Kondisi Hubungan Ammar Zoni dan Dokter Kamelia
Kabar mengenai hubungan antara Ammar Zoni dan Dokter Kamelia kini menjadi perhatian publik. Pasca-pemindahan Ammar ke Lapas Nusakambangan, Dokter Kamelia mengaku pasrah terhadap masa depan hubungan mereka. Ia menegaskan bahwa urusan jodoh, maut, dan rezeki berada di tangan Allah SWT.
Sebelumnya, isu hubungan yang merenggang antara Ammar dan Kamelia sempat menjadi perbincangan. Hal ini terjadi setelah Kamelia mengaku lelah mengurus Ammar Zoni setelah sidang lanjutan pada 26 Februari 2026 lalu. Bahkan, dalam sebuah momen, Ammar sempat membentak Kamelia hingga membuatnya menangis.
Menanggapi spekulasi tersebut, Kamelia mengungkapkan bahwa ia memang memiliki rencana untuk menikah dengan Ammar. Namun, rencana itu pupus karena pemindahan Ammar ke Lapas Nusakambangan. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk fokus pada kasus dugaan peredaran narkoba yang menjerat Ammar.
“Kalau soal hati, sebelum ada masalah begini, jujur kita sudah punya komitmen ke arah sana,” ujar Kamelia. “Cuma setelah ada kasus ini, kita jadi lebih mengutamakan permasalahan di persidangan dulu.”
Momen Bentakan Ammar Zoni
Ammar Zoni diketahui membentak Dokter Kamelia di hadapan banyak orang. Awalnya, Kamelia memanggilnya dengan panggilan “Ayang”. Tiba-tiba, Ammar membalas dengan nada tinggi dan marah.
“Bukan, bukan, Ay!” bentak Ammar. Beberapa orang mencoba memperingatkan Ammar agar tidak membentak kekasihnya. Seorang wanita yang diduga jaksa dalam kasus Ammar menegur, “Eh, enggak boleh marah-marahan. Kenapa?”
Sementara itu, kerabat Ammar mengingatkannya, “Puasa, puasa.” Ammar terlihat tertawa tipis dan menyangkal amarahnya. “Enggak, enggak, enggak. Enggak, enggak, maksudnya,” ucapannya terputus saat hendak menjelaskan sesuatu.
Usai respons kasar itu, Kamelia bergegas menuju mobilnya. Meski meninggalkan sang kekasih, ia tetap menjawab pertanyaan wartawan. Wajahnya terlihat muram dan jelas kecewa.
Penyebab Bentakan Ammar Zoni
Dokter Kamelia mengungkapkan alasan Ammar membentaknya. Menurutnya, Ammar menyalahkan Kamelia karena tidak mendampingi saksi. Meski begitu, bentakan itu terjadi setelah sidang berakhir.
“Bang Ammar tahu aku yang dari awal mengurusi dia. Jadi ketika waktu itu saksi enggak datang, dipikirnya ‘Kok kamu bisa sih sampai saksi enggak datang’ gitu loh,” tutur Kamelia.
Ia membela diri dengan menyatakan bahwa urusan saksi adalah tanggung jawab penasihat hukum (PH). “Aku cuma ya kalau orang mau jadi saksi itu menghubunginya ke aku. Karena mereka pasti melihatnya ke orang terdekatnya dong. Nah, baru habis itu aku lempar ke PH.”
Permintaan Maaf Dokter Kamelia
Setelah mengaku lelah mengurus Ammar Zoni, Dokter Kamelia menyampaikan permintaan maaf. Ia menjelaskan bahwa rasa lelah itu muncul karena selama ini tidak ada teman diskusi untuk masalah ini. “Biasanya dulu ada Bang Ammar, yang masih bisa teleponan gitu,” ujarnya.
Janda satu anak itu mengaku akhirnya memendam bebannya hingga akhirnya meledak. “Ini tuh enggak ada. Jadi benar-benar disimpan sendiri, jadi akhirnya meledak sendiri. Aduh, aku juga minta maaf sih, maksudnya enggak sadar juga sampai kayak begitu.”
Kamelia menyesali sikap Ammar yang sempat membentaknya. “Aku sebelnya gitu saja. Tapi pas sudah di bawah itu, dia langsung minta maaf sama aku.”
Perjalanan Hukum Ammar Zoni
Dokter Kamelia kini memilih untuk pasrah dengan putusan sidang yang akan segera digelar. Ia mengungkapkan bahwa ia tahu bagaimana keadaan Ammar di dalam Rutan Salemba. “Aku yang tahu. Tiap hari aku kunjungan ke dia, aku tahu bagaimana di dalam keadaannya, aku tahu gitu loh.”
Namun, ia merasa kecewa karena tidak diperbolehkan menjadi saksi. “Sayangnya aku tiap hari menghadiri sidang, enggak boleh jadi saksi katanya. Jadi aku tahu perubahan Bang Ammar yang sudah banyak. Jauh berubah gitu.”
Kesimpulan
Dokter Kamelia menegaskan bahwa ia tetap berkomitmen dengan Ammar, meskipun masa depan hubungan mereka masih belum jelas. “Jalani saja sesuai skenario Allah. Balik lagi jodoh, maut, rezeki itu kan di tangan Allah gitu ya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa ia tidak ingin terus diakui sebagai kekasih, tetapi ingin Ammar menjadi garda terdepannya. “Bukan (ingin diakui) keberadaan, ini gua pacarnya, enggak. Maksudnya, selama ini aku yang mengurusi. Ketika ada yang zalim sama aku, menyalahkan aku, harusnya Bang Ammar garda terdepannya aku dong gitu.”







