Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Viral TikTok, Mahasiswi Hubungi Dekan untuk Lulus Cumlaude

    28 April 2026

    Fakta Mengejutkan Suami Bakar Istri dan Diri Sendiri di Banyuwangi, Sering Terjadi Perkelahian

    28 April 2026

    3 Perbedaan Umum Dinar dan Dirham

    28 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 28 April 2026
    Trending
    • Viral TikTok, Mahasiswi Hubungi Dekan untuk Lulus Cumlaude
    • Fakta Mengejutkan Suami Bakar Istri dan Diri Sendiri di Banyuwangi, Sering Terjadi Perkelahian
    • 3 Perbedaan Umum Dinar dan Dirham
    • Fakta Viral Kasus Daycare Yogyakarta, 13 Pelaku Kekerasan Anak Ditetapkan
    • Teror di Tol Waru, Bus Arema FC Dilempari Batu ke Bandung
    • 40 Soal Fiqih Kelas 2 Semester 2 Lengkap Jawaban 2026-2027
    • Ber-Qurban Mudah dengan BRImo: Kebaikan di Ujung Jari
    • Menjamin Hak Dasar Air Bersih, Asa Baru di Bawah Strategi Perumda TRS Subang
    • Jika Masih Menyetrika Sebelum Keluar, Anda Mungkin Miliki 6 Kepribadian Ini
    • 15 Tempat Wisata yang Harus Dikunjungi Saat Liburan, Semuanya Indah Bak Permata
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Nasional»Jejak Karier Jenderal TNI Yudi Abrimantyo yang Jadi Sorotan Usai Kasus Air Keras

    Jejak Karier Jenderal TNI Yudi Abrimantyo yang Jadi Sorotan Usai Kasus Air Keras

    adm_imradm_imr23 Maret 202613 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Koalisi Sipil Kecam Dugaan Keterlibatan Prajurit TNI dalam Kasus Penyiraman Air Keras

    Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, terus menjadi perhatian publik. Insiden ini memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat sipil yang menuntut penanganan kasus secara transparan dan menyeluruh.

    Desakan untuk Pengusutan Hingga Aktor Intelektual

    Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan. Mereka meminta aparat penegak hukum mengusut hingga pihak yang diduga menjadi dalang di balik aksi tersebut.

    Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Muhamad Isnur, menyampaikan kecaman keras atas insiden ini. Dalam keterangan tertulisnya, Isnur juga mengkritik langkah TNI yang dinilai cenderung membawa perkara ke ranah peradilan militer.

    “Koalisi Masyarakat Sipil mendesak agar keempat tersangka dituntut secara pidana melalui sistem peradilan umum. Membawa kasus ini ke peradilan militer dikhawatirkan akan menghilangkan tingkat keparahan dan sistematisnya kasus ini. Bukan tidak mungkin kasus ini menyeret pelaku dengan rantai komando yang lebih tinggi sebagai aktor intelektualnya,” kata Isnur dalam keterangannya.

    Tuntutan Evaluasi Pimpinan

    Koalisi menilai keterlibatan empat prajurit yang berdinas di Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI menjadi indikasi adanya persoalan dalam sistem pengawasan internal. Atas dasar itu, mereka mendesak agar pimpinan TNI turut bertanggung jawab.

    Nama Agus Subiyanto selaku Panglima TNI dan Yudi Abrimantyo disebut perlu dievaluasi karena dinilai tidak optimal dalam mengendalikan anggotanya. Selain itu, koalisi juga meminta keterlibatan lembaga negara untuk memastikan proses hukum berjalan objektif. Mereka mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dan Presiden untuk turun langsung menangani kasus ini.

    Salah satu tuntutan utama adalah pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen guna mengungkap secara terang benderang peristiwa tersebut, termasuk kemungkinan adanya aktor intelektual di baliknya.

    Rekam Jejak Kepala BAIS Yudi Abrimantyo

    Letnan Jenderal TNI Yudi Abrimantyo merupakan salah satu perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang dikenal luas memiliki pengalaman panjang di bidang intelijen strategis. Ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1989 dan berasal dari kecabangan infanteri, dengan latar belakang satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

    Sepanjang karier militernya, Yudi banyak berkecimpung di dunia intelijen, yang membentuk reputasinya sebagai analis dan operator strategis. Ia pernah menempati sejumlah posisi penting, mulai dari jabatan di lingkungan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, hingga bertugas di Kementerian Pertahanan sebagai pejabat strategis yang menangani urusan intelijen dan pertahanan.

