Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta Menggemparkan Publik
Kasus dugaan kekerasan terhadap anak-anak di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta kembali menjadi sorotan setelah diketahui jumlah korban yang cukup besar. Sebanyak 103 anak dilaporkan mengalami dampak dari peristiwa ini, dengan 53 di antaranya diduga mengalami kekerasan fisik. Peristiwa ini memicu kekhawatiran besar di kalangan orang tua dan masyarakat luas.
Kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari orang tua yang menemukan kejanggalan pada kondisi anak mereka. Beberapa anak disebut mengalami luka lebam hingga trauma yang memerlukan pendampingan lebih lanjut. Pihak berwenang langsung turun tangan untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Puluhan orang telah diamankan guna dimintai keterangan terkait dugaan praktik kekerasan tersebut.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa kasus ini menjadi perhatian utama karena menyangkut keselamatan anak-anak di lingkungan yang seharusnya aman. Masyarakat kini menunggu proses hukum berjalan serta berharap adanya perlindungan maksimal bagi para korban.
Penyelidikan Berlangsung
Dari data yang dihimpun oleh penyidik, tindakan kekerasan terdeteksi dialami oleh lebih dari separuh total anak yang dititipkan di daycare tersebut. Jumlah korban ini masih sangat mungkin bertambah seiring dengan pengembangan kasus dan pemeriksaan saksi-saksi tambahan.
Polresta Yogyakarta mencatat jumlah total korban mencapai 103 anak, dengan puluhan di antaranya terkonfirmasi mengalami kekerasan fisik. Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, menjelaskan bahwa ratusan anak tersebut berada dalam rentang usia yang sangat rentan, yakni mulai dari bayi berusia 0 hingga balita.
Adrian menyebut bahwa daycare Little Aresha setidaknya telah beroperasi selama lebih dari satu tahun. Sebagian besar pengasuh yang bekerja di tempat tersebut juga diketahui sudah memiliki masa kerja yang cukup lama. Meski demikian, motif di balik tindakan keji para pengasuh tersebut belum sepenuhnya diketahui.
30 Orang Diamankan
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, mengungkapkan fakta mengerikan saat penggerebekan tempat penitipan anak atau daycare Little Aresha di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Polisi menyaksikan langsung perlakuan tidak manusiawi yang dilakukan pengasuh terhadap anak-anak di lokasi tersebut.
Sejak Jumat malam hingga Sabtu sore, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Yogyakarta telah mengamankan sekitar 30 orang untuk menjalani pemeriksaan intensif. Mereka yang diamankan terdiri dari para pengasuh hingga pejabat di yayasan yang menaungi daycare tersebut.
Adrian menambahkan, pihak kepolisian akan segera melakukan gelar perkara setelah proses pendalaman formil selesai dilakukan oleh penyidik. Sekitar 30 orang itu dari tadi malam sampai detik ini masih dilakukan pemeriksaan. Mungkin nanti habis magrib kita lakukan gelar perkara lagi untuk penetapan tersangka.
Kesaksian Orang Tua
Salah satu orang tua korban, Aldewa, mengaku baru mengetahui praktik keji tersebut melalui video yang beredar di media sosial pada Jumat sore. Ia sempat curiga karena menemukan luka lebam di kaki anaknya saat dijemput, namun semula ia mengira luka tersebut akibat jatuh saat bermain.
“Saya baca jam 5 sore, ada ibu jemput katanya lihat di video sudah posisi diikat dan segala macam. Terakhir kemarin dijemput mbahnya itu ada luka lebam di kaki. Istri saya bilang kayaknya jatuh, jadi saya tidak tanya pihak sekolah,” ujar Aldewa dengan nada menyesal.
Polresta Yogyakarta kini tengah melengkapi bukti-bukti formil untuk menjerat para pelaku yang terlibat dalam dugaan kekerasan dan penelantaran anak di bawah umur tersebut.







