Kehilangan Harapan, Pasutri Datang ke Kantor Gubernur Sumut
Sebuah video yang viral di Medan menunjukkan seorang pasangan suami istri yang datang ke kantor Gubernur Sumut, Bobby Nasution, untuk meminta bantuan. Mereka menunjukkan rasa putus asa dengan sujud dan menangis histeris di halaman kantor gubernur.
Dalam video tersebut, terlihat pasangan tersebut berusaha mendekati poster Gubernur Bobby Nasution sambil menangis dan memohon bantuan. Mereka mengatakan bahwa anak mereka sedang terbaring di rumah sakit dan biaya pengobatan sangat besar.
Permintaan Bantuan yang Menyentuh Hati
Pasangan suami istri itu menyampaikan bahwa biaya pengobatan anaknya mencapai ratusan juta rupiah. Mereka juga mengungkapkan bahwa rumah mereka telah digadaikan karena tidak mampu membayar biaya pengobatan.
“Pak bantu kami, anak kami terbaring di Rumah Sakit Mitra Medika, biaya terlalu besar saya tidak punya uang, rumah sudah kami gadai,” teriaknya dalam video yang beredar.
Sambil bersujud, perempuan paruh baya itu menceritakan bahwa anaknya ditikam oleh seseorang yang tidak dikenal. Ia juga menjelaskan bahwa biaya pengobatannya mencapai Rp 180 juta, yang membuat keluarga tidak sanggup membayarnya.
Peran Timses Bobby Nasution
Dalam video tersebut, terdengar suara orang yang merekam, yaitu timses Bobby Nasution saat pilkada. Orang tersebut memohon kepada Bobby Nasution agar membantu keluarga tersebut.
“Saya mohon pak Bobby, tolong dibantu. Mereka adalah orang yang tidak mampu, mereka penerima BPJS gratis. Saya timses bapak dulu, tolong dibantu pak,” ucapnya.
Penjelasan dari Kepala Dinkes Sumut
Menanggapi kejadian ini, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut Faisal Hasrimy menjelaskan bahwa Pemprov Sumut telah berupaya memberikan bantuan kepada keluarga pasien.
Menurut Faisal, pasien merupakan korban tusukan benda tajam yang dirawat di RS Mitra Medika Premiere Medan. Tim Dinkes Sumut telah turun langsung ke rumah sakit untuk membantu keluarga pasien memperoleh keringanan biaya.
Faisal menjelaskan bahwa pasien awalnya datang ke RS Pertamina Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, pada 31 Mei 2026 dengan kondisi mengalami luka tusuk akibat benda tajam. Setelah mendapatkan penanganan awal, dokter jaga menyarankan agar pasien dirujuk ke rumah sakit di Medan karena membutuhkan penanganan spesialis.
Masalah Biaya Pengobatan
Namun, RS Mitra Medika Premiere tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sehingga seluruh biaya pengobatan menjadi tanggungan pasien. Sejak awal, keluarga pasien sudah diberi penjelasan bahwa rumah sakit yang dipilih tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan estimasi biaya pengobatan cukup besar.
Setelah melakukan komunikasi dengan pihak rumah sakit, Dinkes Sumut berhasil mendapatkan potongan biaya pengobatan. Total tagihan sebesar Rp147 juta berkurang menjadi Rp129,574 juta. Keluarga pasien juga telah melakukan deposit sebesar Rp45 juta, sehingga sisa tagihan menjadi Rp84,574 juta.
Solusi dan Edukasi
Selain memberikan potongan biaya, pihak rumah sakit juga memberikan kelonggaran waktu pembayaran hingga 10 Juni 2026. Faisal menegaskan bahwa kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang telah dijamin pemerintah melalui program UHC dan Probis Sumut Berkah.
Dinkes Sumut telah memberikan penjelasan dan edukasi kepada keluarga pasien terkait mekanisme layanan Universal Health Coverage (UHC) dan Program Berobat Gratis (Probis) Sumut Berkah. Faisal mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program tersebut agar tidak terbebani biaya pengobatan.





