Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Pembalap sepeda Malang ukir sejarah di Lintang Flores 2026

    14 Mei 2026

    Laba Telkom Anjlok 20% Jadi Rp17,8 Triliun

    14 Mei 2026

    182 Sepak Pojok Terbuang! Striker Persebaya Harus Dievaluasi Musim Depan

    14 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 14 Mei 2026
    Trending
    • Pembalap sepeda Malang ukir sejarah di Lintang Flores 2026
    • Laba Telkom Anjlok 20% Jadi Rp17,8 Triliun
    • 182 Sepak Pojok Terbuang! Striker Persebaya Harus Dievaluasi Musim Depan
    • Skenario Degradasi Persis Solo ke Liga 2 2026 oleh PSM Makassar, Madura United, dan Persijap Jepara
    • Cara Mengompres Payudara dengan Es, Solusi Alami Atasi Bengkak
    • Eks Wakil Menteri Akui Terima 3 M dan Motor Ducati, Jarang Terdakwa Diberi Pujian Jaksa KPK
    • Mimpi Buruk Solo! Gustavo dan Risto Jadi Benteng Persebaya Surabaya
    • 4 trik efektif hindari mabuk gunung, jangan sepelekan!
    • 15 Ide Bisnis Kuliner Nasi yang Menguntungkan di Solo
    • Catat! Daftar Libur Panjang Mei 2026 yang Bisa Dimanfaatkan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Malang Raya»Kitab Asy-Syafiyyah Karya Habib Sholeh Alaydrus Jadi Rujukan Ulama Hadramaut Yaman

    Kitab Asy-Syafiyyah Karya Habib Sholeh Alaydrus Jadi Rujukan Ulama Hadramaut Yaman

    adm_imradm_imr4 Maret 20265 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kitab Asy-Syafiyyah: Karya Ulama Nusantara yang Menembus Batas Negara

    Kitab Asy-Syafiyyah karya Habib Sholeh Alaydrus dari Malang telah menjadi rujukan penting bagi para ulama di berbagai belahan dunia, termasuk di kawasan Hadramaut, Yaman. Kitab ini tidak hanya menjadi pegangan dalam studi fiqh mazhab Syafi’i, tetapi juga menunjukkan pengaruh luas tradisi keilmuan Nusantara di tingkat internasional.

    Latar Belakang Penulis dan Perjalanan Keilmuannya

    Habib Sholeh bin Ahmad bin Salim Alaydrus adalah seorang ulama yang lahir dan tinggal di Kota Malang. Ia tercatat sebagai murid Al-Habib Al-Qutb Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Qadir Bilfaqih, seorang ahli hadis asal Malang yang kemudian menjadi mertua beliau. Selain itu, ia juga menimba ilmu dari ulama besar Makkah, yaitu Sayyid Muhammad bin Alawy Al-Maliki.

    Selain aktif mengajar di Pondok Pesantren Darul Hadits Al-Faqihiyyah Malang serta mengasuh majelis taklim di kediamannya, Habib Sholeh dikenal sebagai ulama yang sangat produktif dalam dunia kepenulisan. Hingga saat ini, jumlah kitab yang telah beliau tulis mencapai sekitar 42 karya, sebagian di antaranya digunakan sebagai rujukan pembelajaran di berbagai pesantren serta lembaga pendidikan Islam di dalam maupun luar negeri, termasuk di Makkah, Madinah, Mesir, dan Yaman.

    Kitab Monumental dalam Mazhab Syafi’i

    Di antara puluhan karya tersebut, kitab Asy-Syafiyyah disebut sebagai salah satu karya paling monumental. Kitab ini secara khusus membahas serta menghimpun berbagai istilah penting yang digunakan dalam fiqh mazhab Syafi’i, sehingga kerap disebut sebagai semacam kamus fiqh Syafi’i.

    Popularitas kitab ini tidak hanya berkembang di lingkungan pesantren Nusantara, tetapi juga mendapat sambutan positif dari para ulama di Timur Tengah. Bahkan di wilayah Hadramaut, Yaman, kitab tersebut termasuk salah satu referensi yang digunakan oleh kalangan mufti dalam memahami istilah-istilah fiqh Syafi’iyyah.

    Dalam mukadimah kitab dijelaskan bahwa penulisan Asy-Syafiyyah berawal dari isyarat gurunya, Sayyid Muhammad bin Alawy Al-Maliki, yang mendorong Habib Sholeh untuk menghimpun berbagai istilah dalam fiqh Syafi’i agar lebih mudah dipahami para penuntut ilmu.

