Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Spesifikasi Tesla Model 3 2026: Mobil Listrik Canggih dengan Autopilot dan Keamanan Terbaik

    12 Juni 2026

    4 Berita Terpopuler Sumbar: Penghambat Flyover Sitinjau Lauik hingga Kasus Abu Janda

    12 Juni 2026

    Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Sepanjang Hari, Suhu Capai 33 Derajat Celsius

    12 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 12 Juni 2026
    Trending
    • Spesifikasi Tesla Model 3 2026: Mobil Listrik Canggih dengan Autopilot dan Keamanan Terbaik
    • 4 Berita Terpopuler Sumbar: Penghambat Flyover Sitinjau Lauik hingga Kasus Abu Janda
    • Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Sepanjang Hari, Suhu Capai 33 Derajat Celsius
    • Negara Tujuan Utama Investasi Tiongkok dalam 20 Tahun: AS hingga RI
    • Kekerasan Seksual di Pesantren Kaltim: Mengapa Korban Tidak Berani Bicara Selama Bertahun-Tahun?
    • Nama Bayi Laki-Laki Islami 2 Kata A-Z Pembawa Rezeki
    • 7 Langkah Cegah Diabetes Saat Hamil
    • Masyarakat dan Pedagang Pusing Akibat Hidup Semakin Berat: Segala Sesuatu Kini Mahal
    • Jadwal Kapal Pelni KM Tatamailau 8-4 Juni: Rute Baru Timika-Merauke-Manokwari dengan Diskon Tiket
    • Kode Redeem FF Terbaru Senin 8 Juni 2026: Klaim Hadiah Gratis!
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Nasional»IMF: Perang Picu Inflasi, Negara Miskin Paling Tertimpa

    IMF: Perang Picu Inflasi, Negara Miskin Paling Tertimpa

    adm_imradm_imr10 April 20263 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perang di Timur Tengah Berdampak pada Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Global

    Perang di kawasan Timur Tengah diperkirakan akan menyebabkan inflasi yang lebih tinggi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi global. Hal ini disampaikan oleh pimpinan Dana Moneter Internasional (IMF) kepada Reuters, menjelang rilis proyeksi ekonomi dunia oleh lembaga tersebut pekan depan. Perang tersebut telah memicu gangguan terburuk dalam pasokan energi global, dengan jutaan barel produksi minyak terhenti akibat penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran, jalur penting bagi pengiriman seperlima minyak dan gas dunia.

    Kristalina Georgieva, pimpinan IMF, mengatakan bahwa bahkan jika konflik segera berakhir, IMF tetap akan menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dan menaikkan perkiraan inflasi. Perang ini diperkirakan akan menjadi fokus utama dalam pembahasan para pejabat keuangan dari seluruh dunia dalam pertemuan musim semi IMF dan Bank Dunia di Washington pekan depan.

    IMF dijadwalkan merilis berbagai skenario dalam laporan World Economic Outlook pada 14 April. Dalam unggahan blog pada 30 Maret, IMF telah memberi sinyal kemungkinan penurunan proyeksi, dengan menyebut dampak asimetris perang dan pengetatan kondisi keuangan. Tanpa perang, IMF sebelumnya memperkirakan pertumbuhan global sebesar 3,3 persen pada 2026 dan 3,2 persen pada 2027, seiring pemulihan ekonomi pascapandemi.

    “Sebaliknya, semua arah kini mengarah pada harga yang lebih tinggi dan pertumbuhan yang lebih lambat,” ujar Georgieva, yang akan memberikan pratinjau pertemuan tersebut dalam pidato pada Kamis. Presiden Bank Dunia Ajay Banga juga dijadwalkan menyampaikan pandangannya dalam sebuah acara pada Selasa.

    “Kita berada di dunia dengan ketidakpastian yang tinggi,” kata Georgieva, merujuk pada ketegangan geopolitik, perkembangan teknologi, guncangan iklim, dan perubahan demografi. “Semua ini berarti setelah kita pulih dari guncangan ini, kita harus tetap waspada terhadap guncangan berikutnya.”

