Persebaya Surabaya akan menghadapi laga penting melawan Dewa United dalam pekan ke-19 Super League 2025/2026. Laga ini akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (1/2/2026) malam WIB. Pertandingan ini menjadi momen krusial bagi Green Force untuk memperkuat posisi mereka di papan klasemen.
Performa Persebaya Surabaya yang Mengesankan
Konsistensi Persebaya Surabaya dalam beberapa pertandingan terakhir memberikan optimisme kepada para pendukung. Mereka berhasil meraih empat kemenangan beruntun dengan skor yang menunjukkan dominasi. Beberapa hasil kemenangan yang mencolok antara lain:
Menundukkan Persijap Jepara dengan skor 4-0
Mengalahkan Madura United 1-0
Memetik kemenangan atas Malut United 2-1
Mengalahkan PSIM Yogyakarta dengan skor 3-0
Hanya satu gol yang tercipta dari lini belakang Persebaya Surabaya, hal ini menunjukkan solidnya pertahanan tim. Efektivitas serangan dan konsistensi pertahanan menjadi modal utama untuk menjaga tren positif.
Kekuatan Dewa United yang Tidak Bisa Diabaikan
Dewa United bukan lawan yang mudah. Tim asuhan Alexis Messidoro sedang dalam kondisi percaya diri tinggi setelah meraih dua kemenangan beruntun. Mereka baru saja mengalahkan Persijap Jepara dengan skor 4-0 dan menundukkan Arema FC 2-0. Hasil ini menegaskan bahwa mereka siap memberikan perlawanan sengit.
Rekor pertemuan antara Persebaya Surabaya dan Dewa United tidak sepenuhnya menguntungkan Green Force. Bahkan, Dewa United pernah mencuri kemenangan telak 3-0 di kandang Persebaya pada musim 2024/2025. Hal ini membuat laga nanti diprediksi berlangsung sangat ketat dan penuh tensi.
Perbedaan Filosofi Bermain
Persebaya Surabaya di bawah arahan Bernardo Tavares dikenal dengan gaya reaktif dan disiplin, sedangkan Dewa United lebih mengedepankan sepak bola ofensif berbasis penguasaan bola. Perbedaan filosofi ini bisa memicu duel-duel keras di lapangan. Situasi ini membuat peran wasit menjadi sorotan utama, terutama karena pengalaman sebelumnya yang menunjukkan kecenderungan tegas.
Wasit yang Dikenal Tegas
Laga Persebaya Surabaya vs Dewa United akan dipimpin oleh Nendi Rohaendi, wasit asal Bandung. Ia dikenal tegas dan tidak ragu mengeluarkan kartu kepada pemain. Statistik kepemimpinan Nendi Rohaendi di Super League 2025/2026 menunjukkan bahwa ia sering mengeluarkan kartu kuning dan merah. Dari tujuh pertandingan, ia telah mengeluarkan 24 kartu kuning dan lima kartu merah.
Pengalaman buruk Persebaya Surabaya dengan Nendi Rohaendi juga masih melekat. Saat menghadapi Persik Kediri pada pekan ke-12, laga berakhir imbang 1-1 dengan satu kartu merah untuk pemain Persebaya Surabaya. Francisco Rivera, gelandang asing Persebaya Surabaya, menerima kartu merah langsung karena pelanggaran violent conduct.
Tekanan Tinggi dan Harapan Adil
Tekanan dalam laga ini sangat besar karena kedua tim sama-sama mengincar kemenangan. Kesalahan kecil berpotensi berujung pada kartu yang bisa mengubah jalannya pertandingan. Pendukung Persebaya Surabaya berharap laga berjalan adil tanpa kontroversi yang merugikan tim kesayangan mereka.
Di tengah tensi tinggi dan wasit yang dikenal tegas, setiap keputusan akan berada di bawah pengawasan publik. Pertandingan ini bukan sekadar soal tiga poin, tetapi juga pembuktian konsistensi Persebaya Surabaya di papan atas.







