Kegiatan Sosialisasi Bahaya Listrik untuk Masyarakat Umum di SMP Kristen Tomohon
PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi melalui PLN UP2B Sistem Minahasa mengadakan kegiatan sosialisasi bahaya listrik untuk masyarakat umum. Kegiatan ini berlangsung di SMP Kristen Tomohon, pada Kamis (21/5/2026). Acara ini diikuti oleh 60 siswa dan 10 guru, menjadi wujud peran PLN dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila melalui edukasi keselamatan ketenagalistrikan, kepedulian terhadap masyarakat, serta upaya membangun generasi muda yang sadar, peduli, dan bertanggung jawab terhadap keselamatan di lingkungan sekitarnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menyediakan edukasi yang tidak hanya mengenalkan manfaat listrik bagi kehidupan sehari-hari, tetapi juga membangun kesadaran terhadap potensi bahaya listrik apabila digunakan tanpa memperhatikan aspek keselamatan. Melalui pendekatan edukatif dan interaktif, peserta diajak memahami pentingnya menjaga diri, lingkungan, serta fasilitas ketenagalistrikan yang ada di sekitar masyarakat.
General Manager PLN UIP3B Sulawesi, Fermi Trafianto, menyampaikan bahwa edukasi keselamatan listrik kepada generasi muda adalah langkah penting dalam membentuk budaya peduli keselamatan di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa listrik memiliki peran besar dalam mendukung pendidikan, kesehatan, komunikasi, dan berbagai aktivitas masyarakat. Namun, di balik manfaat tersebut, terdapat potensi risiko apabila penggunaannya tidak dilakukan dengan aman.
“Karena itu, PLN terus mendorong edukasi keselamatan ketenagalistrikan, termasuk kepada para pelajar, agar sejak dini mereka memahami cara menggunakan listrik dengan bijak dan aman,” ujar Fermi.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai proses tenaga listrik, mulai dari pembangkitan, penyaluran melalui jaringan transmisi tegangan tinggi, hingga distribusi listrik ke rumah-rumah dan fasilitas masyarakat. Materi ini disampaikan untuk memberikan gambaran kepada siswa bahwa listrik yang digunakan setiap hari melalui proses panjang dan membutuhkan dukungan bersama dalam menjaga keandalannya.
Selain itu, PLN juga memberikan edukasi mengenai berbagai potensi bahaya listrik dan langkah-langkah pencegahannya. Para siswa diimbau untuk tidak bermain layang-layang di dekat jaringan listrik, tidak memanjat tower maupun tiang listrik, tidak beraktivitas terlalu dekat dengan jaringan transmisi, tidak menyentuh peralatan listrik dengan tangan basah, serta selalu menjaga jarak aman dari instalasi ketenagalistrikan.
Fermi menambahkan bahwa keselamatan ketenagalistrikan merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, peran guru, siswa, orang tua, dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dari risiko kecelakaan listrik.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi bekal pengetahuan bagi para siswa untuk lebih peduli terhadap keselamatan, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan sekitar. PLN juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut menjaga aset ketenagalistrikan agar pasokan listrik tetap andal dan aman bagi semua,” tambah Fermi.
Kepala Sekolah SMP Kristen Tomohon, Johny Roring, S.Pd., M.Pd.K, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan sosialisasi yang diberikan PLN kepada para siswa dan guru. Menurutnya, edukasi mengenai bahaya listrik sangat penting untuk menambah wawasan peserta didik, terutama karena listrik telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas belajar maupun kehidupan sehari-hari.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada PLN yang telah hadir memberikan edukasi keselamatan listrik kepada siswa dan guru SMP Kristen Tomohon. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman praktis kepada anak-anak tentang cara menggunakan listrik dengan aman serta menghindari aktivitas yang berisiko di sekitar jaringan listrik,” ujar Johny.
Johny juga berharap pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan ini dapat diterapkan oleh para siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi pengguna listrik yang bijak, tetapi juga dapat ikut menyampaikan pesan keselamatan kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Para guru dan siswa SMP Kristen Tomohon tampak antusias mengikuti kegiatan yang dikemas melalui pemaparan materi, diskusi, serta edukasi visual terkait keselamatan ketenagalistrikan. Interaksi aktif peserta menunjukkan tingginya perhatian terhadap pentingnya memahami bahaya listrik dan cara pencegahannya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, PLN UIP3B Sulawesi berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya listrik semakin meningkat, khususnya di kalangan pelajar sebagai generasi penerus. Edukasi keselamatan ini diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan yang aman, peduli keselamatan, serta terhindar dari risiko kecelakaan listrik.







