Kekalahan dari Persik Kediri, Bali United Berusaha Bangkit
Bali United baru saja kembali dari laga yang berat melawan Persik Kediri. Di pertandingan tersebut, tim asuhan Johnny Jansen harus menerima kekalahan dengan skor 3-2. Meskipun sempat unggul lewat gol pembuka dari Boris Kopitovic pada menit ke-23, Bali United gagal mempertahankan keunggulan tersebut hingga babak pertama usai.
Gol yang tercipta dari bola pantul yang mengenai badan M Firly membuat para pendukung harap-harap cemas. Namun, kesalahan justru membuat Bali United kalah dalam laga ini. Back pass Kadek Arel membuka peluang bagi tuan rumah, dan kekurangan konsentrasi dari Mike Hauptmeijer dan Kadek Arel berujung pada gol kedua Persik Kediri.
Kondisi mental pemain Bali United mulai goyah, sehingga lini pertahanan semakin rapuh. Persik Kediri memanfaatkan situasi ini untuk mencetak gol ketiga dan menutup babak pertama dengan keunggulan dua gol. Di babak kedua, Bali United berusaha bangkit dan tampil lebih agresif. Tekanan demi tekanan dilancarkan ke pertahanan Persik Kediri demi mengejar ketertinggalan.
Usaha tersebut membuahkan hasil lewat gol tambahan dari Joao Ferrari pada menit ke-69. Gol itu sempat menghidupkan asa Bali United untuk mencuri poin dari Kediri. Sayangnya, hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-2 tetap bertahan untuk kemenangan Persik Kediri. Bali United pun harus pulang dengan rasa kecewa setelah menunjukkan perlawanan sengit di babak kedua.
Fokus Ke Laga Berikutnya
Boris Kopitovic menilai timnya sudah berusaha maksimal untuk mengejar ketertinggalan. Ia menegaskan pentingnya melupakan kekalahan tersebut dan segera mengalihkan fokus ke laga berikutnya. “Kami sudah berusaha memberikan yang terbaik ketika tertinggal di babak pertama. Kami menekan di babak kedua hanya saja kami mampu mencetak satu gol tambahan. Kami lupakan hasil kekalahan ini dan fokus untuk pertandingan berikutnya,” ungkap Kopitovic.
Fokus Boris Kopitovic kini tertuju pada dua laga kandang berat yang menanti Bali United di bulan Februari. Persebaya Surabaya menjadi target pertama yang harus ditaklukkan di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Laga melawan Persebaya Surabaya dijadwalkan berlangsung pada 7 Februari 2026. Pertandingan ini diprediksi berlangsung panas mengingat rivalitas dan ambisi kedua tim di papan klasemen.
Bagi Bali United, duel melawan Persebaya Surabaya menjadi momentum kebangkitan yang tidak boleh disia-siakan. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Serdadu Tridatu bertekad tampil lebih solid dan efektif. Boris Kopitovic dipastikan menjadi tumpuan utama di lini depan Bali United. Ketajamannya diharapkan mampu menjadi pembeda setelah tim gagal mempertahankan keunggulan di laga sebelumnya.
Selain Persebaya Surabaya, Bali United juga akan menghadapi Persija Jakarta pada 15 Februari 2026. Dua laga kandang beruntun ini menjadi ujian mental sekaligus peluang emas untuk mendongkrak posisi di klasemen. Tekanan jelas ada di pundak para pemain Bali United untuk meraih hasil maksimal. Dukungan penuh suporter di Gianyar diharapkan mampu membakar semangat juang tim sejak menit awal.
Pelajaran Berharga Dan Evaluasi Menyeluruh
Kekalahan dari Persik Kediri menjadi pelajaran berharga bagi Bali United untuk memperbaiki konsentrasi dan organisasi permainan. Kesalahan sederhana di lini belakang tidak boleh kembali terulang. Boris Kopitovic menyadari pentingnya respons cepat dari tim setelah hasil minor tersebut. Ia ingin Bali United menunjukkan karakter kuat dan mental pemenang saat menjamu Persebaya Surabaya.
Dengan waktu persiapan yang ada, Bali United berpeluang melakukan evaluasi menyeluruh. Perbaikan di sektor pertahanan dan efektivitas serangan menjadi fokus utama jelang laga krusial. Atmosfer Stadion Kapten I Wayan Dipta dipastikan kembali bergemuruh saat Bali United menjamu Persebaya Surabaya. Sorotan pun tertuju pada Boris Kopitovic yang siap mengamuk demi membawa kemenangan bagi Serdadu Tridatu.







