Antusiasme Warga Mengikuti Pasar Murah di Blitar
Pasar Murah yang digelar di Kelurahan/Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, menarik perhatian warga setempat. Acara ini menjadi momen penting bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Warga antusias mengikuti acara tersebut karena harga bahan pokok yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan harga di pasar tradisional.
Kebutuhan Pokok Dijual dengan Harga Terjangkau
Sri Susanti (34), salah satu warga yang hadir, mengungkapkan bahwa ia langsung membeli beberapa kebutuhan pokok seperti beras SPHP, minyak goreng, telur, bawang putih, dan cabai rawit. Ia menyatakan bahwa harga di Pasar Murah lebih murah dibandingkan pasar biasa. Meskipun pembelian dibatasi, Sri merasa terbantu dengan adanya program ini.
Warga lainnya juga antre secara tertib sesuai nomor urutan yang diberikan oleh panitia. Mereka berharap agar acara seperti ini dapat diadakan kembali sebelum Lebaran tiba. Hal ini menunjukkan bahwa Pasar Murah tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun rasa kebersamaan di kalangan masyarakat.
Tujuan Program Pengendalian Inflasi
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Parminto, menjelaskan bahwa Pasar Murah adalah bagian dari program Pemprov Jatim dalam mengendalikan inflasi. Program ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, terutama saat bulan Ramadan dan menjelang Lebaran.
Dalam acara tersebut, tersedia 10 jenis komoditas bahan pokok, yaitu beras medium, beras premium, minyak goreng, tepung terigu, telur, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, cabai merah besar, dan gula pasir. Semua produk ini dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
Perbandingan Harga Bahan Pokok
Misalnya, beras medium dijual seharga Rp 11.000 per kilogram di Pasar Murah, sedangkan di pasar biasa harganya berkisar antara Rp 12.000 sampai Rp 13.000 per kilogram. Telur dijual dengan harga Rp 24.000 per kemasan, sedangkan di pasar biasa harganya mencapai Rp 29.000 sampai Rp 30.000 per kilogram. Cabai rawit juga dijual dengan harga lebih rendah, yaitu Rp 5.000 per ons, dibandingkan harga di pasar yang mencapai Rp 9.000 sampai Rp 10.000 per ons.
Parminto menegaskan bahwa semua warga berhak membeli barang-barang tersebut, meskipun bukan gratis. Ia menambahkan bahwa stok beras medium SPHP sebanyak 1 ton dan minyak goreng sebanyak 240 liter disediakan untuk acara ini.
Stabilitas Harga di Kota Blitar
Menurut Parminto, meskipun harga bahan pokok di Kota Blitar mengalami kenaikan, kenaikan tersebut masih terkendali dan stabil. “Hari ini, harga bahan pokok masih terkendali. Maksudnya, ada kenaikan, tapi kenaikannya stagnan dan masih terkontrol,” ujarnya.
Daftar Harga Sembako di Blitar
Berdasarkan data terbaru dari Siskaperbapo (Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok), berikut perkiraan daftar harga sembako di Blitar:
- Beras medium: ± Rp 12.400 / kg
- Beras premium: ± Rp 14.900 / kg
- Bawang putih: ± Rp 29.000 – Rp 30.000 / kg
- Bawang merah: ± Rp 34.500 / kg
- Cabai merah besar: sekitar Rp 48.500/kg
- Cabe rawit merah: sekitar Rp 68.000 / kg
- Kedelai lokal: ± Rp 14.000 / kg
- Minyak goreng curah: ± Rp 18.876/liter
- Minyak goreng kemasan premium: ± Rp 20.357/liter
- Minyak goreng sederhana: ± Rp 17.630/liter
- Daging sapi paha belakang: ± Rp 120.598/kg
- Daging ayam ras: ± Rp 38.681/kg
- Daging ayam kampung: ± Rp 70.148/ekor
- Telur ayam ras: ± Rp 29.795/kg
- Telur ayam kampung: ± Rp 46.414/kg
Harga di atas merupakan indikasi sementara berdasarkan data Siskaperbapo Jawa Timur terbaru yang dipublikasikan (belum secara real-time per hari ini). Untuk harga harian real-time, bisa berbeda tipis antar pasar tradisional karena data per komoditas per pasar tidak selalu dipublikasikan otomatis untuk umum.







