Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*
    Strategi Rebut Kembali Kendali Diri dan Ketenangan Batin di Tengah Riuh Jagat Digital

    Strategi Rebut Kembali Kendali Diri dan Ketenangan Batin di Tengah Riuh Jagat Digital

    12 October 2026
    Seni Merawat Diri Tanpa Menguras Kantong Lewat Kebiasaan Sederhana Bermodal Bahan Lokal

    Seni Merawat Diri Tanpa Menguras Kantong Lewat Kebiasaan Sederhana Bermodal Bahan Lokal

    12 October 2026
    Strategi Kelola Gaji Pertama Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Tanpa Mengorbankan Gaya Hidup

    Strategi Kelola Gaji Pertama Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Tanpa Mengorbankan Gaya Hidup

    12 October 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Monday, 12 October 2026
    Trending
    • Strategi Rebut Kembali Kendali Diri dan Ketenangan Batin di Tengah Riuh Jagat Digital
    • Seni Merawat Diri Tanpa Menguras Kantong Lewat Kebiasaan Sederhana Bermodal Bahan Lokal
    • Strategi Kelola Gaji Pertama Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Tanpa Mengorbankan Gaya Hidup
    • Energi Segar Tanpa Kopi: Manfaat Olahraga Pagi Ringan bagi Kebugaran Jiwa dan Raga
    • Evaluasi Kurikulum Nasional Terbaru: Menimbang Beban Mengajar Guru dan Daya Tangkap Siswa
    • Seni Mengelola Stamina dan Rotasi Skuad dalam Perburuan Gelar Liga Top Eropa
    • Menjemput Pahala Melimpah di Tengah Kemacetan Kota: Amalan Ringan Pekerja Berkemobilitas Tinggi
    • Navigasi Ruang Digital Secara Sehat Demi Menjaga Kesehatan Mental Dan Hubungan Sosial Nyata
    • Seni Menolak Tanpa Rasa Guilt: Cara Membangun Batasan Diri Demi Kesehatan Mental
    • Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat dan Bebas Lepek di Tengah Cuaca Tropis Indonesia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Hukum»Korban Pencurian Jadi Tersangka Penganiayaan, Keluarga Terduga Minta Rp 250 Juta

    Korban Pencurian Jadi Tersangka Penganiayaan, Keluarga Terduga Minta Rp 250 Juta

    adm_imradm_imr6 February 20265 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Penanganan Kasus Penganiayaan di Medan

    Kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di Medan berawal dari laporan pencurian telepon genggam. Peristiwa ini akhirnya memicu konflik antara pelapor dan terduga pelaku. Proses mediasi sempat dilakukan, tetapi gagal karena adanya perbedaan pandangan terkait nilai penyelesaian perkara.

    Polrestabes Medan memberikan penjelasan terkait penanganan kasus tersebut. Polisi menegaskan bahwa proses hukum telah dilakukan secara profesional dan transparan. Selain itu, pihak kepolisian juga mengedepankan penyelesaian berkeadilan.

    Peristiwa ini bermula dari laporan pencurian telepon genggam yang terjadi pada 22 September 2025 di wilayah hukum Polsek Pancur Batu. Sehari setelah membuat laporan, pelapor bersama beberapa orang mendatangi lokasi tempat terduga pelaku pencurian berada tanpa menunggu kehadiran petugas kepolisian. Tindakan tersebut diduga berujung pada terjadinya kekerasan terhadap para terduga pelaku pencurian.

    Seiring berjalannya proses, keluarga terduga pelaku kemudian melaporkan dugaan penganiayaan ke Polrestabes Medan. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, menjelaskan bahwa penyidik langsung melakukan komunikasi dengan seluruh pihak guna mengumpulkan fakta-fakta kejadian, termasuk menelusuri luka yang dialami korban penganiayaan.

    “Penyidik memastikan bahwa setiap luka yang dialami korban harus ditelusuri secara transparan,” ujar AKBP Bayu.

    Dalam proses penanganan perkara, penyidik sempat memfasilitasi mediasi antara pelapor dan terlapor di Polsek Pancur Batu. Mediasi tersebut dilakukan sebagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan. Namun, dalam pertemuan tersebut terjadi perbedaan pandangan terkait nilai penyelesaian perkara.

    Salah satu pihak berinisial LS disebut meminta biaya penyelesaian sebesar Rp 250 juta, sedangkan pihak berinisial G hanya menyanggupi Rp 5 juta. Karena tidak tercapai kesepakatan, pihak yang merasa dirugikan kemudian menempuh jalur hukum dengan membuat laporan resmi ke Polrestabes Medan.

