Penutupan Kawasan GOR Haji Agus Salim dan Dampaknya pada Pedagang
Pengosongan kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Haji Agus Salim di Kota Padang telah memicu berbagai perubahan, termasuk penutupan total akses menuju area tersebut. Proyek rekonstruksi besar-besaran ini akan berlangsung selama lebih dari satu tahun, sehingga memaksa ratusan pedagang kuliner untuk mencari tempat baru.
Sebagian dari mereka memilih pindah ke kawasan depan Kolam Renang Teratai. Meski langkah ini dilakukan secara mandiri, pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk memberikan dukungan fasilitas dasar agar aktivitas ekonomi warga tidak terganggu sepenuhnya.
Langkah Pemerintah dalam Mendukung Pedagang
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sumatera Barat, Mahdianur, menegaskan bahwa pasokan listrik aman bagi para pedagang yang pindah ke depan Kolam Renang Teratai. Dispora juga sedang berkoordinasi dengan berbagai instansi penyedia layanan publik, seperti PT PLN (Persero), untuk memastikan ketersediaan energi listrik dan air bersih.
“Kami sudah melakukan koordinasi mendalam dengan pihak terkait seperti PLN. Alhamdulillah, semuanya sudah dikoordinasikan dan sudah di-support penuh oleh mereka,” ujar Mahdianur.
Tantangan yang Dihadapi Pedagang
Meski ada upaya pemerintah dalam menyediakan fasilitas dasar, kondisi di lokasi baru masih terlihat belum sepenuhnya siap. Area depan Kolam Renang Teratai tampak sibuk sekaligus semrawut. Banyak pedagang masih kesulitan dalam membangun tempat jualan baru karena keterbatasan lahan dan kurangnya infrastruktur yang memadai.
Salah satu pedagang, Linda, mengaku hanya bisa mengurut dada dan bersyukur meskipun ukuran tempat barunya jauh lebih kecil dibandingkan sebelumnya. Ia harus mengeluarkan modal ekstra dari kantong pribadi untuk membangun kedai darurat dari nol.
Keluhan dan Kekhawatiran Pedagang
Beberapa pedagang lain seperti Ijus juga menyampaikan keluhan mengenai masa depan usaha mereka di lokasi baru. Mereka merasa bingung dan was-was apakah keputusan mereka untuk pindah akan membuahkan hasil atau justru merugi.
Ijus mengeluhkan kondisi lingkungan yang masih berantakan dan kurangnya kejelasan mengenai regulasi iuran serta skema aliran listrik dan air bersih dari pihak pemerintah.
Proses Pencarian Lokasi Alternatif
Di sisi lain, proses pencarian lokasi alternatif untuk pedagang yang belum mendapatkan tempat penampungan juga terus berjalan. Dispora Sumbar saat ini tengah mengkaji beberapa lokasi alternatif lain sembari menunggu hasil musyawarah internal dan pendapat dari tokoh adat Rimbo Kaluang.
Langkah musyawarah ini diambil guna memastikan lokasi permanen sementara nantinya tidak memicu resistensi sosial.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Proyek revitalisasi total GOR Haji Agus Salim Padang ini diproyeksikan akan memakan waktu pengerjaan selama satu tahun lebih. Selama masa konstruksi, area dalam kompleks olahraga terbesar di Sumbar ini harus steril total dari segala aktivitas warga demi keselamatan bersama.