    Kitab ini terdiri dari dua juz dengan total sekitar 15 bab dan mencapai kurang lebih 400 halaman pembahasan.

    Mengurai Istilah dan Hirarki Ulama Syafi’iyyah

    Pada bab pertama, Habib Sholeh Alaydrus menjelaskan berbagai gelar atau julukan yang kerap disematkan kepada ulama mazhab Syafi’i, seperti Qadhi al-Qudhat, Sulthanul Ulama, hingga klasifikasi ulama salaf dan khalaf, termasuk pembagian mutaqaddimin dan muta’akhkhirin.

    Kemudian pada bab kedua, pembahasan diarahkan pada istilah-istilah metodologis yang sering digunakan dalam literatur fiqh Syafi’i, seperti makna istilah qila, qaul rajih, qaul shahih, hingga qaul al-ashah. Penjelasan tersebut membantu para pelajar memahami perbedaan tingkat kekuatan pendapat dalam kajian hukum Islam.

    Selanjutnya, pada bab-bab berikutnya, kitab ini juga menjelaskan singkatan nama kitab fiqh Syafi’i yang sering muncul dalam literatur klasik serta rumusan singkatan nama para ulama Syafi’iyyah yang kerap digunakan dalam penulisan ilmiah.

    Salah satu bagian penting terdapat pada pembahasan mengenai hirarki pendapat ulama, terutama ketika terjadi perbedaan pandangan dalam karya Imam An-Nawawi. Habib Sholeh mengurutkan kitab-kitab karya An-Nawawi yang dijadikan pegangan utama dalam menentukan pendapat yang lebih kuat dalam satu persoalan fiqh.

    Hirarki tersebut di antaranya mencakup At-Tahqiq, Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, Raudlah at-Thalibin, Minhaj ath-Thalibin, hingga karya-karya fatwa dan syarah lainnya. Pembahasan serupa juga disusun terhadap karya Ibnu Hajar sebagai rujukan dalam pengambilan keputusan fiqh.

    Diakui Hingga Hadramaut Yaman

    Dalam bagian lain kitab, Habib Sholeh juga mencantumkan pembahasan mengenai tujuh ulama bernama Abdullah yang berasal dari Hadramaut serta riwayat singkat ulama Syafi’iyyah yang sering disebut dalam literatur fiqh kawasan tersebut.

    Keberadaan pembahasan ini dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat kitab Asy-Syafiyyah diterima luas dan dijadikan pegangan di Hadramaut. Dua bab besar dalam kitab ini bahkan memuat ratusan data serta referensi kitab fiqh Syafi’i yang dihimpun secara sistematis.

    Secara substansi, kitab ini memiliki kemiripan fungsi dengan karya ulama Nusantara asal Mandailing berjudul Al-Khazain al-Saniyyah min Masyahir al-Kutub al-Fiqhiyyah li Aimmatinā al-Fuqahā al-Syafi’iyyah, yang sebelumnya juga mendapat catatan akademik dari Ustadz Ginanjar Sya’ban.

    Sejak pertama kali dicetak sekitar tahun 1417 Hijriah atau lebih dari dua dekade lalu, kitab Asy-Syafiyyah telah mengalami cetak ulang hingga sekitar sepuluh kali. Hal tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan dan apresiasi kalangan akademisi serta pesantren terhadap karya tersebut.

    Kehadiran kitab ini sekaligus memperkaya khazanah intelektual ulama Nusantara dalam bidang fiqh mazhab Syafi’i yang pengaruhnya mampu menembus pusat-pusat keilmuan Islam dunia.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Pembalap sepeda Malang ukir sejarah di Lintang Flores 2026

    By adm_imr14 Mei 20262 Views

    Proyek Bibit Tebu Rp23 Miliar di Malang Kacau, Dana Petani Diduga Dicuri dan Bibit Busuk

    By adm_imr14 Mei 20261 Views

    Pemuda Malang Tewas Lawan Pencuri dengan Senter dan Kekuatan Hati

    By adm_imr14 Mei 20263 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Pembalap sepeda Malang ukir sejarah di Lintang Flores 2026

    14 Mei 2026

    Laba Telkom Anjlok 20% Jadi Rp17,8 Triliun

    14 Mei 2026

    182 Sepak Pojok Terbuang! Striker Persebaya Harus Dievaluasi Musim Depan

    14 Mei 2026

    Skenario Degradasi Persis Solo ke Liga 2 2026 oleh PSM Makassar, Madura United, dan Persijap Jepara

    14 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?