Pemimpin DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, kini menjadi perhatian publik setelah menyampaikan sikap penolakan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah aksi demonstrasi yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Resah Brawijaya (Amarah Brawijaya). Demonstrasi dengan tema Indonesia Gawat Darurat (IGD) berlangsung di depan Gedung DPRD Kota Malang. Aksi ini diikuti oleh ratusan mahasiswa yang sebelumnya melakukan long march dari Universitas Brawijaya menuju Balai Kota dan Gedung DPRD.
Amithya, yang juga merupakan anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), secara terbuka menyatakan penolakannya terhadap program MBG. Pernyataannya ini langsung mendapat perhatian karena disampaikan di hadapan massa yang sedang menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah pusat.
Selain itu, ia turut serta dalam dialog langsung dengan para peserta aksi. Dalam dialog tersebut, Amithya mengaku memahami keluhan yang disampaikan oleh mahasiswa. Ia bahkan menyampaikan permohonan maaf atas ketidakpuasan terhadap beberapa program pemerintah, termasuk MBG. “Kami mohon maaf atas keresahan mahasiswa sekalian, atas beberapa program dari pemerintah yang kurang sempurna. Kami bersama para mahasiswa, kami sampaikan kami menolak MBG,” ujarnya.
Latar Belakang Profil Amithya Ratnanggani Sirraduhita
Nama Amithya Ratnanggani Sirraduhita kini dikenal sebagai Ketua DPRD Kota Malang. Namun sebelum terjun ke dunia politik, ia lebih dulu berkarier sebagai guru Sekolah Dasar (SD) di Kota Malang selama satu tahun. Pengalaman ini menjadi bagian awal perjalanan hidupnya sebelum akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan dunia politik.
Amithya lulus dari Fakultas Sastra, Jurusan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Malang (UM). Pendidikannya diselesaikan dalam waktu sekitar 3,5 tahun. Selama masa kuliah, kemampuan komunikasi dan pemahamannya terhadap masyarakat mulai berkembang.
Perjalanan politiknya dimulai pada tahun 2012 ketika ia menjadi tenaga ahli anggota DPR RI di Senayan, Jakarta. Meski belum terlibat langsung dalam politik praktis, pengalaman bekerja di lingkungan parlemen nasional memberinya banyak pembelajaran tentang sistem politik dan pemerintahan. Ia mengakui bahwa pengalaman ini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran sebelum akhirnya terjun langsung sebagai politisi.
Keluarga dan Pengaruh Politik
Amithya bukan sosok asing dalam dunia politik. Ia adalah anak dari pasangan Sirmadji dan Sri Rahayu, dua tokoh yang aktif dalam dunia politik. Sejak kecil, ia telah melihat bagaimana kedua orangtuanya menjalankan aktivitas politik dan pengabdian kepada masyarakat. Lingkungan keluarga ini secara perlahan membentuk pemahamannya mengenai politik dan kepemimpinan.
Bagi Amithya, politik bukan sesuatu yang asing dalam kehidupan sehari-hari. Dari keluarganya, ia belajar tentang tanggung jawab, amanah, serta pentingnya moral dan etika dalam memimpin. Ibu kandungnya, Sri Rahayu, sering memberikan pesan-pesan penting kepadanya, terutama agar tetap menjaga integritas dalam menjalankan jabatan publik.
Kepemimpinan dan Tujuan
Meski kini menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Malang, Amithya mengaku tidak pernah memiliki ambisi besar terhadap jabatan politik tertentu. Baginya, yang terpenting adalah bekerja maksimal dan menjalankan amanah dengan baik. Ia lebih memilih fokus pada apa yang bisa dikerjakan daripada mengejar target politik pribadi.
Sebagai seorang pemimpin, Amithya selalu menjunjung nilai-nilai kejujuran dan transparansi. Ia percaya bahwa tugas utama seorang pejabat adalah memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja yang cukup luas, ia yakin dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun Kota Malang yang lebih baik.