    Dampak pada Pasokan Energi dan Rantai Pasok

    Perang tersebut telah mengurangi pasokan minyak global sebesar 13 persen, dengan dampaknya menjalar ke pengiriman minyak dan gas serta rantai pasok terkait seperti helium dan pupuk. Bahkan jika konflik berakhir cepat dan pemulihan berlangsung relatif cepat, revisi penurunan pertumbuhan dan kenaikan inflasi tetap akan terjadi dalam skala yang relatif kecil. Jika perang berlangsung lama, dampaknya terhadap inflasi dan pertumbuhan akan semakin besar.

    Negara-negara miskin dan rentan tanpa cadangan energi akan menjadi pihak yang paling terdampak, kata Georgieva. Banyak negara tidak memiliki ruang fiskal yang cukup untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga akibat perang, yang juga meningkatkan risiko gejolak sosial. Georgieva mengatakan beberapa negara telah meminta bantuan pendanaan, meski tidak merinci negara mana saja. IMF juga dapat memperluas program pinjaman yang ada untuk memenuhi kebutuhan negara-negara tersebut.

    Kenaikan Harga Minyak dan Dampak pada Pangan

    Subsidi energi secara luas bukan solusi, ujarnya, seraya mengingatkan pembuat kebijakan agar menghindari kebijakan yang justru dapat memperparah tekanan inflasi. Dampak perang bersifat asimetris, paling berat dirasakan negara pengimpor energi. Namun, negara pengekspor energi seperti Qatar juga terdampak akibat serangan Iran terhadap fasilitas produksinya.

    Qatar diperkirakan membutuhkan waktu tiga hingga lima tahun untuk memulihkan 17 persen produksi gas alamnya akibat kerusakan tersebut. Sementara itu, Badan Energi Internasional melaporkan sebanyak 72 fasilitas energi rusak akibat perang, sepertiganya mengalami kerusakan berat. “Bahkan jika perang berhenti hari ini, dampak negatifnya akan tetap terasa bagi dunia,” ujar Georgieva.

    Perhatian pada Ketahanan Pangan

    Setelah AS dan Israel melancarkan serangan pada 28 Februari, Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, yang mendorong lonjakan harga minyak mentah dan gas alam cair. Harga minyak Brent internasional berada di kisaran 110 dolar AS per barel pada Senin. Pimpinan IMF, Badan Energi Internasional, dan Bank Dunia pekan lalu menyatakan akan membentuk upaya terkoordinasi untuk menilai dampak energi dan ekonomi dari perang tersebut.

    Georgieva mengatakan IMF juga berkoordinasi dengan Program Pangan Dunia (World Food Programme) dan Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization) terkait ketahanan pangan. Program Pangan Dunia menyatakan pada pertengahan Maret bahwa jutaan orang berpotensi menghadapi kelaparan akut jika perang berlanjut hingga Juni. Georgieva menilai krisis pangan belum terjadi saat ini, tetapi risiko tersebut dapat meningkat jika distribusi pupuk terganggu.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    4 Berita Terpopuler Sumbar: Penghambat Flyover Sitinjau Lauik hingga Kasus Abu Janda

    By adm_imr12 Juni 20260 Views

    Berita Terkini: BBM Campur Bioetanol E5, VinFast Viper, dan CFMoto 150SC-F

    By adm_imr12 Juni 20264 Views

    Pengacara Sony Sonjaya: Otak Korupsi MBG Bukan Dia

    By adm_imr12 Juni 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Spesifikasi Tesla Model 3 2026: Mobil Listrik Canggih dengan Autopilot dan Keamanan Terbaik

    12 Juni 2026

    4 Berita Terpopuler Sumbar: Penghambat Flyover Sitinjau Lauik hingga Kasus Abu Janda

    12 Juni 2026

    Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Sepanjang Hari, Suhu Capai 33 Derajat Celsius

    12 Juni 2026

    Negara Tujuan Utama Investasi Tiongkok dalam 20 Tahun: AS hingga RI

    12 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?