Kondisi Akses Listrik di Kalimankan Timur Berdasarkan Data BPS
Data terbaru dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025 menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah di Kalimantan Timur telah menikmati layanan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Namun, masih ada beberapa daerah yang menggunakan sumber listrik non PLN sebagai penerangan utama rumah tangga.
Secara keseluruhan, persentase rumah tangga di Kalimantan Timur yang menggunakan listrik PLN mencapai 97,77 persen. Sementara itu, pengguna listrik non PLN tercatat sebesar 2,20 persen dan rumah tangga yang belum memiliki akses listrik hanya 0,03 persen.
Listrik non PLN sendiri merujuk pada sumber listrik yang tidak berasal dari jaringan PLN, seperti genset pribadi, panel surya mandiri, pembangkit komunitas, atau sumber listrik perusahaan tertentu yang digunakan masyarakat. Meski jumlahnya relatif kecil, penggunaan listrik non PLN masih ditemukan di beberapa daerah dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau oleh jaringan listrik utama.
Daerah dengan Persentase Penggunaan Listrik Non PLN Tertinggi
Berdasarkan data BPS, lima daerah di Kalimantan Timur menjadi yang paling banyak menggunakan listrik non PLN. Berikut adalah rinciannya:
Kabupaten Kutai Timur – 14,01 Persen
Kabupaten Kutai Timur menjadi daerah dengan persentase penggunaan listrik non PLN tertinggi di Kalimantan Timur. Sebanyak 14,01 persen rumah tangga di wilayah ini masih mengandalkan sumber listrik di luar jaringan PLN. Sementara itu, 85,93 persen rumah tangga menggunakan listrik PLN. Tingginya angka ini menunjukkan adanya wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau oleh jaringan listrik negara, terutama di kawasan pedalaman dan area perkebunan serta pertambangan.Kabupaten Mahakam Ulu – 11,30 Persen
Mahakam Ulu berada di posisi kedua dengan persentase penggunaan listrik non PLN sebesar 11,30 persen. Daerah ini juga menjadi satu-satunya wilayah di Kalimantan Timur yang masih memiliki rumah tangga tanpa listrik sebesar 1,03 persen. Pengguna listrik PLN di Mahakam Ulu mencapai 87,67 persen. Kondisi geografis yang dominan pedesaan dan akses transportasi yang terbatas menjadi tantangan dalam pemerataan jaringan listrik.Kota Bontang – 4,43 Persen
Meskipun berstatus kota industri, Bontang masih mencatat penggunaan listrik non PLN sebesar 4,43 persen. Sementara itu, 95,57 persen rumah tangga di kota ini menggunakan listrik PLN. Angka tersebut menjadi yang tertinggi ketiga di Kalimantan Timur untuk kategori listrik non PLN. Keberadaan kawasan industri dan fasilitas perusahaan yang memiliki sumber listrik mandiri diduga turut memengaruhi penggunaan listrik non PLN di wilayah ini.Kabupaten Berau – 2,22 Persen
Berau berada di posisi keempat dengan persentase rumah tangga pengguna listrik non PLN sebesar 2,22 persen. Sementara itu, 97,56 persen rumah tangga di wilayah ini menggunakan listrik PLN. Berau menjadi salah satu wilayah di Kalimantan Timur yang masih memiliki penggunaan listrik alternatif meski cakupan listrik PLN sudah cukup tinggi.Kabupaten Penajam Paser Utara – 2,05 Persen
Penajam Paser Utara (PPU) menempati urutan kelima dengan persentase listrik non PLN sebesar 2,05 persen. Sebanyak 97,95 persen rumah tangga di wilayah ini sudah menggunakan listrik PLN. Sebagai bagian dari kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), cakupan listrik di PPU tergolong tinggi, meski masih ada sebagian kecil masyarakat yang memanfaatkan sumber listrik non PLN.
Wilayah dengan Akses Listrik PLN 100 Persen
Di sisi lain, beberapa daerah di Kalimantan Timur tercatat sudah sepenuhnya menggunakan listrik PLN. Daerah tersebut antara lain:
- Kabupaten Paser
- Kabupaten Kutai Kartanegara
- Kota Balikpapan
Semua daerah tersebut mencatat angka 100 persen rumah tangga menggunakan listrik PLN tanpa adanya pengguna listrik non PLN maupun rumah tangga tanpa listrik. Kota Samarinda juga hampir mencapai kondisi serupa dengan persentase pengguna listrik PLN sebesar 99,84 persen. Sementara itu, Kabupaten Kutai Barat mencatat pengguna listrik PLN sebesar 99,02 persen dan listrik non PLN sebesar 0,98 persen.
Data BPS ini menunjukkan bahwa pemerataan akses listrik di Kalimantan Timur terus meningkat. Namun, masih ada tantangan di sejumlah daerah yang memiliki kondisi geografis sulit dijangkau oleh jaringan listrik utama.







