Jokowi Tetap Jadi Magnet dalam Dinamika Politik Indonesia
Pengamat politik NTT, Yohanes Jimmy Nami menyampaikan bahwa sosok Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih menjadi magnet dalam dinamika politik di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam sebuah podcast yang digelar oleh Pos Kupang pada Jumat, 05/06/2026. Dalam diskusi tersebut, Jimmy berbicara bersama Sekretaris DPW PSI Provinsi NTT dan Ketua Fraksi PSI DPRD Provinsi NTT, Junaidin Mahasan.
Menurut Jimmy, hampir semua isu politik di Indonesia saat ini selalu dikaitkan dengan Jokowi. Hal ini menunjukkan bahwa resonansi politik terhadap Jokowi masih cukup kuat. Ia menjelaskan bahwa Jokowi memiliki aktor-aktor kuat di lingkaran kekuasaan Indonesia saat ini. Pertama, Gibran Rakabuming Raka, yang menjabat sebagai Wakil Presiden, serta Kaesang Pangarep, yang memimpin struktur partai politik.
Jika kita mengibaratkan dua aktor ini sebagai kutub kekuasaan, maka perlu adanya penopang. Misalnya, Utara dan Selatan, karena kedua kutub ini memiliki bidang kerja politik yang berbeda. Oleh karena itu, diperlukan penguatan dari aspek lain, seperti lingkungan. Dalam kajian politik, lingkungan ini merujuk pada kelompok-kelompok masyarakat atau komunitas-komunitas yang perlu dihidupkan kembali.
Jokowi juga menjadi aktor ketiga dalam ideologi politik keluarga Jokowi. Ia tidak bisa dilepaskan dari peran Jokowi dalam dua posisi politik tersebut. Menurut Jimmy, tugas sekarang adalah bagaimana lingkungan di luar tiga kutub ini dapat ikut menopang aktivitas politik dari tiga kekuatan tersebut.
Jokowi Turun ke Lapangan untuk Mengisi Gap
Jimmy menambahkan bahwa kehadiran Jokowi di lapangan bertujuan untuk menghidupkan kembali sel-sel politik yang selama ini perlu dinavigasi kembali. Meskipun Gibran dan Kaesang adalah anak biologis dan ideologis Jokowi, mereka bukan Jokowi sendiri. Pandangan orang terhadap dua orang ini berbeda dengan pandangan terhadap Jokowi. Di sinilah gap yang harus diisi oleh Jokowi.
“Kenapa Jokowi harus turun? Untuk mengisi gap itu,” ujarnya.
Kehadiran Jokowi di seluruh daerah di Indonesia akan memberikan pesan politik yang kuat bahwa akan ada warisan politik yang diturunkan kepada Gibran dan Kaesang setelah Jokowi. Pesan ini sangat penting karena Jokowi telah membangun sel-sel politik tersebut selama ini.
Partai Lain Juga Melakukan Hal Serupa
Dalam peta politik Indonesia, Jimmy menegaskan bahwa hal ini tidak hanya dilakukan oleh Jokowi tetapi juga oleh partai-partai politik lain yang memiliki track mirip, seperti PDIP, Demokrat, maupun partai lain. Namun, menurutnya, magnet yang dimiliki Jokowi lebih kuat dibandingkan partai lain, sehingga sorotan media dan lain-lain tidak cukup gamblang menjelaskan hal itu.
Peran Jokowi dalam PSI
Sekretaris DPW PSI Provinsi NTT, Ketua Fraksi PSI DPRD Provinsi NTT, Junaidin Mahasan menyampaikan bahwa apapun dinamika perpolitikan di Republik ini, jika berkaitan dengan sosok Jokowi pasti heboh. Ia menjelaskan bahwa rencana kunjungan Jokowi ke NTT bukanlah tiba-tiba, melainkan sudah direncanakan jauh sebelumnya.
Dalam kongres PSI di Solo tahun lalu, Jokowi menyampaikan bahwa beliau siap mendukung dan bekerja untuk PSI. Hal ini diperkuat lagi dalam rakernas PSI bulan Januari 2026 di Makassar, di mana Jokowi menyatakan siap total untuk memenangkan PSI. Bahkan, ia menyampaikan bahwa akan keliling ke 38 provinsi, bahkan ke kabupaten dan kecamatan.
Bagi Junaidin, hal ini merupakan hal yang luar biasa dan bagus karena Jokowi adalah patron bagi PSI. Ia juga menjelaskan bahwa kehadiran Jokowi ke NTT sudah disampaikan baik melalui media maupun tempat-tempat lain. Tujuannya adalah untuk menemui relawan dan kader-kader PSI di daerah. Jika ada tokoh-tokoh yang merindukan kehadiran Jokowi, mereka juga akan ditemui.
Alasan Pemilihan NTT sebagai Daerah Kunjungan
Junaidin menjelaskan bahwa alasan pemilihan NTT sebagai salah satu provinsi yang akan dikunjungi Jokowi adalah karena mayoritas masyarakat NTT mencintai Jokowi. Pada pemilu 2014, persentase masyarakat NTT yang memilih Jokowi mencapai sekitar 65,9 persen. Sementara pada pemilu 2019, angka ini meningkat menjadi 80,57 persen, atau naik sebesar 22,7 persen. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat NTT sangat mencintai Jokowi.
Selama ini, banyak masyarakat NTT yang berkunjung ke rumah Jokowi di Solo. Kini, saatnya Jokowi yang mengunjungi masyarakat NTT. Junaidin menegaskan bahwa NTT dipilih karena undangan dari kader-kader PSI di NTT. Jika ada relawan yang juga mengundang, mereka bisa bersama-sama nantinya.
Jadwal Kedatangan Jokowi
Menurut Junaidin, ada tiga provinsi yang akan dikunjungi Jokowi, yaitu Lampung, NTT, dan Jawa Barat. Di akhir Juni ini, Jokowi akan ke Lampung. Namun, jadwal pasti apakah NTT yang didahulukan atau Lampung belum diketahui. Yang jelas, Jokowi akan datang ke tiga provinsi tersebut.






