Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Pendaftaran Kuliah di Al-Azhar Mesir 2026 via Kemenag RI Dibuka, Ini Persyaratan dan Cara Daftar

    28 April 2026

    Perkuat kemandirian fiskal, Tasikmalaya bekerja sama dengan Malang

    28 April 2026

    Autoimun: Ancaman Tersembunyi yang Menewaskan di Indonesia

    28 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 28 April 2026
    Trending
    • Pendaftaran Kuliah di Al-Azhar Mesir 2026 via Kemenag RI Dibuka, Ini Persyaratan dan Cara Daftar
    • Perkuat kemandirian fiskal, Tasikmalaya bekerja sama dengan Malang
    • Autoimun: Ancaman Tersembunyi yang Menewaskan di Indonesia
    • 5 Tips Pilih Parfum Harum Sepanjang Hari
    • Tak Terlihat, Tak Terekam: Kekuasaan Sosial di Balik Angka JKA
    • Kejurkab Taekwondo Kediri 2026 Digelar, Cari Bibit Unggul
    • 4 Langkah Cepat Saat Overspend Tanpa Khawatir
    • Diduga Culik Siswa SD, Guru Honorer Sumedang Akui Kenal Korban di Aplikasi Hijau
    • Legenda Candi Keboireng: Harta Karun Tersembunyi Ngerong Pasuruan
    • Harga Pangan Solok Selatan April 2026: Beras dan Minyak Goreng Naik, Cabai Turun
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Hukum»Alex Pretti, Perawat yang Tewas Ditembak Aparat

    Alex Pretti, Perawat yang Tewas Ditembak Aparat

    adm_imradm_imr1 Februari 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kematian Alex Jeffrey Pretti: Seorang Perawat yang Terlibat dalam Aksi Protes



    Washington DC, Infomalangraya.com – Seorang pria bernama Alex Jeffrey Pretti (37) tewas ditembak oleh petugas Amerika Serikat (AS) di Minneapolis pada hari Sabtu (24/1/2026). Menurut keluarga, Alex adalah seorang perawat ICU rumah sakit veteran. Ia lahir di Illinois dan bekerja di Departemen Urusan Veteran AS tanpa memiliki catatan kriminal berdasarkan dokumen pengadilan.

    Alex dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap sesama dan aktif dalam aksi protes terkait kebijakan imigrasi Presiden AS Donald Trump. Ayahnya, Michael Pretti, mengatakan bahwa putranya sangat marah dengan apa yang terjadi di Minneapolis dan seluruh AS terkait operasi Badan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE).

    “Putra saya sangat peduli pada orang-orang dan sangat marah melihat apa yang terjadi di Minneapolis dan di seluruh Amerika Serikat dengan ICE,” kata Michael Pretti. “Ia menganggap itu mengerikan, menculik anak-anak, begitu saja menyeret orang dari jalanan, ia peduli pada mereka dan ia tahu itu salah, karena itu ia ikut dalam aksi protes.”

    Keluarga menyebut Alex ikut serta dalam aksi protes setelah penembakan Renee Good oleh petugas ICE pada 7 Januari lalu. Dalam percakapan terakhir dengan orang tuanya yang tinggal di Colorado, Alex sempat diingatkan agar berhati-hati saat turun ke jalan.

    “Kami berbicara dengannya sekitar dua minggu lalu, kami bilang silakan protes, tetapi jangan terlibat, jangan melakukan hal bodoh. Dan ia mengatakan ia tahu itu, ia memang tahu,” ujarnya.

    Penembakan dan Perspektif Keluarga

    Menurut Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS, Alex ditembak setelah “mendekati” petugas Patroli Perbatasan dengan membawa pistol semiotomatis 9 mm, meskipun tidak dijelaskan apakah senjata tersebut ditodongkan. Dalam sejumlah video saksi mata yang beredar setelah kejadian, Alex terlihat memegang ponsel, sementara tidak ada satu pun rekaman yang memperlihatkan senjata api di tangannya.

    Keluarga mengakui Alex memiliki pistol dan izin membawa senjata tersembunyi di Minnesota, tetapi mereka mengaku tidak pernah mengetahui ia membawa senjata tersebut dalam aktivitas sehari-hari. Mereka pertama kali mengetahui peristiwa penembakan tersebut setelah dihubungi seorang reporter.

