Kunjungan Menteri Perumahan Rakyat ke Bangkalan
Kunjungan Menteri Perumahan Rakyat, Maruarar Sirait, ke wilayah Bangkalan, Jawa Timur, menjadi momen penting bagi masyarakat setempat. Kehadiran beliau langsung mengunjungi rumah pasangan tuna wicara yang tinggal di Kampung Kesek Timur, Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang. Rumah tersebut sebelumnya belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH).
Kondisi Rumah yang Sangat Memprihatinkan
Rumah Mohammad Sahril, seorang pekerja serabutan, memiliki kondisi yang sangat memprihatinkan. Hanya terdiri dari kamar tidur dan dapur berdinding seng serta beralas tanah. Kamar mandi juga terletak di belakang dapur, dengan akses yang tidak layak. Selain itu, genteng rumah mulai rusak dan bocor saat hujan lebat, serta pencahayaan yang kurang memadai.
Kondisi ini membuat Sahril dan isterinya merasa sangat senang ketika mendapat bantuan melalui program BSPS 2026. Dalam kunjungan tersebut, Menteri Maruarar Sirait meninjau langsung kondisi rumah tersebut dan menyatakan bahwa rumah tersebut akan dibangun baru karena tidak layak huni.
Penanganan Rumah Tidak Layak Huni
Rumah Sahril masuk dalam kategori penanganan “Bangun Baru” dalam program BSPS Provinsi Jawa Timur 2026. Hasil verifikasi dari Kementerian Perumahan Rakyat menyebutkan bahwa rumah Sahril tidak memiliki pondasi, kolom kayu rapuh, ring balok tidak kokoh, dan rangka atap rapuh. Selain itu, lantai rumah masih beralaskan tanah, sehingga sangat memperihatinkan.
Selain rumah Sahril, Menteri Maruarar Sirait juga mengecek kondisi rumah tetangganya, Nadin, yang memiliki empat orang anak dan isteri menderita stroke. Rumah Nadin juga akan dibangun baru melalui Program BSBS.
Peningkatan Alokasi Anggaran untuk BSPS 2026
Peningkatan alokasi anggaran untuk program BSPS 2026 mencapai 692 persen dibandingkan tahun 2025. Sebelumnya, alokasi hanya sebanyak 4.165 unit, namun pada tahun 2026, jumlahnya meningkat menjadi 33.000 unit. Peningkatan ini merupakan hasil perjuangan beberapa anggota DPR RI, seperti H Syafiuddin dan Hj Ansari.
Maruarar menjelaskan bahwa alokasi anggaran tahun 2026 mencakup Alokasi Wilayah Pedesaan sebanyak 15.818 unit, Alokasi Wilayah Pesisir sebanyak 6.329 unit, dan Alokasi Wilayah Perkotaan sebanyak 2.329 unit. Anggaran sebesar Rp 10 triliun disetujui oleh Pak Said dan teman-teman komisi V, dengan 80 persen lebih dialokasikan untuk bedah rumah rakyat.
Target Program 3 Tuta Rumah Rakyat
Menteri Maruarar Sirait berharap kerja sama semua lini dapat terwujud agar program 3 Tuta Rumah Rakyat bisa tercapai. Hal ini dilakukan melalui pembentukan kementerian baru, yakni Kementerian Perumahan Rakyat.
Setelah dari Bangkalan, Kementerian Perumahan Rakyat akan bertolak ke Balikpapan, lanjut ke Lampung, Brebes, dan bertemu dengan kepala daerah untuk melakukan program bedah rumah serta KUR perumahan di Jawa Tengah, Lampung, dan Kaltim.
Peran Anggota DPR RI dalam Pengembangan Infrastruktur
Anggota Komisi V DPR RI, H Syafiuddin, mengapresiasi kunjungan Menteri Perumahan Rakyat ke Madura. Ia menyatakan bahwa jarang Menteri Perumahan turun ke pelosok seperti Madura. Namun, di bawah kepemimpinan Menteri Maruarar Sirait, beliau datang langsung untuk melihat calon penerima manfaat.
Ia berharap good will pemerintah pusat dapat ditindaklanjuti dengan rencana strategis, termasuk pembangunan Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan, Pelabuhan MIS-C di Socah, serta Indonesian Islamic Science Park milik Pemprov Jatim yang belum terwujud di Kabupaten Bangkalan.






