Kepala BGN Dicopot, Berikut Kontroversi yang Menjadi Alasan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, akhirnya dicopot dari jabatannya oleh Presiden Prabowo Subianto. Penggantian ini dilakukan setelah melalui evaluasi terhadap kinerja lembaga tersebut selama hampir satu setengah tahun pemerintahan berjalan. Keputusan ini diumumkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam.
Pergantian ini terjadi di tengah berbagai sorotan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi program unggulan pemerintahan Prabowo Subianto. Berikut sederet kontroversi yang dialami Dadan Hindayana selama menjabat Kepala BGN:
Pernyataan tentang Konsumsi Susu 2 Liter per Hari
Saat menjabat sebagai Kepala BGN, Dadan sempat mengatakan bahwa minum susu 2 liter setiap hari membuat kedua anaknya tumbuh tinggi. Ia menyebut, dua anak laki-lakinya memiliki tinggi badan 181 sentimeter (cm) dan 185 cm. Hal itu karena mereka rutin minum susu 2 liter setiap hari sejak kecil hingga kelas 2 SMA. Pernyataan ini kemudian menuai kontroversi. Dokter ternama, Tan Shot Yen, menyatakan bahwa klaim Dadan tersebut tidak berdasar.
Serangga sebagai Sumber Protein
Pernyataan Dadan yang menyebut serangga yang memiliki gizi tinggi dan biasa dikonsumsi masyarakat lokal seperti ulat sagu bisa dimasukkan dalam komposisi menu MBG, juga menuai sorotan. Menurut Dadan, serangga itu bisa menjadi menu MBG, khusus untuk daerah. Namun, ia meminta contoh tersebut tidak disalah artikan.
Pernyataan tentang Gizi Pemain Sepak Bola Indonesia
Kontroversi lain, Dadan pernah menyebut, ada keterkaitan antara kualitas gizi pemain sepak bola Indonesia dengan performa pemain. Pernyataan ini mendapat respons dari Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, yang menyayangkan pernyataan Dadan yang menyebut kekalahan Timnas Indonesia disebabkan oleh gizi para pemainnya yang tidak bagus.
Kasus Keracunan MBG
Sejumlah kejadian keracunan makanan yang dikaitkan dengan pelaksanaan MBG menimbulkan sorotan terhadap BGN. Dadan pernah menyebut, kasus keracunan MBG hanya menimpa sebagian kecil siswa sekolah. Pernyataan itu dianggap menciderai kekhawatiran para orang tua yang mencemaskan kualitas makanan program tersebut.
Pengadaan Motor Operasional MBG
Video yang menampilkan sejumlah sepeda motor berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) sempat viral di media sosial dan memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat. Dadan menjelaskan bahwa pengadaan motor tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025 yang lalu dan ditujukan untuk mendukung operasional Program MBG.
Main Golf saat Terjadi Bencana
Sempat viral di media sosial, video Dadan bermain golf ketika sejumlah wilayah di Sumatra sedang dilanda banjir dan longsor. Aktivitas tersebut dianggap sebagian publik menunjukkan kurangnya empati. Dadan pun membuat klarifikasi terkait video tersebut, menyebut acara golf alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) bertujuan untuk menggalang dana korban bencana.
Pegawai SPPG Jadi ASN
Hal lain yang tak kalah kontroversial saat Dadan menjabat Kepala BGN adalah pengangkatan SPPG menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Dadan menyebut, pegawai SPPG yang dapat diangkat menjadi ASN PPPK yakni kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan.
Layanan Zoom Meeting
Kini, publik juga bertanya-tanya tentang pengadaan layanan video conference (zoom meeting) senilai Rp 5,7 miliar untuk periode April hingga Desember 2026. Anggaran pengadaan lisensi aplikasi rapat daring milik BGN ini dinilai cukup fantastis.
Alasan Perombakan Pimpinan BGN
Dadan Hindayana yang dilantik pada Agustus 2024, beserta dua wakilnya Lodewyk Pusung dan Soni Sanjaya kini dicopot dari jabatan mereka. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Prasetyo Hadi mengatakan, keputusan pencopotan Kepala BGN sudah melalui proses monitoring dan evaluasi selama hampir satu setengah tahun terakhir.







