Penunjukan Irjen Johnny Eddizon Isir sebagai Kadiv Humas Polri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan rotasi besar-besaran di jajaran perwira tinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Dalam mutasi terbaru ini, Irjen Johnny Eddizon Isir resmi ditunjuk sebagai Kepala Divisi Humas (Kadiv Humas) Polri.
Berdasarkan surat telegram Kapolri bernomor KEP/62/I/2026 tertanggal 15 Januari 2026, Irjen Johnny Eddizon Isir yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Papua Barat kini berpindah tugas ke Markas Besar Polri. Ia menggantikan posisi Irjen Sandi Nugroho yang mendapatkan penugasan baru sebagai Kapolda Sumatera Selatan.
Langkah rotasi ini disebut sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan penguatan fungsi komunikasi publik Polri. Pihak Mabes Polri melalui Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, memberikan konfirmasi resmi terkait beredarnya surat telegram mutasi tersebut. “Benar (mutasi Polri),” ujar Trunoyudo kepada wartawan, termasuk Infomalangraya.com, Sabtu (24/1/2026).
Mutasi ini menjadi salah satu langkah strategis Kapolri dalam menempatkan putra-putra terbaik Polri di posisi krusial, terutama pada bidang hubungan masyarakat yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan informasi kepolisian.
Rekam Jejak Johnny Eddizon Isir
Penunjukan Johnny menarik perhatian publik mengingat rekam jejaknya yang cemerlang. Jenderal bintang dua asal Papua ini pernah dipercaya menjadi ajudan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), pada tahun 2017 silam.
Johnny Eddizon Isir lahir di Jayapura, Papua, pada 7 Juni 1975. Johnny merupakan perwira tinggi Polri berpangkat Inspektur Jenderal Polisi atau jenderal bintang dua. Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Kristus Raja Jayapura pada 1981-1987. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 2 Jayapura (1987-1990) dan SMA Taruna Nusantara Magelang (1990-1993).
Pendidikan kepolisian dijalaninya di Akpol Semarang pada 1993-1996, Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2001-2003, Program Master Transnational Crime Prevention (MTCP) di University of Wollongong, Australia pada 2006, serta menempuh pendidikan Sespimti pada 2018.
Karier kepolisian Johnny dimulai sebagai Pamapta Polres Dili, Timor Timur pada 1997-1998. Ia kemudian menjabat Kasat Serse Polres Maliana, Timor Timur (1998-1999), Kasat Sabhara Polres Dili (1999), serta KBO Serse Polres Surabaya Utara Polda Jawa Timur pada 1999-2000. Pada 2000-2001, Johnny dipercaya sebagai Kanit Res Intel Polsek Krembangan Polres Surabaya Utara.
Ia kemudian menjabat Kapolsek Karangpilang Polres Surabaya Selatan pada 2003-2005 serta Kanit I Sat II Ekonomi Ditreskrim Polda Jawa Timur pada 2007-2008. Karierannya berlanjut sebagai Wakasat Serse Polwiltabes Surabaya (2008-2009), Wakapolres Surabaya Selatan Polda Jawa Timur (2009-2010), Kanit II Sat I Pidum Ditreskrim Polda Jawa Timur (2010-2011), dan Kanit I Subdit II Hardabangta Ditreskrimum Polda Jawa Timur pada 2011-2012.
Johnny kemudian bertugas di wilayah Papua sebagai Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Papua pada 2012-2013. Ia juga pernah menjabat sebagai Kapolres Jayawijaya (2013-2014) dan Kapolres Manokwari pada 2014-2016. Pada 2016, ia dipercaya sebagai Wadirreskrimum Polda Banten sekaligus Dosen Utama STIK PTIK.
Setahun kemudian, Johnny menjabat Dirreskrimsus Polda Riau dan ditunjuk sebagai Ajudan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pada 2017. Karier di Mabes Polri berlanjut sebagai Irbidjemensdm II Itwil V Itwasum Polri pada 2019 dan Analis Kebijakan Madya Bidang Binkar SSDM Polri pada tahun yang sama.
Pada tahun yang sama, Johnny dipercaya menjabat Kapolrestabes Medan hingga 2020. Setelah itu, Johnny memimpin Polrestabes Surabaya pada 2020-2021, lalu menjabat Wakapolda Sulawesi Utara pada 2021-2023. Ia juga pernah ditugaskan sebagai Karojianstra Sops Polri pada 2023 sebelum menjadi Kapolda Papua Barat.
Kekayaan Irjen Johnny Eddizon Isir
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laman e-LHKPN, Irjen Johnny Eddizon Isir terakhir melaporkan kekayaannya pada 22 Februari 2022. Berikut rincian kekayaannya:
A. Tanah dan Bangunan: Rp 4.500.000.000
1. Tanah dan Bangunan Seluas 128 m2/125 m2 di KAB / KOTA KOTA SURABAYA, HASIL SENDIRI: Rp 2.500.000.000
2. Tanah dan Bangunan Seluas 103 m2/185 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HASIL SENDIRI: Rp 2.000.000.000
B. Alat Transportasi dan Mesin: Rp 400.000.000
1. MOBIL, TOYOTA FORTUNER Tahun 2017, HASIL SENDIRI: Rp 400.000.000
C. Harta Bergerak Lainnya: Rp 60.000.000
D. Surat Berharga: Rp 0
E. Kas dan Setara Kas: Rp 2.102.530.724
F. Harta Lainnya: Rp 0
Sub Total: Rp 7.062.530.724
II. Hutang: Rp 0
III. Total Harta Kekayaan (I-II): Rp 7.062.530.724







