Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Suporter Timnas Indonesia Serbu Stadion Usai Kalah di FIFA Series 2026, Ucap Ini Secara Kompak

    5 April 2026

    Harga BBM Subsidi Masih Bisa Naik Meski Harga Non Subsidi Turun

    4 April 2026

    Angin Kencang Rusak Rumah dan RSUD Ploso di Jombang

    4 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 5 April 2026
    Trending
    • Suporter Timnas Indonesia Serbu Stadion Usai Kalah di FIFA Series 2026, Ucap Ini Secara Kompak
    • Harga BBM Subsidi Masih Bisa Naik Meski Harga Non Subsidi Turun
    • Angin Kencang Rusak Rumah dan RSUD Ploso di Jombang
    • Ultimatum Noel untuk Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Pemimpin KPK Harus Mundur
    • Alasan Proyek PSEL Tidak Jadi Dibangun di Malang, Lahan dan Biaya Tinggi Jadi Penyebab Utama
    • 10 Makanan Pencerah Kulit yang Wajib Diketahui
    • Lima Bakmi Lezat di Jakarta Selatan untuk Makan Siang yang Menggugah Selera
    • Ayaka Miura vs. Chihiro Sawada, Dua Pertandingan MMA Lainnya Memeriahkan ONE Samurai 1
    • Mengunjungi Pohon Purba di Lombok Timur yang Dikelola Warga Binaan Lapas
    • Pahlawan Film The Hostage: Kisah Nyata TNI AL Selamatkan Sandera di Selat Malaka
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Nasional»Hubungan Lembur di Pentagon dengan Lonjakan Pesanan Pizza

    Hubungan Lembur di Pentagon dengan Lonjakan Pesanan Pizza

    adm_imradm_imr15 Maret 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Fenomena Lonjakan Pesanan Pizza di Sekitar Pentagon

    Fenomena lonjakan pesanan pizza di sekitar Pentagon sering memicu spekulasi, terutama ketika dikaitkan dengan laporan serangan militer Israel ke Iran. Lonjakan ini diamati beberapa jam sebelum berita besar muncul, sehingga warganet menafsirkan sebagai indikasi aktivitas lembur pejabat militer atau analis pertahanan. Data keramaian di peta digital digunakan untuk memantau restoran, terutama pada malam-malam menjelang peristiwa geopolitik penting.

    Bagi sebagian orang, peningkatan aktivitas restoran di sekitar markas Departemen Pertahanan Amerika Serikat dianggap sebagai sinyal pejabat bekerja hingga larut malam. Narasi ini kemudian menyebar luas di media sosial. Meski terdengar seperti teori konspirasi ringan, pola tersebut memiliki jejak historis yang panjang dan kembali ramai diperbincangkan setiap kali ketegangan global meningkat.

    Setiap kali muncul krisis militer, warganet membahas apa yang dikenal sebagai Pentagon Pizza Index. Istilah ini merujuk pada dugaan korelasi antara jam kerja larut malam di Pentagon dan lonjakan pesanan makanan cepat saji di sekitarnya. Ketika pejabat dan analis pertahanan bekerja hingga dini hari, mereka membutuhkan makanan praktis seperti pizza. Lantas, seberapa kuat sebenarnya hubungan ini?

    Apa Itu Pentagon Pizza Index?



    Pentagon Pizza Index adalah istilah informal yang digunakan untuk menggambarkan lonjakan pesanan pizza di sekitar gedung pemerintah AS sebagai indikasi meningkatnya aktivitas kerja. Para pengamat memantau tingkat keramaian restoran melalui fitur “Popular Times” di Google Maps atau aplikasi peta digital lain. Ketika grafik menunjukkan peningkatan pengunjung pada jam yang tidak lazim, muncul dugaan bahwa pejabat bekerja hingga larut malam untuk menangani isu penting.

    Menurut The Times of India, fenomena ini juga dikenal sebagai Pentagon Pizza Meter, yang menyebut bahwa lonjakan pesanan makanan cepat saji ke gedung seperti Pentagon, White House, atau CIA bisa menjadi petunjuk awal terjadinya krisis geopolitik. Konsep ini berakar dari praktik open-source intelligence (OSINT) pada era Perang Dingin, ketika intelijen Uni Soviet dilaporkan memantau pengantaran makanan ke gedung pemerintah AS. Istilah awalnya dikenal sebagai “Pizzint” atau Pizza Intelligence. Kini pola pengamatan tersebut kembali populer di era digital.

    Lonjakan Pesanan Pizza Pernah Terjadi pada Invasi Panama 1989 dan Perang Teluk 1991



    Sejumlah catatan historis menyebutkan lonjakan pesanan pizza menjelang momen penting, seperti invasi Panama 1989 dan Perang Teluk 1991. Restoran di sekitar Washington, D.C. melaporkan volume pesanan tinggi dari kantor-kantor pemerintahan. Bahkan, markas seperti CIA disebut mengalami pola serupa. Dari sinilah istilah Pentagon Pizza Index mulai populer.

