Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Amsal Sitepu Bocorkan Rencana dengan Istri untuk Promil yang Gagal karena Kasus Korupsi, Menangis

    6 April 2026

    Harap Tradisi Rioyo Ketupat di Pekauman Gresik Jadi Cagar Budaya WBTBI

    6 April 2026

    Kepentingan Penetapan Ulang Batas Wilayah PascaBencana

    6 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 6 April 2026
    Trending
    • Amsal Sitepu Bocorkan Rencana dengan Istri untuk Promil yang Gagal karena Kasus Korupsi, Menangis
    • Harap Tradisi Rioyo Ketupat di Pekauman Gresik Jadi Cagar Budaya WBTBI
    • Kepentingan Penetapan Ulang Batas Wilayah PascaBencana
    • Gus Ipul Dorong Kades Malang Bangun Puskesos dan Perbarui DTSEN
    • Apakah stres memengaruhi kecepatan ejakulasi?
    • 12 Makanan Superfood dalam Al-Qur’an
    • Djarum Foundation dan PB Djarum: Kontribusi Michael Bambang Hartono dalam Pendidikan dan Olahraga
    • Pramono Dukung PP Tunas, Siapkan Peraturan di Jakarta
    • 7 Tempat Wisata Malang Paling Ikonik 2026 untuk Keluarga dan Pasangan
    • 5 Zodiak dengan Ramalan Bintang Terbaik Hari Ini, Aries Tampil Percaya Diri
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Daerah»Jadwal Imsakiyah Surabaya 22 Februari 2026 dan Penjelasan Ahli Gizi Unair tentang Puasa

    Jadwal Imsakiyah Surabaya 22 Februari 2026 dan Penjelasan Ahli Gizi Unair tentang Puasa

    adm_imradm_imr27 Februari 20263 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perbedaan Puasa Ramadan dan Intermittent Fasting

    Puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga memiliki makna serta tujuan yang berbeda tergantung pada praktiknya. Hal ini penting dipahami masyarakat, terutama di awal Ramadan, agar ibadah tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan kesehatan tubuh.

    Ahli gizi dari Universitas Airlangga, Mahmud Aditya Rifqi SGz MSi PhD, menjelaskan bahwa puasa Ramadan dan intermittent fasting (IF) memiliki perbedaan mendasar, baik dari sisi tujuan maupun penerapan pola makan. Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan III Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair ini menegaskan bahwa puasa Ramadan fokus utamanya adalah ibadah, sedangkan intermittent fasting umumnya diterapkan dengan tujuan kesehatan, seperti pengaturan berat badan atau perbaikan metabolisme.

    Pengaturan Waktu Makan yang Berbeda



    Secara konsep, puasa Ramadan dan intermittent fasting sama-sama menerapkan pengaturan waktu makan atau time-restricted eating. Namun, terdapat perbedaan signifikan dalam penerapannya. Di Indonesia, durasi puasa Ramadan berlangsung sekitar 13–14 jam dari sahur hingga berbuka. Selama waktu tersebut, umat Muslim tidak diperbolehkan makan maupun minum.

    Sementara itu, intermittent fasting memiliki pola yang lebih beragam. Salah satu metode yang populer adalah pola 16:8, yakni 16 jam berpuasa dan delapan jam waktu makan. Selain itu, terdapat pula pola 5:2, eat stop eat, hingga one meal a day.

    “Perbedaan lainnya adalah tingkat keketatan. Pada puasa Ramadan, selama waktu berpuasa tidak boleh ada asupan makanan maupun minuman. Sedangkan pada intermittent fasting, masih diperbolehkan minum air putih atau minuman non-kalori seperti kopi tanpa gula,” jelasnya.

    Pentingnya Memenuhi Kebutuhan Energi Tubuh

    Dari perspektif ilmu gizi, Mahmud menegaskan pentingnya memperhatikan kebutuhan energi tubuh selama menjalankan puasa. Tubuh membutuhkan waktu sekitar 3–6 jam untuk mencerna makanan dan memiliki ritme biologis dalam mengatur penyerapan serta penggunaan energi. Ia menjelaskan bahwa karbohidrat sebagai sumber energi utama akan disimpan dalam bentuk glikogen dan digunakan kembali saat tubuh kekurangan asupan.

