Bisnis Kerajinan Boks Hampers Meningkat Pesat di Momen Ramadan 2026
Bisnis kerajinan boks atau kotak kemasan untuk hampers mengalami peningkatan pesanan yang signifikan di momen Ramadan 2026. Hal ini terlihat dari pengalaman Resita Lendy Renora (33), seorang ibu muda asal Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.
Di awal Ramadan, pesanan boks hampers yang telah dikirim oleh Lendy kepada pelanggan sudah mencapai lebih dari 4.000 biji. Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini, jumlah pesanan tersebut terus meningkat. “Hingga awal Ramadan ini, pesanan boks hampers yang sudah keluar (ke pelanggan) lebih 4.000 biji,” ujarnya saat ditemui di tempat produksi kerajinan miliknya di Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Kamis (26/2/2026).
Tempat produksi yang luas dan nyaman itu menjadi pusat kegiatan Lendy dalam memproduksi boks hampers. Di sana, ia terlihat sedang mengontrol kualitas produk yang telah selesai dikerjakan oleh karyawannya. Ia juga sering membantu pekerjaan finishing dengan memasang pita pada boks hampers yang telah selesai dikerjakan.
Selain sebagai tempat produksi, lokasi ini juga berfungsi sebagai tempat pemasaran sekaligus galeri untuk menampilkan beberapa produk boks hampers milik Lendy. Menurutnya, pesanan mulai ramai sebulan sebelum Ramadan atau dua tiga bulan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Fokus pada Produksi Boks Hampers
Lendy hanya fokus membuat boks atau kotak kemasan untuk hampers, bukan isian kuenya. Pemasaran produknya langsung menyasar ke toko kue Lebaran maupun vendor suvenir. Ia mengatakan bahwa di momen Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini, pesanan boks hampers miliknya meningkat sekitar 20 persen sampai 30 persen.
“Produksi normal kami sekitar 100-150 biji per hari. Di momen seperti ini, produksi ada peningkatan 20-30 persen,” katanya. Harganya berkisar antara Rp 17.000 hingga Rp 60.000 per biji, tergantung ukuran dan kualitas.
Merintis Bisnis dari Nol
Lendy merintis bisnis kerajinan boks hampers sejak 2018. Dari nol, ia berhasil membangun usaha yang kini memiliki omzet ratusan juta per bulan. Di awal-awal produksi, ia bisa mendapatkan pesanan 10 biji boks hampers saja sudah sangat senang.
Sekarang, target pesanan minimal 200 biji per hari. “Awal usaha, saya benar-benar sendiri. Semua saya kerjakan sendiri, mulai desain, produksi, admin, sampai pemasaran. Awalnya, saya hanya posting produk di Instagram,” ujarnya.
Lewat digital marketing, ia fokus memasarkan produknya dengan jangkauan lebih luas ke seluruh Indonesia. “Saya berpikir, kalau dipasarkan ke teman sendiri, jangkauannya terbatas. Kalau semua teman sudah pernah ditawari, berarti pasarnya sudah habis,” ujarnya.
Memperluas Pasar dan Memberdayakan Warga Sekitar
Mimpi Lendy akhirnya terwujud. Saat ini, ia sudah bisa melayani pesanan boks hampers dari seluruh Indonesia. Terkait pengiriman barang, tidak ada kendala karena banyak jasa ekspedisi pengiriman ke seluruh Indonesia.
“Selama ini, kami banyak kirim ke Jakarta, Bandung, Surabaya, Balikpapan, Makasar, dan paling jauh ke Aceh, Timika, pernah juga ke luar negeri seperti Singapura dan Malaysia,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Lendy juga bisa membuka lapangan kerja untuk para tetangganya. Ia memberdayakan para tetangga untuk bekerja memproduksi boks hampers. Saat ini, Lendy memiliki sekitar 30 karyawan yang mayoritas para tetangga sendiri.
Keunggulan Produk dan Strategi Pemasaran
Lendy memilih bisnis kerajinan boks hampers karena secara nilai bisa meningkatkan produk dari konsumen. Misalnya, konsumen yang mempunyai produk berupa baju, Lendy ingin memberikan nilai plus ke dalam produk baju tersebut melalui kemasan.
“Karena saya sendiri sadar betul bahwa kemasan itu juga punya nilai plus dari produk tersebut. Saya juga pernah usaha baju,” ujarnya. “Makanya, kami fokus ke kemasan bukan ke isi. Karena, salah satu peluang yang belum banyak dipegang orang-orang itu ya kemasan ini,” pungkasnya.







