Persebaya Surabaya Kembali Aktif di Bursa Transfer
Persebaya Surabaya kembali aktif dalam bursa transfer menjelang penutupan jendela musim 2025/2026. Klub yang berbasis di Surabaya ini dikabarkan sedang mempertimbangkan beberapa nama pemain baru untuk memperkuat skuadnya. Salah satu yang menjadi incaran adalah Riyan Ardiansyah, winger dari Malut United, yang dianggap mampu memberikan kedalaman di sektor sayap.
Pemain Baru untuk Kedalaman Skuad
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menyatakan bahwa tambahan pemain baru sangat penting untuk menjaga keseimbangan skuad mengingat jadwal kompetisi yang padat. Ia menilai bahwa kehadiran pemain baru akan membantu tim dalam menghadapi tekanan kompetisi.
Rumor kepindahan Riyan Ardiansyah ke Persebaya semakin mengemuka setelah akun @emosijiwakucom mengunggah ucapan selamat datang kepada pemain tersebut. Unggahan itu langsung memantik spekulasi bahwa Riyan akan segera bergabung dengan Bajol Ijo.
Riyan Ardiansyah lahir pada 14 Mei 1996 di Pati, Jawa Tengah. Di usia 29 tahun, ia dianggap berada dalam fase matang untuk berkompetisi di level tertinggi Super League. Dengan tinggi badan 1,74 meter, Riyan memiliki keseimbangan ideal antara kecepatan, kelincahan, dan kekuatan duel. Ia bisa bermain di posisi sayap kanan, sayap kiri, hingga bek kanan.
Fleksibilitas ini menjadi nilai tambah besar bagi pelatih yang mengandalkan rotasi pemain. Kaki dominan kanannya membuatnya nyaman melakukan cut inside maupun mengirim umpan silang akurat. Karakteristik tersebut sesuai dengan gaya permainan Persebaya yang mengandalkan kecepatan sayap dan transisi cepat.
Saat ini, Riyan masih tercatat sebagai pemain Malut United. Ia bergabung dengan klub asal Maluku Utara itu pada Juli 2025 dan masih terikat kontrak aktif. Nilai pasarnya berada di kisaran Rp 1,74 miliar, angka yang realistis untuk pemain lokal berpengalaman. Angka tersebut mencerminkan konsistensi performa dan jam terbangnya.
Sepanjang karier profesionalnya, Riyan telah mencatatkan 124 pertandingan dengan torehan 12 gol dan 6 assist. Kontribusi ini menunjukkan peran pentingnya sebagai winger. Menit bermainnya mencapai 6.205 menit, bukti bahwa ia bukan sekadar pelapis, melainkan bagian inti tim.
Dari sisi disiplin, Riyan mencatat 17 kartu kuning, satu kartu kuning kedua, dan satu kartu merah. Statistik ini menunjukkan gaya bermain agresif namun masih dalam batas wajar. Sebelum bergabung dengan Malut United, Riyan sempat membela PSIS Semarang. Pengalaman bersama PSIS membentuk mental bertandingnya di laga besar.
Profil Riyan dinilai sejalan dengan kebutuhan Persebaya yang masih membuka opsi merekrut pemain baru. Tavares menilai tambahan tenaga di sektor sayap akan memberi keseimbangan skuad. Jika transfer ini terealisasi, Riyan berpotensi menambah kedalaman tim di sektor kanan. Fleksibilitas posisinya bisa menjadi solusi instan di tengah padatnya jadwal.
Bagi Persebaya, kehadiran pemain berpengalaman seperti Riyan memberi keseimbangan antara pemain muda dan senior. Adaptasinya diprediksi berjalan cepat karena sudah lama merumput di Super League. Sementara bagi Riyan, bergabung dengan Persebaya akan menjadi tantangan baru. Atmosfer Gelora Bung Tomo dan ekspektasi Bonek akan menguji mental serta konsistensinya.
Persebaya Juga Lirik Ramadhan Sananta
Selain Riyan, Persebaya juga dikaitkan dengan Ramadhan Sananta. Striker timnas Indonesia itu dianggap sebagai solusi atas kebutuhan Bajol Ijo di lini depan. Sananta pernah bekerja sama dengan Tavares di PSM Makassar. Saat itu, ia mencetak 11 gol dalam semusim, menunjukkan ketajamannya sebagai targetman.
Persebaya saat ini tidak memiliki striker lokal murni setelah melepas Rizky Dwi. Bruno Paraiba menjadi satu-satunya striker asing yang diandalkan. Tavares sempat menurunkan Malik Risaldi sebagai striker darurat, tetapi ia lebih cocok bermain di sayap. Paulo Gali juga sesekali dimainkan lebih ofensif.
Dengan jadwal padat, kedalaman skuad menjadi faktor krusial. Kehadiran Sananta bisa memberi opsi tambahan di lini depan. Rumor ini semakin kuat setelah beberapa media lokal mengaitkan nama Sananta dengan Persebaya.
Tavares menegaskan pentingnya memiliki targetman sejati. “Kami harus memiliki rencana yang baik. Dan berusaha untuk tidak melakukan banyak kesalahan,” katanya. Sananta dinilai cocok dengan gaya permainan Persebaya yang mengandalkan transisi cepat.
Jika bergabung, ia bisa menjadi tandem ideal bagi Bruno Paraiba. Selain itu, kehadiran Sananta akan memberi variasi serangan bagi Bajol Ijo. Persebaya berharap bisa segera menemukan striker lokal yang sesuai kebutuhan. Dengan kombinasi pemain baru dan opsi darurat, Bajol Ijo tetap optimistis menghadapi sisa musim.
Rumor transfer ini menambah dinamika bursa Super League yang semakin panas menjelang penutupan.