    Menurutnya, puasa dapat memberikan manfaat kesehatan jika dilakukan dengan tepat. “Puasa, baik Ramadan maupun intermittent fasting, dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin. Ini baik untuk pengendalian gula darah,” ungkapnya.

    Jangan Abaikan Kebutuhan Kalori Minimal

    Meski bermanfaat, Mahmud mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan kebutuhan kalori minimal tubuh atau basal metabolic rate (BMR). Kekurangan asupan energi dalam jangka panjang dapat berdampak buruk bagi kesehatan. “Jika asupan kalori terus-menerus berada di bawah kebutuhan minimal, tubuh bisa mengalami defisit energi yang berbahaya. Awalnya lemak memang terbakar, tetapi jika berlanjut, tubuh dapat menggunakan protein otot sebagai sumber energi,” jelasnya.

    Ia menyarankan agar pengurangan kalori, terutama dalam praktik intermittent fasting, dilakukan secara bertahap sekitar 300–500 kilokalori dari kebutuhan harian dan tidak sampai di bawah batas minimal tubuh. Untuk Ramadan, Mahmud juga mengingatkan agar masyarakat tidak makan berlebihan setelah berbuka. “Jangan sampai setelah berbuka justru makan berlebihan dalam waktu berdekatan. Tubuh bisa terbebani,” katanya.

    Pola Makan Seimbang Selama Ramadan

    Ia merekomendasikan pola makan seimbang dengan satu kali makan utama setelah berbuka, sahur yang cukup, serta tambahan selingan sehat bila diperlukan. Kebutuhan cairan minimal delapan gelas per hari sebaiknya dipenuhi dengan pembagian waktu saat berbuka, malam hari, dan sahur. Selain itu, konsumsi makanan tinggi serat seperti sayur dan buah dianjurkan untuk menjaga rasa kenyang lebih lama serta kestabilan energi selama berpuasa. Makanan berkuah juga bisa menjadi pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

    “Puasa Ramadan adalah momen ibadah, tetapi dari sisi kesehatan juga bisa menjadi kesempatan memperbaiki pola makan. Kuncinya ada pada pengaturan yang seimbang dan sesuai kebutuhan tubuh,” pungkasnya.

    Jadwal Imsakiyah Surabaya Besok, Minggu 22 Februari 2026

    Memasuki hari-hari awal Ramadan 1447 Hijriah, memantau jadwal Imsakiyah menjadi hal krusial agar sahur dan berbuka dilakukan tepat waktu, khususnya bagi masyarakat Kota Surabaya dan sekitarnya. Berikut jadwal Imsakiyah dan waktu salat Surabaya, Minggu 22 Februari 2026:

    • Imsak: 04:07
    • Subuh: 04:17
    • Terbit: 05:31
    • Dhuha: 05:58
    • Zuhur: 11:46
    • Ashar: 14:53
    • Maghrib: 17:54 (Waktu Berbuka Puasa)
    • Isya: 19:04

    Jadwal Imsakiyah

    Sabtu, 21 Februari 2026 (3 Ramadan 1447 H)

    KOTA SURABAYA

    – Imsak: 04:07

    – Subuh: 04:17

    – Zhuhr: 11:46

    – ‘Ashr: 14:54

    – Maghrib: 17:55

    – ‘Isya’: 19:05

    Dengan memahami perbedaan puasa dari sisi kesehatan sekaligus mematuhi jadwal ibadah, Ramadan diharapkan dapat dijalani secara lebih khusyuk, sehat, dan seimbang.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Harap Tradisi Rioyo Ketupat di Pekauman Gresik Jadi Cagar Budaya WBTBI

    By adm_imr6 April 20261 Views

    Aksi pencurian motor di parkiran kos Surabaya gagal, dua pelaku ditangkap satu kabur

    By adm_imr6 April 20260 Views

    Kemacetan Mengular di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Meski Puncak Arus Balik Lebaran Lewat

    By adm_imr6 April 20264 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Amsal Sitepu Bocorkan Rencana dengan Istri untuk Promil yang Gagal karena Kasus Korupsi, Menangis

    6 April 2026

    Harap Tradisi Rioyo Ketupat di Pekauman Gresik Jadi Cagar Budaya WBTBI

    6 April 2026

    Kepentingan Penetapan Ulang Batas Wilayah PascaBencana

    6 April 2026

    Gus Ipul Dorong Kades Malang Bangun Puskesos dan Perbarui DTSEN

    6 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?