Kepindahan Donyell Malen dari Aston Villa ke AS Roma
Donyell Malen, penyerang Aston Villa, tampaknya akan segera bergabung dengan AS Roma dalam kesepakatan permanen senilai 21 juta euro. Setelah menunjukkan performa yang luar biasa selama masa peminjamannya di Serie A, klub asal Italia tersebut mengaktifkan klausul pembelian dalam perjanjian pinjaman.
Kepindahan ini menjadi langkah penting bagi Malen, yang berhasil mencatatkan 13 gol dan dua assist dalam 16 pertandingan di Serie A. Performa gemilangnya telah membuktikan bahwa ia masih menjadi ancaman serius bagi lini pertahanan lawan. Selain itu, AS Roma juga membayar biaya pinjaman sebesar 1,7 juta euro, dengan tambahan 21,6 juka euro yang akan dibayarkan setelah kesepakatan menjadi permanen.
Aston Villa merasa puas dengan kesepakatan ini karena mereka mendapatkan dana transfer yang cukup besar. Sementara itu, Malen bisa melanjutkan kariernya di salah satu klub terbesar di Italia. Kepindahan ini juga menjadi bukti bahwa ia mampu beradaptasi dengan cepat di Liga Italia dan memenuhi ekspektasi.
Perburuan Pemain Baru oleh AS Roma
Selain Donyell Malen, AS Roma juga dikaitkan dengan Frank Kessie, gelandang Pantai Gading yang saat ini bermain di Liga Arab Saudi. Meskipun Al Ahli belum menyerah dan menawarkan perpanjangan kontrak kepada pemain tersebut, Kessie tampaknya ingin kembali ke Eropa, khususnya ke Serie A.
Sebelumnya, Kessie juga dikaitkan dengan Juventus dan Inter Milan. Namun, kedua klub tersebut belum mengajukan tawaran resmi pada tahap ini. Gasperini, pelatih Atalanta, telah memberikan performa yang bagus bersamanya, dan kini AS Roma sedang mempertimbangkan apakah mereka tertarik untuk merekrutnya.
Namun, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Frank Kessie meminta gaji sekitar 4,5 juta euro per tahun, yang tidak terlalu tinggi, tetapi AS Roma sangat hati-hati dengan pengeluaran gaji. Mereka menawarkan tarif yang lebih rendah kepada pemain veteran mereka saat ini.
Masalah Keuangan dan Strategi Transfer
AS Roma sedang menghadapi situasi ketidakpastian besar. Direktur Frederic Massara akan segera meninggalkan klub, dan posisi akhir mereka akan sangat memengaruhi strategi bursa transfer mereka. Klub ibu kota ini jarang mendatangkan pemain veteran dalam beberapa tahun terakhir, dan memenuhi tuntutan Kessie bisa menjadi masalah.
Manu Kone adalah salah satu kandidat utama yang akan hengkang untuk menyelesaikan masalah terkait Financial Fair Play. Jika AS Roma benar-benar berusaha merekrut Kessie, hal itu berarti Gasperini benar-benar menunjukkan pengaruhnya, karena ini akan menjadi penyimpangan signifikan dari cara kerja mereka.
Persaingan dengan Juventus
Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, mengakui bahwa Juventus harus melakukan kesalahan agar timnya bisa mengejar mereka. Saat ini, Juventus tidak lagi unggul jauh dari AS Roma dalam perebutan posisi empat besar Serie A. Hasil imbang melawan Hellas Verona baru-baru ini memperkecil jarak antara kedua klub tersebut.
Meskipun Juventus berhasil mengalahkan Lecce pada akhir pekan, mereka masih memiliki tekanan besar untuk mempertahankan posisi mereka di empat besar. AS Roma terus memberikan tekanan pada Juventus dan bertekad untuk memanfaatkan pertandingan tersisa sebaik mungkin.
Gasperini menguraikan realitas kualifikasi: “Pertama-tama, pada diri kita sendiri. Kita tidak punya ruang untuk kesalahan, kita hanya bisa menang.” Ia juga menyebutkan bahwa Juventus harus melakukan satu kesalahan, sementara AC Milan harus melakukan dua kesalahan agar AS Roma bisa finis di empat besar.
Fokus pada Performa Sendiri
Meskipun persaingan masih terbuka secara matematis, Juventus masih memegang kendali atas nasib mereka sendiri. Mereka bisa mengamankan kualifikasi Liga Champions dengan terus memberikan hasil positif di pertandingan yang tersisa.
Pada akhirnya, kedua klub kemungkinan besar akan mendapatkan manfaat terbesar dengan fokus sepenuhnya pada performa mereka sendiri daripada terganggu oleh hasil pertandingan rival selama tahap akhir musim yang menentukan.






