Persebaya Surabaya Berusaha Mematahkan Rekor Buruk Kontra Persib Bandung
Persebaya Surabaya akan menghadapi pertandingan penting saat menjamu Persib Bandung dalam lanjutan Super League. Pertandingan ini dijadikan sebagai momentum besar bagi Green Force untuk menjaga marwah di Gelora Bung Tomo. Namun, di balik ambisi tersebut, ada bayang-bayang rekor kelam yang terus menghantui pelatih Bernardo Tavares setiap kali berhadapan dengan Bojan Hodak.
Pertandingan antara Persebaya dan Persib bukan hanya tentang perebutan tiga poin, tetapi juga menjadi ajang pembuktian bagi sang pelatih. Tavares ingin mematahkan catatan minor yang belum pernah ia hapus sebelumnya. Dengan dukungan Bonek, Persebaya berharap bisa kembali menunjukkan performa terbaik mereka di kandang sendiri.
Meski memiliki tekad kuat, Persebaya masih menghadapi tantangan berat. Evaluasi terbesar setelah laga terakhir terletak pada penyelesaian akhir yang belum maksimal. Saat menghadapi PSM Makassar, tim asuhan Tavares mencatat 14 kreasi peluang dan 20 tembakan, namun hanya satu gol yang tercipta. Produktivitas tersebut dinilai belum cukup untuk mengalahkan Persib yang dikenal memiliki lini pertahanan terkuat hingga pekan ke-23.
Persib baru saja kebobolan 11 gol sepanjang musim ini, membuat lini depan Persebaya harus lebih efektif jika ingin menaklukkan lawannya. Selain itu, rekor pertemuan antara Tavares dan Hodak juga menjadi isu utama. Dalam lima pertemuan, Tavares hanya mampu meraih tiga hasil imbang dan dua kekalahan. Catatan ini tentu menjadi alarm bagi pelatih asal Portugal tersebut.
Ketika masih melatih PSM Makassar, Tavares dua kali bermain imbang melawan Persib di Super League 2023/2024 dan 2024/2025. Selain itu, ia juga kalah 0-2 dari Persib dalam ajang Piala Presiden 2024. Di level Asia, Tavares juga tidak mampu mengalahkan Kuala Lumpur City FC yang ditangani Hodak di AFC Cup 2022, dengan hanya satu hasil imbang dan satu kekalahan telak 2-5.
Rangkaian hasil tersebut membuat rekor pertemuan keduanya belum berpihak kepada Tavares. Kini, situasinya berbeda karena ia memimpin Persebaya Surabaya yang punya karakter dan atmosfer berbeda. Tavares menegaskan fokus utamanya tetap pada pembenahan finishing. Ia menyadari bahwa efektivitas akan menjadi kunci utama jika ingin menjungkalkan Persib Bandung.
“Mengenai penyelesaian akhir, kami sudah mencobanya dalam minggu terakhir. Malik kembali berlatih, kami melakukan sirkulasi bola. Tapi dia cedera lagi saat latihan menembak itu,” ujar Tavares.
“Kami selalu ada sesi penyelesaian akhir. Tapi memang kami harus bekerja keras lagi. Bukan hanya Bruno Moreira, tetapi pemain lain juga kurang akurat,” sambungnya.
Cedera Malik menjadi tantangan tambahan dalam proses persiapan. Namun Tavares memastikan sesi khusus finishing tetap menjadi menu wajib dalam setiap latihan. Ia menilai menciptakan peluang sudah menjadi modal positif bagi timnya. Tinggal bagaimana para pemain meningkatkan fokus dan akurasi saat momen krusial di depan gawang.
“Ingat, hal tersulit di sepak bola adalah menciptakan peluang. Kami sudah di jalur yang benar dengan menciptakan peluang. Kami butuh fokus dan akurasi lebih. Sekarang kami punya waktu persiapan lebih lama untuk melatih penyelesaian akhir,” tandasnya.
Optimisme tetap dijaga meski lawan yang dihadapi memiliki pertahanan solid. Persebaya Surabaya berharap efektivitas bisa meningkat signifikan saat kesempatan emas datang. Duel melawan Persib juga sarat gengsi. Selain persaingan tradisional, posisi klasemen membuat laga ini memiliki tensi tinggi sejak menit pertama.
Persebaya Surabaya ingin membuktikan mampu menaklukkan tim papan atas di kandang sendiri. Sementara Persib tentu datang dengan kepercayaan diri tinggi sebagai pemuncak klasemen. Rekor buruk Bernardo Tavares kontra Bojan Hodak memang menjadi sorotan. Namun sepak bola selalu memberi ruang bagi cerita baru yang tak terduga.
Laga di Gelora Bung Tomo bisa menjadi titik balik bagi sang pelatih. Jika mampu meraih kemenangan, ia tak hanya menjaga tren kandang Persebaya Surabaya tetapi juga mematahkan kutukan personalnya. Bagi Bonek, pertandingan ini lebih dari sekadar statistik. Mereka ingin melihat determinasi, efektivitas, dan mental baja sejak peluit awal dibunyikan.
Kini semua mata tertuju pada bagaimana Persebaya Surabaya memaksimalkan peluang. Rekor kelam atau tidak, 90 menit di lapangan akan menjadi jawaban paling jujur. Jika finishing membaik dan fokus terjaga, bukan tak mungkin sejarah baru tercipta. Persebaya Surabaya punya kesempatan emas menghapus bayang-bayang dan menorehkan kemenangan prestisius atas Persib Bandung.