    Fenomena serupa muncul kembali ketika ketegangan Timur Tengah meningkat sepanjang 2024–2026. Perhatian publik juga dipicu oleh unggahan akun Pentagon Pizza Report (@PenPizzaReport) di platform X pada 28 Februari 2026. Akun tersebut melaporkan adanya peningkatan pesanan di sejumlah gerai pizza di sekitar kompleks Departemen Pertahanan AS pada dini hari waktu setempat, hanya beberapa menit sebelum kabar serangan udara mencuat. Informasi itu dibagikan dalam bentuk tangkapan layar tingkat keramaian restoran.

    Salah satu gerai yang disebut mengalami peningkatan aktivitas adalah Pizzato Pizza, yang berlokasi tidak jauh dari Pentagon. Lonjakan tercatat sekitar pukul 01:28 waktu Timur Amerika Serikat, berdekatan dengan laporan dimulainya serangan udara sekitar pukul 01:15 EST (Eastern Standard Time) atau 09.15 waktu Iran. Sehari sebelumnya, pada 27 Februari 2026 pukul 14:42 EST, beberapa gerai lain di kawasan yang sama juga dilaporkan mencatat volume pesanan di atas rata-rata. Meski tidak ada konfirmasi resmi, kedekatan waktu ini memicu spekulasi tentang aktivitas lembur pejabat pertahanan.

    Pihak Pentagon Menanggapinya Secara Santai akan Fenomena Tersebut



    Pihak Pentagon menanggapi fenomena ini dengan santai. Juru bicara Kementerian menekankan bahwa kompleks Pentagon memiliki banyak fasilitas makan internal, termasuk pizza, sehingga lonjakan pesanan dari luar tidak selalu mencerminkan aktivitas di dalam gedung. Artinya, keramaian di restoran pinggiran bukanlah ukuran langsung aktivitas lembur atau operasi militer di markas. Penjelasan ini penting untuk mencegah publik menarik kesimpulan yang berlebihan atau menganggap teori tersebut sebagai fakta.

    Mengutip New York Post, Selasa (3/3/2026), Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, bahkan sempat membuat canda tentang fenomena tersebut dalam sebuah wawancara yang ditayangkan di The Sunday Briefing. Dalam komentarnya, Hegseth bercanda bahwa ia mungkin akan memesan pizza dalam jumlah besar di malam-malam tertentu hanya untuk “mengakali” para pemantau daring yang mencoba menarik kesimpulan dari lonjakan pesanan. Sikap ini menunjukkan bahwa Pentagon menyikapi fenomena itu lebih sebagai anekdot budaya internet daripada hubungan langsung dengan kebijakan atau operasi militer.

    Lonjakan Pesanan Pizza Kerap Bertepatan dengan Momennya Penting



    Kenaikan pesanan pizza di sekitar Pentagon memang sering bertepatan dengan momen penting kebijakan pertahanan AS. Namun, korelasi ini lebih tepat dipahami sebagai kebetulan yang berulang. Ramainya restoran bisa dipicu akibat agenda lokal, tren konsumsi, atau fluktuasi biasa dalam data kunjungan. Tanpa informasi resmi tentang pemesan atau tujuan pemesanan, tidak ada bukti kuat hubungan secara langsung.

    Meski begitu, fenomena ini menunjukkan bagaimana data terbuka dan teknologi digital memungkinkan publik mengamati pola-pola kecil yang dulu luput dari perhatian. Dari grafik keramaian restoran, warganet mencoba membaca dinamika geopolitik global. Pada akhirnya, hubungan antara lembur di Pentagon dan lonjakan pesanan pizza mungkin tidak selalu akurat, tetapi fenomena ini menjadi indikator populer dan menarik di era informasi digital.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Harga BBM Subsidi Masih Bisa Naik Meski Harga Non Subsidi Turun

    By adm_imr4 April 20261 Views

    Kejagung Akui Videografer Amsal Jadi Tersangka Korupsi Proyek

    By adm_imr4 April 20262 Views

    AWK Minta Maaf Atas Penyebaran Konten Hoax

    By adm_imr4 April 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Suporter Timnas Indonesia Serbu Stadion Usai Kalah di FIFA Series 2026, Ucap Ini Secara Kompak

    5 April 2026

    Harga BBM Subsidi Masih Bisa Naik Meski Harga Non Subsidi Turun

    4 April 2026

    Angin Kencang Rusak Rumah dan RSUD Ploso di Jombang

    4 April 2026

    Ultimatum Noel untuk Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Pemimpin KPK Harus Mundur

    4 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?