    “Kami tidak bisa mendapatkan informasi apa pun dari siapa pun. Polisi menyuruh kami menghubungi Patroli Perbatasan, Patroli Perbatasan tutup, dan rumah sakit tidak mau menjawab pertanyaan,” kata Michael Pretti. Konfirmasi akhirnya diperoleh setelah keluarga menghubungi Kantor Pemeriksa Medis Hennepin County yang menyatakan terdapat jenazah dengan nama dan ciri sesuai dengan Alex.

    Hingga Sabtu malam, keluarga menyatakan belum menerima penjelasan resmi dari satu pun lembaga penegak hukum federal terkait kematian putra mereka. Setelah sejumlah pejabat pemerintahan Trump menyebut Alex sebagai “teroris domestik”, keluarga mengeluarkan pernyataan tertulis yang menyatakan kemarahan dan duka mendalam.

    “Kebohongan menjijikkan yang disampaikan pemerintah tentang putra kami tidak dapat diterima dan sangat menjijikkan,” tulis keluarga dalam pernyataan tersebut. Mereka menegaskan video kejadian menunjukkan Alex tidak memegang senjata saat ditangkap, melainkan memegang ponsel dan menggunakan tangan lainnya untuk melindungi seorang perempuan yang sedang disemprot merica oleh aparat.

    “Tolong sampaikan kebenaran tentang putra kami, ia adalah orang yang baik,” tulis keluarga.

    Profil Alex

    Alex tumbuh besar di Green Bay, Wisconsin, dan aktif dalam berbagai kegiatan sekolah, termasuk sepak bola, bisbol, atletik, Pramuka, serta bernyanyi di Green Bay Boy Choir. Ia menempuh pendidikan di University of Minnesota dan lulus pada 2011 dengan gelar sarjana bidang biologi, masyarakat, dan lingkungan sebelum bekerja sebagai peneliti.

    Alex kemudian kembali berkuliah dan beralih profesi menjadi perawat terdaftar yang bekerja di rumah sakit veteran. Mantan istrinya mengatakan, Alex merupakan pemilih Partai Demokrat dan pernah mengikuti gelombang protes setelah pembunuhan George Floyd pada 2020 di Minneapolis. Ia menggambarkan Alex sebagai sosok yang vokal dalam aksi protes, tetapi tidak pernah bersikap konfrontatif secara fisik.

    Alex tinggal sendiri di sebuah kondominium empat unit sekitar 3,2 kilometer dari lokasi penembakan. Dia dikenal tetangga sebagai pribadi pendiam serta berhati hangat. Selain pekerjaannya sebagai perawat, Alex dikenal mencintai alam terbuka, aktif sebagai pembalap sepeda kompetitif, serta sangat dekat dengan anjing peliharaannya yang meninggal sekitar setahun lalu.

    Ibunya, Susan Pretti, mengatakan bahwa putranya sangat peduli terhadap lingkungan dan arah kebijakan negara. “Ia sangat membenci ketika orang-orang merusak alam. Ia adalah pencinta alam, ia membawa anjingnya ke mana pun pergi, ia mencintai negara ini, tetapi ia membenci apa yang dilakukan orang-orang terhadapnya,” kata Susan Pretti.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Diduga Culik Siswa SD, Guru Honorer Sumedang Akui Kenal Korban di Aplikasi Hijau

    By adm_imr28 April 20261 Views

    Anak 10 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Desa Ketangga Lombok Timur

    By adm_imr28 April 20261 Views

    Kades Lumajang Tak Terluka Saat Dibacok 15 Orang, Bantah Kekuatan Gaib, Ajak Sholawat Bersama

    By adm_imr28 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Pendaftaran Kuliah di Al-Azhar Mesir 2026 via Kemenag RI Dibuka, Ini Persyaratan dan Cara Daftar

    28 April 2026

    Perkuat kemandirian fiskal, Tasikmalaya bekerja sama dengan Malang

    28 April 2026

    Autoimun: Ancaman Tersembunyi yang Menewaskan di Indonesia

    28 April 2026

    5 Tips Pilih Parfum Harum Sepanjang Hari

    28 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?