Mobil listrik Lepas L4 BEV, yang nanti dijual dengan nama Lepas E4 di Indonesia, baru saja diluncurkan di Beijing Auto Show 2026. Hari ini saya sudah berada di balik kemudi mobil listrik pertama Lepas di dunia ini (27/4). Test drive dilakukan di kota Wuhu, Tiongkok, yang merupakan tempat kelahiran Chery Group.

Namun, area uji terbatas, jadi tidak bisa mencoba mobil listrik terbaru ini secara penuh. Berbeda dengan kemarin saat diberi kesempatan mencoba Lepas L6 PHEV dari Wuxi ke Wuhu dengan jarak sekitar 250 km (26/4).

Sebelum mencoba, mari kenali lebih dekat Lepas L4 atau E4 ini. Lepas L4 BEV adalah compact SUV dengan dimensi panjang 4.406 mm, lebar 1.820 mm, tinggi 1.635 mm, wheelbase 2.700 mm, dan ground clearance 160 mm. Ukuran bodinya hampir sama dengan Toyota Yaris Cross (4.310×1.770×1.615 mm), Honda HR-V (4.385×1.790×1.590 mm), dan Mitsubishi Xforce (4.390×1.810×1.660 mm).

Meski ukurannya kompak, kabin Lepas E4 tetap nyaman untuk saya yang memiliki tinggi 182 cm dan berat tiga digit.

Walau ruang kepala dan kakinya tidak terlalu luas, joknya empuk dan masih mampu menyangga tubuh besar saya. Namun, posisi mengemudi terlalu tinggi bagi saya.

Dashboard Lepas E4 terlihat modern dan minimalis. Layar monitor besar ada di tengah dashboard yang berisi beragam pengaturan fitur mobil dan hiburan. Sementara layar instrumen kecil terdapat di balik setir multifungsi model palang dua.
Lepas L4 dibekali motor listrik tunggal bertenaga 160 kW atau sekitar 217 dk yang ditempatkan di roda depan (FWD). Ini bagian yang paling menyenangkan. Walau dalam mode normal, respons mobil cepat. Pedal gas ditekan habis, mobil langsung bergerak dan ban pun berdecit beberapa detik. Ketika dipindah ke mode Sport, laju mobil terasa lebih cepat dan ngejambak. Saat dibawa manuver zig-zag di kecepatan rendah, saya masih bisa merasakan sedikit body roll. Bantingan suspensi bisa dikategorikan empuk karena mampu meredam serangkaian speedbump kecil.
Fitur-fiturnya belum diungkap secara resmi, tapi dari pengamatan Lepas E4 ini dibekali sunroof, tiga mode berkendara (Eco, Normal, dan Sport), wireless charging, ventilated seat, front trunk, Android Auto, dan Apple CarPlay. Jok yang dibalut kulit sintetis dilengkapi penyetelan elektrik, rem parkir elektronik, dan sistem keamanan aktif ADAS seperti Automatic Cruise Control, Automatic Emergency Brake, dan Lane Keep Assist.
Di layar monitornya, bahasa Mandarin yang ditampilkan. Oh ya, mobil ini dibekali baterai LFP dengan kapasitas 65 kWh yang diklaim bisa membawa mobil sejauh 500 km (NEDC). Cukup untuk diajak jalan Jakarta-Bandung PP dengan sekali charging full.
Masih belum ada informasi seberapa cepat pengisian baterainya dari 20-80% menggunakan DC charging.
Segini dulu, nanti pas sudah launching dan dapat unit tesnya kita uji lebih mendalam.







