Shin Tae-yong Santer Dikaitkan dengan Persija Jakarta
Nama Shin Tae-yong (STY) kembali menjadi sorotan dalam dunia sepak bola Indonesia. Mantan pelatih Timnas Indonesia itu disebut-sebut akan menjadi pelatih baru Persija Jakarta untuk menghadapi kompetisi Super League musim 2026/2027. Kabar ini muncul setelah media Korea Selatan melaporkan bahwa STY berpeluang melanjutkan karier kepelatihannya bersama Macan Kemayoran.
Pengumuman resmi masih menunggu, namun spekulasi semakin kuat setelah Persija Jakarta mengumumkan agenda konferensi pers bertajuk “The New Chapter: Coach Introduction and Press Conference” yang akan digelar di Jakarta International Stadium (JIS), Senin (8/6/2026). Melalui akun media sosial resminya, Persija memberikan sinyal kuat mengenai hadirnya sosok pelatih baru yang akan memimpin klub memasuki era berikutnya.
Sebelumnya, Direktur Persija Mohamad Prapanca mengungkapkan bahwa manajemen sedang mencari sosok yang tepat untuk membawa Macan Kemayoran kembali bersaing dalam perebutan gelar juara. Laporan sejumlah media Korea Selatan juga menyebut bahwa Persija dan Shin Tae-yong telah menjalin komunikasi sejak April 2026. Bahkan, kedua pihak dikabarkan telah mencapai kesepakatan kerja sama berdurasi dua musim dengan opsi perpanjangan satu tahun.
Dinamika Sebelumnya antara Shin Tae-yong dan Persija
Dua tahun lalu, Shin Tae-yong dan Persija Jakarta sempat mengalami dinamika yang cukup menarik saat dirinya masih menangani Timnas Indonesia. Pada awal 2024, Shin Tae-yong menghadapi tantangan saat mempersiapkan Timnas U-23 Indonesia untuk tampil di putaran final Piala Asia U-23 Qatar yang berlangsung pada 15 April hingga 3 Mei 2024.
Saat itu, pelatih Persija Jakarta Thomas Doll menjadi salah satu pelatih klub yang keberatan melepas pemain mudanya untuk mengikuti pemusatan latihan dan turnamen bersama Timnas U-23 Indonesia. Persija masih membutuhkan sejumlah pemain muda karena kompetisi Liga 1 saat itu memasuki fase krusial dengan 10 pekan pertandingan tersisa.
“Kami tidak melepas pemain, kami membutuhkan mereka,” kata Thomas Doll di Nirwana Park, Depok, Jawa Barat, Kamis (15/2/2024). Dalam periode tersebut, Persija masih harus menyelesaikan sejumlah pertandingan penting sebelum memasuki fase perebutan posisi empat besar.
Thomas Doll menegaskan bahwa pemain-pemainnya baru bisa bergabung setelah kompetisi berakhir. Selain itu, Piala Asia U-23 bukan termasuk agenda resmi FIFA yang mewajibkan klub melepas pemain.
“Tentu karena perburuan gelar juara. Mereka bisa pergi setelah pertandingan atau saat waktu luang,” kata Thomas Doll. Saat itu Persija menjadi salah satu klub penyumbang pemain terbanyak bagi Timnas Indonesia. Sejumlah nama seperti Cahya Supriadi, Rizky Ridho, Muhammad Ferarri, Akbar Arjunsyah, Ilham Rio Fahmi, Rayhan Hannan hingga Dony Tri Pamungkas masuk dalam radar Timnas U-23 Indonesia.
Perbedaan kepentingan antara klub dan tim nasional memang bukan hal baru dalam sepak bola, terutama ketika agenda yang dijalani Timnas berada di luar kalender resmi FIFA.
Kini Dikabarkan Merapat ke Persija
Kini, situasi berubah drastis. Shin Tae-yong kini justru santer disebut sebagai calon pelatih baru Persija Jakarta. Spekulasi semakin menguat setelah profil Shin Tae-yong di Wikipedia berbahasa Inggris sempat menampilkan keterangan bahwa dirinya merupakan pelatih kepala Persija Jakarta.
Meski informasi tersebut belum dapat dijadikan acuan resmi karena Wikipedia dapat disunting oleh siapa saja, kemunculannya langsung memancing perhatian para pendukung Persija dan pencinta sepak bola nasional.
Apabila rumor tersebut benar dan Shin Tae-yong resmi diperkenalkan sebagai pelatih Persija, maka publik akan menyaksikan babak baru hubungan antara STY dan klub yang pernah beberapa kali bersinggungan kepentingan dengannya saat masih memimpin Timnas Indonesia. Dari polemik pemanggilan pemain hingga peluang bekerja sama dalam satu tim, kisah Shin Tae-yong dan Persija Jakarta menjadi salah satu dinamika menarik dalam perjalanan sepak bola Indonesia.