    Pengalaman lintas lembaga ini memperkuat kapasitasnya dalam membaca dinamika keamanan nasional, baik dari sisi militer maupun kebijakan negara. Puncak kariernya terjadi ketika ia dipercaya menjabat sebagai Kepala BAIS TNI pada Maret 2024. Seiring dengan jabatan tersebut, ia juga mendapatkan kenaikan pangkat menjadi letnan jenderal (bintang tiga).

    Penunjukan ini dinilai sebagai bentuk kepercayaan institusi terhadap kemampuannya dalam memimpin lembaga intelijen strategis militer di tengah tantangan keamanan yang semakin kompleks. Dengan kombinasi latar belakang Kopassus, pengalaman panjang di intelijen, serta keterlibatan di level strategis pemerintahan, Yudi Abrimantyo dipandang sebagai figur kunci dalam menjaga stabilitas dan keamanan nasional, khususnya melalui peran intelijen TNI dalam mendeteksi dan mengantisipasi berbagai potensi ancaman.

    Update Kasus

    Terkait proses hukum yang tengah berjalan, Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen Yusri Nuryanto mengonfirmasi bahwa Detasemen Markas BAIS TNI telah menyerahkan empat prajurit terduga pelaku pada Rabu pagi. Keempat personel dari matra Angkatan Laut dan Angkatan Udara tersebut berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.

    Mayjen Yusri menyatakan, para terduga pelaku saat ini ditahan sementara di penjara militer Super Maximum Security Pomdam Jaya di Guntur, Jakarta Selatan. Ia juga memastikan bahwa Puspom TNI tidak akan berhenti pada pelaku lapangan dan akan mendalami sosok pemberi perintah di balik aksi keji ini melalui pengumpulan saksi serta bukti-bukti.

    Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah turut menjamin bahwa penyelidikan internal akan berjalan cermat, profesional, dan transparan sesuai perundang-undangan, tanpa mengambil kesimpulan secara terburu-buru. Di sisi lain, publik menyoroti adanya perbedaan data mengenai inisial pelaku antara temuan TNI dan kepolisian.

    Sebelumnya, Polda Metro Jaya sempat merilis inisial BHC dan MAK sebagai terduga pelaku. Merespons perbedaan ini, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menegaskan bahwa Polri akan mengkolaborasikan hasil temuan dan penyidikan mereka bersama TNI. Ia menjamin kedua institusi memiliki komitmen yang sama untuk mengungkap kasus ini secara terang benderang sesuai arahan Presiden dan Kapolri.

    Serangan air keras mematikan yang menimpa Andrie Yunus terjadi di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis malam (12/3/2026) usai korban melakukan perekaman siniar di Kantor YLBHI. Akibat insiden tersebut, Andrie mengalami luka bakar hingga lebih dari 20 persen dan mengalami penurunan ketajaman penglihatan.

    Koalisi meyakini serangan ini tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan erat dengan rekam jejak korban sebagai pembela HAM yang lantang menolak revisi Undang-Undang TNI. Sebelum kejadian nahas tersebut, korban tercatat berulang kali menerima serangkaian teror melalui nomor tak dikenal hingga intimidasi berupa lalu lalang kendaraan taktis di depan Kantor KontraS.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    APINDO Kaltara Khawatir Kenaikan BBM Hancurkan Dunia Usaha, Bisa Sebabkan PHK

    By adm_imr28 April 20261 Views

    Viral TikTok, Mahasiswi Hubungi Dekan untuk Lulus Cumlaude

    By adm_imr28 April 20261 Views

    Ayah Tiri Cabul Ditangkap, Proyek Tertunda Sebabkan Macet di Balikpapan

    By adm_imr28 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Viral TikTok, Mahasiswi Hubungi Dekan untuk Lulus Cumlaude

    28 April 2026

    Fakta Mengejutkan Suami Bakar Istri dan Diri Sendiri di Banyuwangi, Sering Terjadi Perkelahian

    28 April 2026

    3 Perbedaan Umum Dinar dan Dirham

    28 April 2026

    Fakta Viral Kasus Daycare Yogyakarta, 13 Pelaku Kekerasan Anak Ditetapkan

    28 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?