Gubernur Jatim Sambut 58 Bhikkhu Peserta Indonesia Walk for Peace 2026
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyambut kedatangan 58 Bhikkhu peserta Indonesia Walk for Peace 2026 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (15/5/2026). Kehadiran para Bhikkhu ini menjadi momen penting dalam upaya menyebarluaskan pesan perdamaian dunia.
Para Bhikkhu melakukan perjalanan spiritual sejauh sekitar 666 kilometer dengan berjalan kaki. Mereka membawa pesan perdamaian yang universal dan menjadi bagian dari kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat harmoni antarumat beragama. Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga perdamaian.
“Selamat datang di Jawa Timur, Bumi Majapahit, bumi yang mengenalkan Bhinneka Tunggal Ika, bahwa kita berbeda-beda tetapi kita satu dalam mewujudkan Harmoni antar manusia di Bumi,” kata Gubernur Khofifah.
Ia juga menyampaikan harapan agar pesan perdamaian yang disampaikan oleh para Bhikkhu dapat terus ditegakkan dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, saat ini mewujudkan perdamaian sangat dibutuhkan dan harus bersama-sama terus digaungkan.
Peserta dari Berbagai Negara
Diketahui bahwa para Bhikkhu berasal dari empat negara berbeda. Sebanyak 43 orang dari Thailand, 4 orang dari Malaysia, 3 orang dari Laos, dan 8 orang dari Indonesia. Perjalanan spiritual mereka dilakukan dengan berjalan kaki, menghadapi berbagai tantangan yang tidak mudah, namun tetap semangat dalam menyebarkan pesan perdamaian.
“Pesan ini adalah pesan universal, menurut saya ini sesuatu yang harus terus diingatkan lagi kepada dunia bahwa perdamaian itu sesuatu yang dibutuhkan oleh kehidupan umat manusia mau dari suku apapun, mau agama apapun, di daerah manapun mereka butuh kehidupan yang damai,” ujar salah satu peserta.
Perjalanan Spiritual untuk Memperkuat Harmoni
Melalui momentum ini, Gubernur Khofifah menyerukan untuk memperkuat toleransi, kebersamaan, dan harmoni antarumat beragama di Jawa Timur dan Indonesia. Harapannya, persinggahan Bhikkhu di Gedung Grahadi akan menjadi penguat resonansi dalam menebar kedamaian.
“Saya rasa pada saatnya resonansi itu akan didengar dan kemudian diikuti karena suara perdamaian ini suara universal yang disuarakan oleh sangat banyak komunitas dan kali ini 58 bhante menyampaikan pesan itu, walk for peace,” jelasnya.
Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa perjalanan ini lebih dari sekadar perjalanan melintasi antarkota dan antarwilayah, tetapi langkah untuk membawa pesan perdamaian yang melampaui batas bangsa, budaya, dan keyakinan.
Momentum ini juga menjadi ruang spiritual sekaligus sosial yang sangat penting untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta meneguhkan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.
“Perjalanan ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai perdamaian, kemanusiaan, dan persaudaraan dapat menyatukan manusia di tengah berbagai perbedaan,” jelasnya.
Sambutan Hangat dari Masyarakat Jawa Timur
Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menuturkan masyarakat Jawa Timur merasa terhormat dapat menjadi bagian dari perjalanan mulia ini. Kehadiran para Bhikkhu menghadirkan kesejukan sekaligus menjadi pengingat untuk terus menjaga harmoni, toleransi, dan persaudaraan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
“Kami berharap para Bhikkhu dapat merasakan kehangatan masyarakat Jawa Timur,” ujarnya.
Di kesempatan ini, Gubernur Khofifah juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini dengan penuh dedikasi dan kebersamaan. Ia juga mendoakan agar rangkaian perjalanan Indonesia Walk for Peace 2026 diberikan kelancaran, kesehatan, kekuatan, dan keselamatan hingga mencapai tujuan akhir.
“Semoga setiap langkah yang dijalani menjadi jejak kebaikan yang membawa kedamaian bagi Indonesia dan dunia. Semoga kebersamaan hari ini menjadi kenangan hangat dalam perjalanan spiritual para Bhikkhu sekalian,” pungkasnya.
Pengalaman dan Kesan Para Bhikkhu
Kepala Rombongan Bhikkhu Bhante Phra Phanarin Oaksonthip menyampaikan dirinya merasa senang di hari ketujuh perjalanannya telah sampai di Surabaya Jawa Timur. Ia juga terkesan atas sambutan Gubernur Khofifah, aparat juga masyarakat yang begitu ramah kepada mereka, perbedaan bahasa tidak menjadi kendala berarti.
“Kami bahagia sekali karena selama perjalanan dari Bali hawanya panas tapi saat sampai di Surabaya rasanya adem karena banyak pohonnya. Terima kasih atas penyambutannya yang hangat yang diberikan pemerintah, aparat dan masyarakat,” ucap Bhante Phra Phanarin.