    Setelah laporan diterima, penyidik melakukan pendalaman perkara dengan memeriksa kembali fakta hukum serta bukti medis. Dari hasil visum et repertum, ditemukan adanya luka-luka yang relevan dengan dugaan tindak pidana penganiayaan. Polisi kemudian kembali membuka peluang penyelesaian melalui mekanisme keadilan restoratif atau restorative justice.

    Dalam mediasi lanjutan, pihak LS sempat menurunkan permintaan penyelesaian menjadi Rp 50 juta. Namun, pihak G menyatakan belum mampu memenuhi permintaan tersebut sehingga mediasi kembali tidak mencapai kesepakatan. Penyidik pun melanjutkan proses hukum sesuai prosedur yang berlaku.

    “Restorative justice selalu menjadi opsi sepanjang ada kesepakatan bersama dan memenuhi ketentuan. Ketika tidak tercapai kesepakatan, maka proses hukum harus tetap berjalan,” tegas AKBP Bayu.

    Saat ini, penyidik telah meningkatkan perkara ke tahap penyidikan. Polisi juga telah menahan satu orang tersangka serta menetapkan tiga orang lainnya dalam daftar pencarian orang (DPO). Polrestabes Medan menegaskan komitmennya untuk menangani perkara tersebut secara profesional, transparan, dan akuntabel guna menjamin keadilan bagi seluruh pihak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

    Proses Hukum yang Dilalui

    • Penyidik melakukan komunikasi dengan seluruh pihak untuk mengumpulkan fakta-fakta kejadian.
    • Pihak kepolisian memastikan bahwa setiap luka yang dialami korban ditelusuri secara transparan.
    • Mediasi dilakukan sebagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan.
    • Terjadi perbedaan pandangan terkait nilai penyelesaian perkara.
    • Pihak LS meminta biaya penyelesaian sebesar Rp 250 juta, sedangkan pihak G hanya menyanggupi Rp 5 juta.
    • Setelah tidak tercapai kesepakatan, pihak yang merasa dirugikan menempuh jalur hukum.
    • Hasil visum et repertum menunjukkan adanya luka-luka yang relevan dengan dugaan penganiayaan.
    • Polisi kembali membuka peluang penyelesaian melalui mekanisme keadilan restoratif.
    • Pihak LS menurunkan permintaan penyelesaian menjadi Rp 50 juta.
    • Pihak G menyatakan belum mampu memenuhi permintaan tersebut.
    • Proses hukum dilanjutkan sesuai prosedur yang berlaku.
    • Saat ini, penyidik telah meningkatkan perkara ke tahap penyidikan.
    • Satu tersangka ditahan, sementara tiga orang lainnya ditetapkan sebagai DPO.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Diduga Skandal Cinta Terlarang. Perselingkuhan Oknum Guru SD dan Pegawai Bank BUMN Terbongkar

    By redaksi10 October 20262,108 Views

    Awalnya Dikira Selingkuh, Pengakuan Pegawai Taman Krida Budaya Ini Justru Bikin Syok!

    By redaksi8 October 202613,014 Views

    Gembong narkoba Basri ditangkap, punya aset kapal-apartemen

    By adm_imr25 August 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru
    Strategi Rebut Kembali Kendali Diri dan Ketenangan Batin di Tengah Riuh Jagat Digital

    Strategi Rebut Kembali Kendali Diri dan Ketenangan Batin di Tengah Riuh Jagat Digital

    12 October 2026
    Seni Merawat Diri Tanpa Menguras Kantong Lewat Kebiasaan Sederhana Bermodal Bahan Lokal

    Seni Merawat Diri Tanpa Menguras Kantong Lewat Kebiasaan Sederhana Bermodal Bahan Lokal

    12 October 2026
    Strategi Kelola Gaji Pertama Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Tanpa Mengorbankan Gaya Hidup

    Strategi Kelola Gaji Pertama Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Tanpa Mengorbankan Gaya Hidup

    12 October 2026
    Energi Segar Tanpa Kopi: Manfaat Olahraga Pagi Ringan bagi Kebugaran Jiwa dan Raga

    Energi Segar Tanpa Kopi: Manfaat Olahraga Pagi Ringan bagi Kebugaran Jiwa dan Raga

    12 October 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 February 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 June 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?