Pada musim 2026/2027, pelatih Arsenal Mikel Arteta menargetkan Stadion Emirates menjadi salah satu kekuatan utama timnya dalam mempertahankan gelar Liga Primer Inggris. Kemenangan 3-0 atas Coventry City pada laga pembuka, yang digelar pada Sabtu (22/8/2026) dini hari WIB, dinilai sebagai awal yang positif untuk membangun atmosfer tersebut.
Arteta berupaya menghidupkan kembali semangat di dalam stadion agar menjadi benteng yang ditakuti oleh lawan-lawan. Pada musim lalu, para pendukung Arsenal sempat mendapat kritik karena kegelisahan mereka dinilai turut memengaruhi performa tim saat berjuang mengejar gelar juara liga.
Meski kemenangan atas Coventry belum menentukan perjalanan Arsenal sepanjang musim, Arteta melihat hasil tersebut dapat menjadi pertanda positif mengenai apa yang mungkin terjadi ke depannya. Ia ingin dukungan dari tribun tetap terjaga, terutama ketika Arsenal menghadapi situasi sulit dalam pertandingan.
“Kita harus melihat bagaimana reaksi kita saat skor masih 0-0 atau saat kita mungkin sedang tertinggal dalam pertandingan,” ujar Arteta ketika ditanya tentang atmosfer di dalam stadion.
“Hari ini adalah awal pertandingan, dan dua gol tersebut jelas menjadi landasan yang baik bagi semua orang untuk merasakan hal ini. Namun, saya rasa kita semua juga sudah belajar di masa lalu bahwa hal seperti itu sangat membantu tim. Dan tentu saja, atmosfer stadion seperti ini sungguh menyenangkan untuk disaksikan maupun saat bermain sepak bola,” tambahnya.
Arsenal memulai langkah mempertahankan gelar Liga Primer Inggris dengan meyakinkan setelah mengalahkan tim promosi Coventry City 3-0 di Stadion Emirates. Kai Havertz, Bukayo Saka, dan Martin Odegaard menjadi pencetak gol kemenangan tuan rumah.
Arsenal hanya butuh waktu 23 menit untuk membangun keunggulan dua gol. Havertz membuka skor pada menit ke-15 sebelum Saka menggandakan keunggulan delapan menit kemudian, membuat Coventry yang diasuh Frank Lampard berada dalam tekanan.
Odegaard kemudian melengkapi kemenangan Arsenal pada awal babak kedua. Kapten Arsenal itu mencetak gol ketiga pada menit ke-49 sekaligus memupus harapan Coventry untuk bangkit dalam pertandingan pertama mereka di kasta tertinggi Inggris setelah lebih dari dua dekade.
Kemenangan tersebut menjadi catatan khusus bagi Arteta. Pelatih asal Spanyol itu meraih kemenangan ke-150 di Liga Primer sebagai pelatih Arsenal. Ia mencapai jumlah tersebut dalam 249 pertandingan, menjadikannya salah satu manajer tercepat dalam sejarah kompetisi yang meraih 150 kemenangan.
Arsenal tampil dominan sejak awal pertandingan. Pemain sayap anyar Christos Tzolis langsung memberikan kontribusi penting. Kreativitasnya turut mengawali gol pertama setelah umpan silang Riccardo Calafiori diteruskan menjadi peluang yang diselesaikan Havertz dengan sepakan ke sudut kanan bawah gawang Coventry.
Beberapa menit berselang, Arsenal kembali mencetak gol. Kiper Coventry Carl Rushworth gagal mengantisipasi umpan silang rendah Tzolis dengan sempurna sehingga bola mengarah kepada Saka. Pemain sayap Inggris itu kemudian dengan mudah menyelesaikan peluang dari jarak dekat untuk membawa Arsenal unggul 2-0.
Coventry sempat mencoba memberikan perlawanan melalui Loum Tchaouna yang melepaskan tendangan salto. Namun, bola justru jatuh di atas jaring gawang Arsenal. Tuan rumah juga hampir menambah gol melalui tendangan melengkung Declan Rice sebelum turun minum.
Empat menit setelah babak kedua dimulai, Arsenal mencetak gol ketiga melalui Odegaard. Ia memanfaatkan situasi setelah Rushworth bergerak ke arah yang salah sehingga bola bersarang di gawang Coventry. Arsenal pun semakin nyaman mengendalikan pertandingan hingga peluit akhir.






