Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    PPK Dishub Jatim Akui Sulit Verifikasi SKP Penyedia Secara Nasional, Sebut Seluruh OPD Hadapi Kendala Serupa

    23 Juli 2026

    Protes Piala Soeratin 2026: Calon Peserta di Malang Keberatan Biaya Pendaftaran Rp3,25 Juta

    13 Juli 2026

    PWI Bulungan raih 22 medali, finis ketiga Porwada II Kaltara 2026

    12 Juli 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 25 Juli 2026
    Trending
    • PPK Dishub Jatim Akui Sulit Verifikasi SKP Penyedia Secara Nasional, Sebut Seluruh OPD Hadapi Kendala Serupa
    • Protes Piala Soeratin 2026: Calon Peserta di Malang Keberatan Biaya Pendaftaran Rp3,25 Juta
    • PWI Bulungan raih 22 medali, finis ketiga Porwada II Kaltara 2026
    • Daya Ledak Tinggi! Ini Alasan Madura United Incar Gali Freitas dari Persebaya Surabaya
    • Harga saham BACH melonjak di BEI, ARA siap bertahan jika naik ke level ini
    • Karina Ranau Memaafkan Terduga Pelaku, Tapi Minta Proses Hukum Berlanjut
    • Qari Kaltim Juara Dunia di Malaysia, Bukti Peningkatan Pesat Pembinaan Al-Qur’an
    • Orang yang Suka Sendirian Punya 6 Hobi yang Membuat Mereka Bahagia
    • Manfaat Kopi Pagi: Rekomendasi Tempat Nongkrong di Kendari
    • Tujuh Keunggulan VinFast VF MPV 7, Pilihan Mobil Listrik Keluarga Indonesia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»AS Akan Gunakan Lumba-Lumba untuk Membersihkan Ranjau Iran, Ini Caranya

    AS Akan Gunakan Lumba-Lumba untuk Membersihkan Ranjau Iran, Ini Caranya

    adm_imradm_imr3 Mei 20265 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat, Amerika Serikat Pertimbangkan Solusi Tak Konvensional

    Ketegangan di Selat Hormuz semakin memburuk akibat gangguan jalur pelayaran dan ancaman ranjau laut. Wilayah ini merupakan salah satu jalur energi terpenting di dunia, sehingga perluasan konflik dapat berdampak luas pada ekonomi global. Di tengah situasi yang memprihatinkan ini, Amerika Serikat dikabarkan sedang mempertimbangkan opsi tidak biasa untuk membuka kembali jalur pelayaran.

    Salah satu solusi yang muncul adalah penggunaan lumba-lumba terlatih untuk mendeteksi dan membersihkan ranjau laut. Teknologi militer yang terbilang tidak lazim ini pernah digunakan dalam operasi sebelumnya. Dalam beberapa kesempatan, militer AS telah memanfaatkan kemampuan biologis hewan laut seperti lumba-lumba karena kemampuan ekolokasi mereka yang sangat tinggi. Hewan ini mampu mendeteksi objek di bawah air dengan akurasi yang bahkan melampaui beberapa sistem buatan manusia.

    Tantangan Pembersihan Ranjau Laut

    Menurut para analis, pembersihan ranjau laut menjadi tantangan terbesar dalam upaya membuka kembali Selat Hormuz. Proses pengamanan satu jalur pelayaran saja diperkirakan memakan waktu hingga satu setengah bulan, sementara pembersihan seluruh wilayah bisa berlangsung hingga empat bulan. Kompleksitas ini semakin diperparah oleh karakter ranjau yang bisa menyamar sebagai batu atau terkubur di dasar laut, sehingga sulit dideteksi dengan teknologi konvensional.

    Dalam kondisi normal, negara-negara Eropa memiliki keunggulan dalam operasi penyapuan ranjau dengan lebih dari 100 kapal khusus. Namun tanpa dukungan tersebut, Amerika Serikat dinilai perlu mencari alternatif. Penggunaan lumba-lumba terlatih menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan.

    Dinamika Konflik yang Semakin Rumit

    Di sisi lain, dinamika konflik di kawasan ini disebut semakin kompleks dan tidak konvensional. Pakar militer asal Lebanon, Hassan Jouni, menjelaskan bahwa konfrontasi di Selat Hormuz saat ini bertumpu pada dua strategi berlawanan: blokade laut oleh Amerika Serikat dan ancaman penutupan selat oleh Iran. Kedua pihak memanfaatkan posisi masing-masing sebagai alat tekanan dalam negosiasi.

    Embargo AS memang berdampak pada ekonomi Iran, namun belum sepenuhnya efektif karena masih adanya jalur distribusi alternatif. Sebaliknya, Iran memegang kartu strategis dengan potensi menutup Selat Hormuz, yang dampaknya tidak hanya dirasakan Amerika Serikat, tetapi juga ekonomi global secara keseluruhan.

    Jouni menilai, konflik ini berada dalam kondisi “keseimbangan rapuh”. Amerika Serikat belum mampu mengamankan jalur pelayaran sepenuhnya, sementara Iran terus mengandalkan taktik asimetris seperti ranjau laut, kapal cepat, dan rudal pesisir.

    Sinyal Eskalasi dari Pihak Iran

    Sinyal eskalasi juga terlihat dari pernyataan pejabat Iran. Wakil Ketua Parlemen Iran, Hamidreza Hajibabaei, menegaskan negaranya tidak akan mengembalikan kondisi Selat Hormuz seperti semula. Pernyataan tersebut mempertegas bahwa krisis di kawasan ini berpotensi berlangsung lebih lama, sekaligus mempersempit ruang bagi penyelesaian dalam waktu dekat.

    Alternatif Militer yang Terus Dipertimbangkan

    Selain penggunaan lumba-lumba, Amerika Serikat juga mungkin mempertimbangkan berbagai alternatif militer lainnya untuk menghadapi ancaman ranjau laut. Beberapa opsi yang mungkin dilakukan termasuk penggunaan drone bawah air, sistem sonar canggih, dan kerja sama dengan negara-negara lain yang memiliki kemampuan teknis dalam pembersihan ranjau.

    Meskipun demikian, proses pembersihan tetap akan memakan waktu cukup lama dan memerlukan koordinasi yang ketat antara berbagai pihak terkait. Dengan situasi yang begitu rumit, diperlukan pendekatan yang lebih inovatif dan kolaboratif untuk mengatasi ancaman yang muncul di Selat Hormuz.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Harapan Juara Piala Dunia 2026 Sirna, Ini Kebiasaan Unik di Balik Pemanggilan Pemain Timnas Cape Verde, Dikirim via LinkedIn

    By adm_imr12 Juli 20261 Views

    Nyimas Laula, Jurnalis Foto yang Viral Usai Teguran di Gym Bali

    By adm_imr12 Juli 20262 Views

    Menguji Nilai Moral dan Pragmatisme Istana: Catatan Kunjungan Narendra Modi

    By adm_imr12 Juli 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    PPK Dishub Jatim Akui Sulit Verifikasi SKP Penyedia Secara Nasional, Sebut Seluruh OPD Hadapi Kendala Serupa

    23 Juli 2026

    Protes Piala Soeratin 2026: Calon Peserta di Malang Keberatan Biaya Pendaftaran Rp3,25 Juta

    13 Juli 2026

    PWI Bulungan raih 22 medali, finis ketiga Porwada II Kaltara 2026

    12 Juli 2026

    Daya Ledak Tinggi! Ini Alasan Madura United Incar Gali Freitas dari Persebaya Surabaya

    12 Juli 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?