Tingkat Pengangguran Terbuka di Kabupaten Malang Mengalami Penurunan
Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Malang pada tahun 2025 mengalami penurunan dari 5,13 persen menjadi 5 persen. Angka ini menunjukkan adanya perbaikan dalam situasi ketenagakerjaan di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang, Tri Darmawan menjelaskan bahwa TPT tersebut dihitung berdasarkan jumlah angkatan kerja sebanyak 1,53 juta jiwa. Meskipun angka pengangguran telah menurun, masih terdapat sekitar 80 ribu jiwa yang belum memiliki pekerjaan. Mayoritas dari mereka adalah lulusan SMP, SMA, atau SMK sederajat.
“Kami berupaya agar TPT bisa turun lagi. Jika dilihat dari rata-rata di provinsi Jawa Timur, angka ini masih jauh yaitu sebesar 3,8 persen,” ujar Tri Darmawan kepada Infomalangraya.com, Selasa (3/2/2026).
Di tahun 2026, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang menargetkan TPT dapat turun hingga 4,8 persen. Untuk mencapai target tersebut, pihaknya melakukan berbagai langkah strategis, seperti memberikan pelatihan kewirausahaan kepada masyarakat agar tidak hanya bergantung pada pekerjaan di perusahaan.
Tahun ini, Disnaker akan membuka pelatihan olahan makanan. Seperti yang dilakukan tahun lalu, pelatihan membuat abon dan sambal telah berhasil membantu banyak orang untuk memulai usaha kecil-kecilan.
“Jika bisa, mereka tidak perlu bekerja di bawah orang lain, melainkan bisa membuka rekrutmen melalui kegiatan kami yang bertujuan memperluas kesempatan kerja,” ujarnya.
Strategi untuk Meningkatkan Kesadaran akan Lowongan Pekerjaan
Salah satu faktor utama yang menyebabkan tingginya angka pengangguran di Kabupaten Malang adalah minimnya informasi tentang lowongan pekerjaan. Oleh karena itu, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang berencana untuk mensosialisasikan aplikasi SIAPkerja, yang berisi informasi lowongan pekerjaan di seluruh Indonesia, baik dalam maupun luar negeri, kepada siswa-siswi sekolah di wilayah tersebut.
“Aplikasi ini sudah ada sejak lama, tetapi banyak yang tidak tahu, terutama dari kalangan SMA/SMK,” kata Tri Darmawan.
Meski demikian, Dinas Tenaga Kerja menghadapi keterbatasan sumber daya manusia dalam menyampaikan informasi tersebut. Total jumlah SMK, SMA, dan MA di Kabupaten Malang mencapai 300 lembaga. Wilayah yang cukup luas juga menjadi tantangan tersendiri.
“Saat ini kita memiliki 144 SMK, 60 SMA, dan 89 MA. Ibaratnya ini menjadi tantangan kami,” tambahnya.
Keterlibatan Sekolah dalam Memperluas Peluang Kerja
Tri Darmawan berharap agar pihak sekolah lebih aktif dalam menyampaikan informasi tentang peluang kerja kepada siswanya. Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam memberikan wawasan tentang dunia kerja kepada lulusannya.
“Pihak sekolah seharusnya lebih dulu menyampaikan aplikasi SIAPkerja kepada siswa, karena mereka memiliki tanggung jawab untuk memberikan peluang kerja kepada lulusannya,” ujarnya.
Dengan upaya-upaya yang dilakukan, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang berharap dapat terus menurunkan angka TPT dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah tersebut.






