidak sesuai ketentuan dan adanya markup.
* Pengadaan televisi 75 inch sebanyak 5.400 unit yang tidak sesuai ketentuan dengan adanya markup harga.
Yayasan yang terafiliasi dengan para pelaku juga menerima insentif hingga miliaran rupiah setiap harinya. Namun, kerugian negara masih dalam perhitungan.
Tanda Tanya Besar di Masyarakat
Penutupan mendadak diler motor listrik “E” ini memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat. Apakah penutupan ini benar-benar terkait dengan kasus korupsi MBG? Bagaimana dampaknya terhadap sektor pengadaan barang dan jasa?
Masih banyak yang belum terjawab. Namun, satu hal yang jelas, kasus korupsi MBG ini telah menggelinding liar dan menyeret banyak pihak. Diperlukan investigasi lebih lanjut untuk mengungkap seluruh kebenaran di balik penutupan diler yang mencurigakan ini.







