Persipura Jayapura Siap Hadapi Adhyaksa FC dalam Laga Penentuan
Persipura Jayapura berhasil melangkah ke fase ini setelah menutup kompetisi sebagai runner-up Grup 2 dengan raihan 56 poin dari 27 pertandingan. Sementara itu, Adhyaksa FC memastikan tempat mereka setelah finis di posisi kedua Grup 1 dengan koleksi 51 poin dari jumlah laga yang sama. Duel antara kedua tim ini akan menjadi penentuan terakhir demi memperebutkan satu tiket tersisa menuju kasta tertinggi musim depan.
Laga tersebut akan digelar di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, pada Jumat (8/5/2026) pukul 17.00 WIT. Tuan rumah berpeluang besar memenangkan laga pamungkas ini karena bermain di hadapan puluhan ribu pendukungnya. Laga Persipura vs Adhyaksa FC disiarkan secara langsung dan link live streaming tersaji di akhir artikel.
Boaz Solossa, Ramai Rumakiek serta kolega diprediksi bermain dengan kekuatan penuh. Demikian juga tim tamu. Gegap gempita laga ini bakal dipadati puluhan ribu penonton. Suasana Stadion Lukas Enembe bakal sesak. Para pencinta Persipura tak sabar menyaksikan tim junjungannya menyegel kemenangan dan kembali ke kasta tertinggi, setelah empat tahun absen berlaga di Liga 1.
Meski begitu, aparat keamanan bakal menjaga ketat semua pintu masuk, termasuk memeriksa tiket serta barang bawaan para penonton. Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar Cahyo Sukarnito menyebut ada 1.000 personel termasuk bantuan dari TNI disiagakan mengamankan jalannya pertandingan. Dari total kekuatan yang disiagakan, sebanyak 700 hingga 800 personel akan ditempatkan langsung di area dalam dan lingkar luar Stadion Lukas Enembe. Sisanya akan disebar di berbagai titik simpul lalu lintas untuk menjamin kelancaran mobilitas warga dan suporter.
Atmosfer besar sudah terasa sejak sehari sebelum pertandingan. Ribuan pendukung Persipura mulai memadati kawasan stadion, sementara tiket pertandingan habis terjual. Lebih dari 32 ribu penonton diperkirakan hadir langsung memberikan dukungan kepada tim kebanggaan masyarakat Papua itu. Bagi masyarakat Papua, Persipura bukan sekadar klub sepak bola. Mutiara Hitam telah menjadi simbol identitas, kebanggaan, sekaligus harga diri Tanah Papua di panggung sepak bola nasional.
Persiapan dan Kesiapan Tim
Pelatih Persipura Jayapura, Rahmad Darmawan, mengakui sempitnya waktu persiapan pascapertandingan sebelumnya menjadi tantangan tersendiri. Meski demikian, ia menegaskan motivasi para pemain berada di titik tertinggi untuk mengamankan kemenangan di hadapan publik sendiri. Rahmad menyebut fokus utama Kelly Sroyer dan kolega bukan sekadar pada taktik di lapangan, melainkan kematangan mental dalam menghadapi tekanan besar.
“Namun, secara keseluruhan, semua pemain telah siap memberikan yang terbaik,” ujar pelatih yang akrab disapa RD tersebut dalam konferensi pers di Stadion Lukas Enembe, Kamis (7/5/2026).
Kontrol Emosi
Bagi RD, laga dengan tensi tinggi seperti ini memerlukan lebih dari sekadar kualitas teknik. Kesiapan mental untuk bermain di bawah tekanan puluhan ribu suporter menjadi kunci. Ia meminta para penggawa Persipura untuk tampil lepas namun tetap disiplin. “Saya ingin pemain menikmati pertandingan (enjoy the game) tanpa harus merasa tegang yang berlebihan. Mereka harus mampu mengontrol emosi dan tetap menggunakan intelegensia saat berada di lapangan,” ujarnya.
Kehadiran pendukung Papua di Stadion Lukas Enembe diyakini akan menjadi energi tambahan. Atmosfer stadion diharapkan mampu membakar semangat juang para pemain sepanjang 90 menit pertandingan.
Ujian Lini Pertahanan
Di tengah optimisme tersebut, Persipura harus menerima kabar kurang menguntungkan. Bek asing andalan mereka, Arthur Vieira, dipastikan absen akibat cedera otot (grade two). Kehilangan Vieira menjadi ujian serius bagi lini belakang Persipura, mengingat Adhyaksa FC memiliki lini serang yang cukup produktif. Adhyaksa FC memiliki trio depan yang berbahaya. Ada nama-nama seperti Dave Mustaine, Makan Konate, hingga Miftahul Hamdi. Untuk tu, Coach RD secara khusus telah menyoroti profil kekuatan lawan yang dihuni pemain-pemain berpengalaman.
“Di lini belakang, mereka juga punya pemain senior seperti Hasim Kipuw. Kami mengantisipasi mereka sebagai satu kesatuan tim yang solid,” ujarnya.
Senada dengan pelatih, kapten tim Ruben Sanadi menyatakan kesiapannya untuk memimpin rekan-rekannya di lapangan. Baginya, laga ini adalah momentum untuk mengembalikan kejayaan sepak bola Papua. “Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Papua agar Persipura bisa kembali ke Liga 1. Kami siap tampil habis-habisan,” tegas Ruben.
Kepemimpinan Wasit Asing
Pertandingan penentuan tiket promosi ini direncanakan akan dipimpin oleh wasit asal Uzbekistan. Menanggapi penunjukan perangkat pertandingan asing tersebut, RD memilih bersikap profesional dan tetap fokus pada performa timnya sendiri. “Siapa pun wasitnya, kami apresiasi. Saya melihat kepemimpinan wasit asal Uzbekistan di laga sebelumnya sudah cukup baik,” pungkasnya.
Kini, beban sejarah dan harapan besar masyarakat Papua bertumpu pada pundak para pemain Persipura. Kemenangan bukan sekadar soal tiga poin, melainkan langkah besar untuk membawa kembali sang Persipura Jayapyra ke panggung tertinggi sepak bola nasional.
Selain laga Persipura vs Adhyaksa FC, ada juga laga play-off degradasi dan grand final. Laga play-off degradasi akan mempertemukan Persekat Tegal wakil Grup Barat kontra Persiba Balikpapan dari Grup Timur. Sementara itu, partai grand final menyajikan duel Garudayaksa FC dari Grup Barat menghadapi PSS Sleman selaku wakil Grup Timur. Kedua tim dipastikan telah mengamankan tiket promosi ke Super League musim depan usai keluar sebagai juara grup masing-masing.






