Penggantian Pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN)
Pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto. Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (2/6/2026) malam. Dalam pernyataannya, Prasetyo menjelaskan bahwa pergantian ini merupakan hasil evaluasi berkala yang dilakukan oleh Presiden Prabowo.
Pergantian ini mencakup jabatan Kepala BGN dan dua wakilnya. Sebelumnya, Kepala BGN adalah Dadan Hindayana, sementara dua wakilnya adalah Lodewyk Pusung dan Soni Sanjaya. Mereka diganti dengan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN, serta Agustina Arumsari dan Mayjen Eddy Trenggono sebagai wakilnya.
Keputusan tersebut diambil setelah dilakukannya evaluasi selama satu setengah tahun terakhir. Evaluasi ini melibatkan masukan dari berbagai kementerian terkait, masyarakat, hingga para penerima manfaat langsung. Prasetyo menyampaikan apresiasi atas pengabdian para pejabat lama, yang telah memberikan kontribusi besar dalam membangun fondasi awal lembaga ini.
Prasetyo berharap jajaran pimpinan baru dapat segera bergerak cepat untuk memetakan langkah taktis organisasi. Ia menekankan pentingnya konsolidasi internal dan koordinasi yang lebih baik antar komponen dalam lembaga.
Profil 3 Pejabat Baru BGN
Nanik S. Deyang
Sebelum masuk ke dalam lingkaran birokrasi dan jabatan publik, Nanik S. Deyang dikenal sebagai seorang jurnalis senior yang memiliki rekam jejak panjang di industri media cetak nasional. Karier jurnalistiknya dimulai sejak tahun 1989, ketika ia menjadi wartawati di bawah naungan jaringan media Persda Kompas-Gramedia. Ia pernah menjadi wartawan untuk Tabloid Bangkit, dan karier jurnalistiknya terus berkembang hingga ia dipercaya mengemban posisi pemimpin redaksi dan mengelola berbagai produk media di bawah Kelompok Media Peluang (KMP) serta MNC Media, seperti majalah bisnis Prospektif, tabloid Genie, dan tabloid Mom and Kiddie.
Lulusan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ini dikenal sebagai figur jurnalis perempuan yang kritis dalam menyuarakan isu-isu sosial, politik, hingga ekonomi nasional. Karier di lingkaran pemerintahan dimulai saat ia dilantik sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan atau BP Taskin pada Oktober 2024. Di lembaga tersebut, ia fokus mengintegrasikan program penanganan kemiskinan dengan pemenuhan gizi di wilayah 3T atau Terdepan, Terluar, dan Tertinggal.
Selain di badan pengentasan kemiskinan, alumni Unsoed ini juga sempat dipercaya masuk ke sektor korporasi negara. Ia tercatat pernah diangkat menjadi Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) pada pertengahan Juni 2025 lalu. Sebelum masuk ke ranah birokrasi dan BUMN, Nanik lebih dikenal sebagai tokoh yang memiliki kedekatan politik jangka panjang dengan Prabowo Subianto. Ia aktif menjadi bagian dari tim sukses pasangan Prabowo-Sandiaga Uno pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 silam.
Agustina Arumsari
Agustina Arumsari sebelumnya dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di Istana Negara pada Rabu (19/01/2026). Pengangkatan ini menjadikan Agustina sebagai wakil kepala pertama dalam sejarah BPKP sejak lembaga ini didirikan pada 1983. Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres RI) Nomor 27 P Tahun 2025.
Lahir di Purbalingga, Jawa Tengah, 9 November 1970, Agustina Arumsari adalah seorang profesional di bidang pengawasan keuangan dan pembangunan. Pendidikannya mencakup Diploma Tiga (D3) dan Diploma Empat (D4) di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), lulus masing-masing pada 1992 dan 1998. Setelah itu, ia meraih gelar Magister Hukum dari Universitas Indonesia pada 2014.
Agustina memiliki berbagai sertifikasi profesional di bidang audit dan investigasi keuangan, termasuk Certified Fraud Examiner (CFE), Certified Forensic Auditor (CFrA), Chartered Accountant (CA), Qualified Internal Auditor (QIA), serta sertifikasi Government Chief Audit Executive (CGCAE) dan Internal Audit Executive (CIAE).
Sebelum diangkat sebagai Wakil Kepala BPKP, Agustina telah menempuh perjalanan karier panjang di lembaga tersebut. Ia pernah menjabat sebagai Asisten Pengawas Keuangan dan Pembangunan Madya di Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Barat. Kemudian, ia dipercaya sebagai Direktur Investigasi Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah pada 2017, lalu menjabat sebagai Direktur Investasi III pada 2019. Sejak 31 Januari 2020, Agustina menduduki posisi Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi sebelum akhirnya diangkat sebagai Wakil Kepala BPKP dan kini menjadi Wakil Kepala BGN.
Mayjen Eddy Trenggono
Mayjen Eddy Trenggono lulus Akademi Militer (Akmil) tahun 1993. Dia pernah bertugas sebagai Pa Sahli Tingkat III Bidang Komsos Panglima TNI dan Direktur Umum (Dirum) Akademi Militer. Selain karier militernya yang cemerlang, Mayjen Eddy Trenggono juga dikenal aktif dalam berbagai program pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Ia sempat memegang posisi strategis sebagai Wakil Direktur Utama (Wadirut) PT Agrinas, di mana ia turun langsung untuk meninjau dan mendukung pendirian serta kesiapan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) guna memberdayakan ekonomi masyarakat perdesaan. Sebagai pejabat tinggi yang aktif di bidang komunikasi sosial, ia sering melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah di Indonesia untuk meninjau program-program kesejahteraan masyarakat dan kesiapan kompi produksi di sektor pangan serta perikanan.







