Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    733 Penari Remo Menghiasi Balai Kota Surabaya, Angka Ikonik HJKS Ke-733

    3 Juni 2026

    Naskah Khutbah Jumat 29 Mei 2026: 4 Amalan Penting Zulhijah dan Setelah Idul Adha

    3 Juni 2026

    Rencana Alun-Alun Kepanjen Rp300 M Picu Kontroversi, Plt Ketua DPRD Malang Minta Pembahasan Segera

    3 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 3 Juni 2026
    Trending
    • 733 Penari Remo Menghiasi Balai Kota Surabaya, Angka Ikonik HJKS Ke-733
    • Naskah Khutbah Jumat 29 Mei 2026: 4 Amalan Penting Zulhijah dan Setelah Idul Adha
    • Rencana Alun-Alun Kepanjen Rp300 M Picu Kontroversi, Plt Ketua DPRD Malang Minta Pembahasan Segera
    • Satu Keluarga Tewas di Temanggung, Hobi BBQ Jadi Sorotan
    • 9 tanda maag parah yang tidak boleh diabaikan!
    • 8 Kebiasaan Pagi yang Mengubah Hidup Anda dalam 60 Hari
    • Saige Luncurkan Pabrik Kedua di Karawang, Perkenalkan Lima Motor Listrik Baru di Indonesia
    • Jadwal Kapal Pelni Voyage 10: Jakarta-Bitung via Surabaya-Ambon-Ternate 2-15 Juni
    • Sutradara Pesta Babi Buka-bukaan Soal Pendanaan Film
    • Imam soroti ketidaksesuaian kebijakan FIFA menjelang Piala Dunia 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Malang Raya»Sejarah Candi Sumbernanas: Jejak Budaya Jawa Tengah ke Timur

    Sejarah Candi Sumbernanas: Jejak Budaya Jawa Tengah ke Timur

    adm_imradm_imr30 April 20265 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Sejarah dan Keunikan Candi Sumbernanas di Blitar

    Candi Sumbernanas, yang terletak di Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, merupakan salah satu situs bersejarah yang menyimpan jejak peralihan budaya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Meski kini hanya tersisa reruntuhan, candi ini memiliki nilai arkeologis dan historis yang sangat tinggi.

    Asal Usul Nama: Sumbernanas dan Candi Bubrah

    Candi ini memiliki dua nama yang cukup dikenal oleh masyarakat sekitar, yaitu Candi Sumbernanas dan Candi Bubrah. Nama “Sumbernanas” berasal dari lokasi candi yang berada di kawasan perkebunan nanas. Sementara itu, istilah “Bubrah” berasal dari bahasa Jawa yang berarti runtuh atau hancur. Penamaan tersebut menggambarkan kondisi candi saat pertama kali ditemukan.

    Ditemukan Akibat Letusan Gunung Kelud

    Sejarah penemuan Candi Sumbernanas cukup unik. Candi ini ditemukan pada tahun 1919 akibat tanah longsor yang dipicu oleh letusan Gunung Kelud. Saat ditemukan, kondisi bangunan sudah tidak utuh. Batu-batu penyusunnya berserakan, dan yang tersisa hanya bagian fondasi serta kaki candi. Sedangkan struktur penting seperti sumuran di bagian tengah dan susunan bata dasar bangunan masih dapat terlihat hingga kini.

    Struktur Bangunan dan Tata Letak

    Candi Sumbernanas merupakan kompleks percandian yang terdiri dari satu candi induk dan tiga candi perwara (pendamping) di bagian depan. Kompleks candi ini juga dilengkapi pagar keliling, yang menunjukkan bahwa area tersebut dulunya merupakan kawasan suci. Bagian candi yang tersisa saat ini hanya berupa fondasi dengan ukuran sekitar 7,2 x 7,4 meter. Pintu masuk candi diketahui berada di sisi barat. Di bagian tengah terdapat ruang berbentuk persegi dengan ukuran sekitar 2,5 x 2,5 meter yang berfungsi sebagai sumuran candi dan diduga berkaitan dengan aktivitas ritual. Selain itu, ditemukan pula pahatan angka tahun 1271 Saka (1349 M) di atas pintu masuk bilik candi, meskipun bagian dalamnya kini sudah kosong.

    Corak Hindu dan Temuan Arkeologis

    Berdasarkan berbagai temuan arkeologis di sekitarnya, Candi Sumbernanas diketahui berlatar belakang agama Hindu. Pada candi ini ditemukan sejumlah arca seperti Siwa Mahadewa, Brahma, Agastya, hingga Siwa Mahakala, serta benda-benda ritual seperti lingga, yoni, dan peripih. Temuan tersebut menunjukkan bahwa candi ini dulunya berfungsi sebagai tempat pemujaan. Selain itu, terdapat pula arca Siwa Gajasura dan berbagai fragmen arsitektur lainnya yang semakin menguatkan nilai religius situs ini. Untuk menjaga kelestariannya, sebagian besar arca peninggalan tersebut kini telah dipindahkan dan disimpan di Museum Penataran, Blitar.

    Jejak Peralihan Budaya Jawa Tengah ke Jawa Timur

    Dilihat dari gaya arsitekturnya, Candi Sumbernanas memiliki keunikan tersendiri. Bentuk bangunannya menunjukkan kemiripan dengan candi-candi di Jawa Tengah, namun juga mengandung unsur peralihan menuju gaya Jawa Timur. Tidak diketahui secara pasti kapan Candi Sumbernanas dibangun dan siapa yang mendirikannya. Namun, para ahli memperkirakan candi ini dibangun pada sekitar abad ke-10 hingga ke-11 Masehi. Pendapat ini diperkuat oleh kajian arkeologis yang menyebutkan adanya peralihan gaya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Dengan demikian, Candi Sumbernanas tidak hanya menjadi peninggalan sejarah, tetapi juga bukti penting perkembangan arsitektur candi di Jawa pada masa transisi.

    Kondisi Saat Ini dan Nilai Sejarah

    Hingga kini, kondisi Candi Sumbernanas masih berupa reruntuhan dan belum dapat direkonstruksi secara utuh karena keterbatasan material asli. Meski demikian, situs ini tetap menjadi bukti penting perkembangan arsitektur dan keagamaan pada masa lampau. Keberadaannya mencerminkan masa transisi budaya serta memperkaya khazanah sejarah di Blitar. Sebagai salah satu warisan budaya, Candi Sumbernanas perlu terus dijaga dan dilestarikan agar nilai sejarahnya tetap dapat dipelajari oleh generasi mendatang.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Rencana Alun-Alun Kepanjen Rp300 M Picu Kontroversi, Plt Ketua DPRD Malang Minta Pembahasan Segera

    By adm_imr3 Juni 20261 Views

    Mulai Rp 10 Ribu, 5 Bakso Enak Dekat Alun-Alun Pasuruan yang Bikin Nagih

    By adm_imr3 Juni 20262 Views

    Berita Arema FC Terkini: Rifad Marasabessy Mundur, Dalberto Beri Komentar Soal Kota Malang

    By adm_imr2 Juni 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    733 Penari Remo Menghiasi Balai Kota Surabaya, Angka Ikonik HJKS Ke-733

    3 Juni 2026

    Naskah Khutbah Jumat 29 Mei 2026: 4 Amalan Penting Zulhijah dan Setelah Idul Adha

    3 Juni 2026

    Rencana Alun-Alun Kepanjen Rp300 M Picu Kontroversi, Plt Ketua DPRD Malang Minta Pembahasan Segera

    3 Juni 2026

    Satu Keluarga Tewas di Temanggung, Hobi BBQ Jadi Sorotan

    3 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?