Perjalanan Aisha Aurum untuk Masuk Sekolah Negeri di Singapura
Perjalanan seorang anak artis yang ingin masuk ke sekolah dasar negeri di Singapura menarik perhatian banyak orang. Proses penerimaan siswa baru di sekolah-sekolah negeri di Singapura tidaklah mudah, bahkan bisa disamakan dengan seleksi masuk perguruan tinggi. Salah satu contohnya adalah Aisha Aurum, putri dari penyanyi Denada.
Aisha harus melewati berbagai rintangan sebelum akhirnya berhasil diterima di salah satu SD negeri di Singapura. Ia sempat gagal dua kali sebelum akhirnya lolos pada percobaan ketiganya. Denada mengungkapkan bahwa proses ini sangat ketat dan melibatkan ribuan peserta.
“Dia nyoba sekali, gagal. Kedua kali, gagal lagi,” ujar Denada dalam sebuah wawancara. “Yang ketiga, Alhamdulillah masuk tahun lalu.”
Denada menjelaskan bahwa ujian masuk SD negeri di Singapura tidak mudah. Seleksi dilakukan secara ketat, dengan ribuan peserta yang turut mendaftar. Proses ini mirip dengan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) di Indonesia.
Sebelum mencoba masuk ke sekolah negeri, Aisha sempat menempuh pendidikan di sekolah internasional pada 2021 setelah dokter memberikan izin untuk kembali sekolah pasca-pengobatan. Namun, biaya pendidikan di sekolah internasional sangat mahal, sehingga Denada merasa berat.
“Mahal banget, itu aku udah kayak putus asa,” ucapnya. “Jadi waktu itu sempet keteteran banget, sampai aku bilang ‘Ya Allah gimana caranya, kayaknya susah.’”
Kini, setelah berhasil masuk sekolah negeri, Denada merasa lebih lega. Selain karena kualitas pendidikan yang baik, biaya sekolahnya juga jauh lebih terjangkau. Untuk warga negara Singapura, biayanya hanya 1 dollar Singapura per bulan, sedangkan bagi warga asing, biayanya sekitar 560 dollar Singapura per bulan.
Keputusan untuk tetap tinggal dan sekolah di Singapura bukan tanpa alasan. Aisha masih harus menjalani kontrol rutin pasca pengobatan kanker yang pernah dideritanya. Aisha diketahui mengidap leukemia sejak usia 5,5 tahun. Sejak saat itu, Denada membawanya ke Singapura untuk menjalani pengobatan intensif. Meski telah menyelesaikan tahap akhir kemoterapi pada 2022, Aisha masih dalam tahap remisi—fase pemantauan sebelum bisa dinyatakan sebagai penyintas kanker (survivor).
Proses Masuk Sekolah Negeri di Singapura
Proses masuk ke sekolah negeri di Singapura memang dikenal cukup kompleks. Berdasarkan informasi dari situs resmi Kementerian Pendidikan Singapura, sistem seleksi ini dikenal dengan sebutan The Admissions Exercise for International Students (AEIS). Sebelum bisa mendaftar, calon siswa wajib mengikuti Cambridge English Qualifications (CEQ), sebuah tes yang dikelola oleh Cambridge Assessment English (CAE).
Nilai CEQ yang diperoleh harus memenuhi syarat Cambridge English Scale (CES) dan menjadi salah satu dokumen yang dilampirkan saat pendaftaran. Tak hanya itu, siswa juga harus melalui beberapa tahapan ujian lainnya sebelum bisa diterima di sekolah negeri.

Profesi Baru Denada sebagai Instruktur Zumba
Di sisi lain, Denada menceritakan profesi barunya sebagai instruktur zumba. Ternyata, Denada telah melakoni sebagai instruktur zumba selama empat tahun belakangan. Momen awal ini terjadi saat pandemi menyerang dunia pada 2020 silam.
Waktu itu, Denada sedang menemani sang anak, Aisyah, berobat ke Singapura untuk menyembuhkan penyakit leukimia. “Waktu itu pandemi aku gak bisa kerja sebagai penyanyi. Akses antar negara dari Singapura ditutup, mau tidak mau aku harus putar otak agar dapat uang,” kata Denada.
Denada harus memilih pekerjaan yang selaras dengan bakat dan kemampuannya, agar ia bisa dapat pemasukan dengan cepat. Akhirnya, anak dari mendiang Emilia Contesa ini memutuskan untuk mendaftarkan diri menjadi instruktur zumba.
“Waktu itu mikir aku melakukan pekerjaan yang dibidang aku suka olahraga dan favorit zumba. Olahraga dengan musik, happy happy, joget, dan ada entertaining banget,” ucap wanita berusia 46 tahun itu.
“Terus masuk kelas agar dapat sertifikasi. Akhirnya aku dapat dan langsung lah buka kelas zumba anak-anak secara online biar langsung dapat uang,” tambahnya.
Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan pun masih ingat berapa bayaran yang ia dapatkan, saat membuka kelas zumba buat anak-anak secara online, yang diikuti oleh anak dari berbagai dunia termasuk Indonesia. “Waktu itu aku ingat nya per member atau per orang itu Rp 35 ribu bayarnya,” ungkapnya.
Karena kelasnya ramai diikuti anak-anak, mantan istri Jerry Aurum ini pun mengambil sertifikat untuk bisa mengajar kelas dewasa. Alhasil, setiap Sabtu dan Minggu dirinya full mengajar zumba.
“Jadi dari Singapura mengajar zumba secara daring aja. Alhamdulillah dapat banyak kesempatan dari sini walaupun orang tua sempat mempertanyakan ke aku, yakin atau tidak karena memulai dari nol,” jelasnya.
“Cuma aku meminta doa ke almarhumah ibu aku, supaya bisa berjalan lancar. Dan alhamdulillah sampai sekarang,” tambahnya.
Denada mengakui keberhasilannya menjadi instruktur zumba semua berkat doa dari mendiang ibunya, dan juga karena doa dari sang anak, Aisyah.
“Ya itu semua pertolongan allah sampai akhirnya punya studio olahraga di Jakarta Selatan. Ya sekarang kerjaanku musisi dan instruktur zumba,” ujar Denada.






