Keterlibatan BEM UI dalam Aksi Unjuk Rasa di Bundaran HI
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) telah menggelar aksi unjuk rasa dengan tema “Merebut Kemerdekaan” pada hari ini, Selasa (18/8/2026). Aksi ini dilakukan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Namun, massa aksi dari BEM UI mengalami hambatan saat mencoba menuju lokasi tersebut.
Massa aksi sempat tertahan oleh barikade kepolisian di sekitar gedung kantor cabang UOB Plaza, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada pukul 15.30 WIB. Mereka tidak diizinkan melanjutkan perjalanan hingga ke Bundaran HI karena alasan mengganggu ketertiban umum. Sebelum unjuk rasa dimulai, terjadi penangkapan terhadap 21 orang.
Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI, Mora, mengatakan bahwa pihaknya sudah mengecek peraturan perundang-undangan terkait unjuk rasa di kawasan Bundaran HI. Menurutnya, masyarakat diperbolehkan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan tersebut. Namun, berdasarkan Pergub DKI Jakarta Nomor 232 Tahun 2015, aksi unjuk rasa dilarang di kawasan ini guna menjaga kepentingan publik, kelancaran lalu lintas, dan aktivitas ekonomi.
Kawasan Bundaran HI hingga Jalan M.H. Thamrin ditetapkan sebagai zona pembatasan unjuk rasa karena dikategorikan sebagai pusat mobilitas, bisnis, dan objek vital nasional. Mora menyatakan bahwa objek-objek vital Bundaran HI tidak termasuk dalam larangan tersebut. Ia juga menegaskan bahwa BEM UI sudah mengirimkan surat pemberitahuan aksi kepada pihak kepolisian, sehingga pihaknya merasa bingung karena dicegat saat menuju kawasan Bundaran HI.
Imbauan Polisi untuk Massa Aksi
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menyampaikan imbauan kepada massa aksi. Ia meminta mahasiswa untuk tetap memperhatikan kepentingan warga lain yang sedang beraktivitas. Menurutnya, menggelar demo di Bundaran HI berpotensi memicu kemacetan di berbagai simpul jalan.
“Kami memperingatkan bahwa bundaran HI merupakan center of gravity. Di center of gravity-nya Jakarta dan Indonesia. Banyak perhotelan-perhotelan internasional, pusat perekonomian, moda transportasi umum bagi masyarakat. Begitu juga dengan aktivitas kegiatan-kegiatan lainnya masyarakat,” ujar Budi saat konferensi pers di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Ia juga menyebutkan bahwa apabila aksi dilaksanakan di Bundaran HI, akan mengunci potensi arus lalu lintas kemacetan di berbagai simpul yang ada, seperti patung kuda, Istana, dan harmoni. Wilayah-wilayah penyanggah lainnya seperti Semanggi, Sudirman ke arah Slipi, maupun Gatot Subroto, serta wilayah-wilayah lain yang berada di Tanah Abang maupun wilayah Menteng ini akan bisa terjadi peningkatan arus lalu lintas dan kepadatan dan bahkan mungkin bisa melumpuhkan arus lalu lintas.
Penjagaan Ketat di Sekitar Bundaran HI
Pada Selasa siang, penjagaan ketat terlihat di sepanjang Jalan M.H. Thamrin, Jalan H.M. Saleh Ishak, Jalan Sutan Syahrir, hingga Jalan Imam Bonjol. Di Jalan Imam Bonjol, sejumlah kendaraan taktis (rantis) milik kepolisian tampak terparkir di bahu jalan untuk mengantisipasi pergerakan massa. Selain jalur utama, polisi juga terpantau mengamankan titik-titik strategis di sekitar kawasan tersebut.
Salah satunya di dekat Kedutaan Besar (Kedubes) Jerman yang terletak di persimpangan Jalan Pamekasan-Sumenep. Penjagaan serupa juga terlihat di Jalan Teluk Betung, yang menjadi salah satu akses penghubung di belakang pusat perbelanjaan menuju arah Bundaran HI. Petugas tampak mengawasi setiap pergerakan kendaraan dan pejalan kaki yang melintas.
Meski penjagaan terlihat sangat rapat di berbagai penjuru jalan masuk, arus lalu lintas di sekitar Bundaran HI terpantau masih berjalan, meski mengalami kepadatan di beberapa ruas akibat adanya penyempitan jalur oleh kendaraan petugas.
Pengamanan Dengan Ribuan Personel Gabungan
Polda Metro Jaya mengerahkan 9.242 personel gabungan untuk mengamankan sejumlah aksi unjuk rasa oleh massa mahasiswa dan elemen masyarakat di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan ribuan personel tersebut disiapkan untuk mengamankan seluruh kegiatan penyampaian aspirasi di muka umum maupun aktivitas masyarakat lainnya.
Personel yang diterjunkan terdiri dari 5.670 anggota Polda Metro Jaya, 222 personel Polres jajaran, 1.500 personel TNI, serta 1.850 personel BKO Mabes Polri. Budi menerangkan pelaksanaan aksi mahasiswa ini sudah diberitahukan terlebih dahulu ke pihak kepolisian.
Front Mahasiswa Nasional (FMN) Universitas Indonesia (UI) bersama sejumlah organisasi mahasiswa berencana menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Merebut Kemerdekaan” di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Selasa (18/8/2026). Ketua FMN UI Axel Wirasakti mengatakan aksi tersebut merupakan kelanjutan dari gerakan mahasiswa yang telah dilakukan sebelumnya pada Juni 2026.
“FMN UI bersama dengan gerakan Demokratis mahasiswa seperti BEM UI, PNJ, IPB akan menyelenggarakan aksi demonstrasi kembali, 18 Agustus 2026,” kata Axel dalam keterangannya kepada Infomalangraya.com, Selasa (18/8/2026). Menurut Axel, mahasiswa masih membawa tuntutan yang sama, yakni mendesak pemerintah memenuhi sejumlah tuntutan yang dinilai berkaitan dengan kepentingan rakyat. Salah satu tuntutan yang disuarakan yakni penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).






