Amalan Penambah Iman di Bulan Ramadan
Salah satu amalan yang bisa dilakukan untuk memperkuat iman selama bulan Ramadan adalah dengan mendengarkan kultum dari para penceramah. Kultum, yang merupakan singkatan dari “kuliah tujuh menit”, biasanya berisi pesan-pesan atau nasihat kebaikan yang ditujukan kepada sesama muslim. Biasanya, kultum disampaikan oleh pendakwah, ustaz, tokoh masyarakat, atau para pemimpin komunitas.
Di bulan Ramadan, kultum sering kali ditemui dan disampaikan sebelum waktu berbuka puasa, sebelum salat tarawih, atau setelah shalat subuh. Kultum menjadi salah satu cara untuk mengingatkan umat Islam akan makna dan hikmah dari puasa serta meningkatkan kesadaran spiritual mereka.
Berikut ini adalah contoh kultum untuk 3 Ramadan 1447 H/2026:
Judul: Hikmah dan Manfaat Penting Mejalankan Ibadah Puasa
Ma’asyiral muslimîn rahimakumullah,
Sebagai orang mukmin, kita harus percaya bahwa semua yang disyariatkan oleh Allah kepada manusia pastilah mengandung hikmah dan manfaat di dalamnya. Walaupun hikmah dan manfaat tersebut belum semuanya dapat diungkap oleh akal manusia yang terbatas.
Di antara syariat yang diwajibkan atas kita sekarang ini adalah menjalankan kewajiban berpuasa di bulan Ramadan. Dalam ibadah puasa ini, tentunya terdapat berbagai hikmah dan manfaat yang banyak sekali. Baik secara spiritual, kesehatan, maupun ekonomi sosial.
Dari segi spiritual, puasa menjadi salah satu sarana untuk mendekatkan diri kepada Rabbul ‘alamin. Dengan berpuasa, seseorang meninggalkan berbagai kesenangan dunia seperti makan, minum, dan menggauli istri. Dengan kata lain, ia lebih mementingkan keinginan Rabbnya daripada kesenangan-kesenangan pribadinya. Puncaknya adalah untuk menggapai derajat takwa.
Sebagaimana Allah jelaskan, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (al-Baqarah: 183). Apabila seseorang mampu mencapai derajat takwa, maka dengan mudah ia akan menjalankan perintah Allah dan meninggalkan segala larangan-Nya. Itulah sebabnya mengapa pada awal ayat perintah puasa ini dimulai dengan kalimat “Hai orang-orang yang beriman”, hal ini menunjukkan bahwa hanya orang yang memiliki keimanan yang benar, yang akan mampu menjalankan perintah puasa Ramadhan dengan benar dan penuh ketakwaan.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Dari segi kesehatan, sebagaimana telah diungkapkan oleh para ahli, puasa memiliki banyak hikmah dan manfaat untuk tubuh, ketenangan jiwa, dan kecantikan. Saat berpuasa, organ-organ tubuh dapat beristirahat dan miliaran sel dalam tubuh bisa menghimpun diri untuk bertahan hidup. Puasa berfungsi sebagai detoksifikasi untuk mengeluarkan kotoran, toksin atau racun dari dalam tubuh, meremajakan sel-sel tubuh, dan mengganti sel-sel tubuh yang sudah rusak dengan yang baru serta untuk memperbaiki fungsi hormon, menjadikan kulit sehat, dan meningkatkan daya tahan tubuh karena manusia mempunyai kemampuan terapi alamiah.
Di samping itu, dengan puasa, tubuh menjadi lebih energik. Karena pada saat berpuasa, sistem pencernaan beristirahat. Sehingga energi disimpan untuk menyembuhkan diri dan memperbaiki sel tubuh.
Energi akan digunakan untuk membersihkan dan detoksifikasi usus, darah, serta menyembuhkan sel-sel tubuh dari berbagai penyakit. Puasa meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan kesehatan fisik dan mental, serta meremajakan tubuh.
Hadirin dan hadirat yang dimuliakan Allah,
Adapun hikmah atau manfaat puasa secara sosial ekonomi, tentu sangat banyak. Antara lain, puasa dapat mendorong seseorang untuk saling membantu kepada sesama. Karena ketika seseorang berpuasa, ia akan merasakan bagaimana laparnya orang-orang yang tidak mampu makan dengan layak. Sehingga terdorong olehnya untuk berbagi dengan sesama.
Sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah selama bulan Ramadhan. Dalam sebuah atsar sahih yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas, ia berkata, “Rasulullah adalah orang yang paling dermawan. Beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al-Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhari).
Secara ekonomi, manfaat puasa begitu jelas. Dengan datangnya bulan puasa, peredaran uang dan peningkatan perdagangan melonjak tinggi. Apalagi ketika menjelang hari raya.
Namun yang patut disayangkan adalah bahwa manfaat puasa secara ekonomi ini ternyata belum bisa dimaksimalkan oleh orang-orang muslim. Karena mayoritas perdagangan yang ada masih banyak dikuasai oleh non muslim. Sedangkan kita, hanya sebatas penggembira atau penonton. Semoga Allah menolong kita semuanya.
Demikianlah berbagai hikmah dan manfaat puasa yang dapat kita sampaikan semoga dapat menambah keimanan dan keikhlasan kita dalam menjalankan perintah puasa Ramadan.







