Pemkab Jombang Siapkan Berbagai Langkah Mitigasi Bencana Hujan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang telah meningkatkan kesiapan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang diperkirakan meningkat pada Januari hingga Februari 2026. Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan, mulai dari penguatan koordinasi lintas instansi hingga kesiapan personel dan peralatan di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menerbitkan surat edaran bupati kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai dasar kesiapsiagaan bersama. Strategi mitigasi ini mencakup berbagai tindakan, mulai dari surat edaran hingga pembersihan saluran air yang tersumbat.
Strategi Mitigasi: Dari Surat Edaran Hingga Pembersihan Sungai
Terkait dengan kesiapsiagaan bencana di Jombang, pertama-tama kita punya surat bupati ke seluruh OPD terkait kesiapsiagaan bencana bahkan di kecamatan pun sudah membentuk posko siaga bencana menghadapi bencana di hidrometeorologi.
Dalam upaya pencegahan, BPBD Jombang secara intens menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Informasi terbaru mengenai perkembangan cuaca menjadi acuan utama dalam pengambilan langkah teknis, termasuk pengaturan pintu air saat curah hujan meningkat.
Jika ada indikasi hujan lebat, kami langsung berkoordinasi dengan dinas teknis untuk mengendalikan aliran air agar tidak terjadi luapan.
Mitigasi risiko juga dilakukan melalui pembersihan saluran air yang tersumbat. BPBD bersama Dinas Pekerjaan Umum rutin melakukan penanganan di titik-titik rawan, terutama pada jalur sungai yang kerap menerima kiriman material seperti bambu dan sampah saat debit air meningkat.
Mitigasinya, terkait pembersihan-pembersihan di saluran-saluran air yang tersumbat, segera kita koordinasi gabungan dengan Dinas PU untuk membersihkan. Jika banjir kiriman, itu biasanya membawa material-material sampah, bambu, dan sebagai macamnya. Dan itu menutupi jembatan sehingga air tidak bisa mengalir, sehingga melebur keluar, itu sudah selalu kita koordinasikan.
Kesiapan Sumber Daya Manusia
Untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia, pemerintah daerah telah menggelar apel gabungan kesiapsiagaan. Langkah ini dimaksudkan agar seluruh unsur terkait siap bergerak cepat dalam memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.
Kami sudah melakukan apel besar kesiapsiagaan apel gabungan jika terjadi suatu bencana dan musibah maka kita sudah siap untuk melaksanakan pelayanan terhadap korban bencana.
Berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim hujan masih akan berlangsung hingga Februari. Potensi banjir luapan diperkirakan berasal dari wilayah hulu seperti Batu, Kandangan, dan sekitarnya, yang dapat berdampak pada Kecamatan Wonosalam.
Memang curah hujan di Januari sesuai prediksi BMKG puncaknya sampai dengan Februari. Kemudian potensi banjir itu banjir luapan. Kalau curah hujan tinggi dari sekitar Kota Batu, Kandangan Kediri, dan sekitarnya, kalau curah hujannya tinggi, maka Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang akan terimbas pada luapan.
Daerah Rawan Banjir
Sementara itu, sejumlah kawasan seperti Kademangan dan Kauman yang masuk wilayah Kecamatan Mojoagung, Jombang masih menjadi daerah yang perlu diwaspadai karena kerap terdampak luapan air.
Tapi kita sudah siap dengan segala SDM yang kita punya. Ketika terjadi luapan dan masyarakat perlu dievakuasi, maka kita segera melakukan evakuasi. Jika dibutuhkan dapur umum, segera kami turunkan dari Tagana.
Meskipun demikian, BPBD memastikan kesiapan penuh apabila sewaktu-waktu diperlukan evakuasi warga. Dukungan dapur umum dari Tagana juga telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Kesimpulan
Dengan berbagai langkah tersebut, BPBD Jombang berharap masyarakat tetap waspada namun tidak panik, serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama selama musim hujan berlangsung.
Prinsip kami, seluruh perangkat, personel, dan peralatan sudah dalam kondisi siap. Bahkan alat berat dan perlengkapan tanggap darurat terus digunakan untuk penanganan kejadian kecil seperti pohon tumbang.







