Persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Kabupaten Kayong Utara
Kabupaten Kayong Utara sedang mempersiapkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan berlangsung mulai 20 hingga 30 April 2026. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat menyatakan bahwa seluruh satuan pendidikan tengah mematangkan persiapan untuk menghadapi tes tersebut. Hal ini dilakukan dengan fokus pada beberapa aspek penting, seperti sosialisasi kepada siswa, pendalaman materi, serta kesiapan infrastruktur digital di masing-masing sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kayong Utara, Jumadi Gading, menjelaskan bahwa persiapan TKA melibatkan berbagai langkah. Sekolah-sekolah sedang sibuk mencetak kartu login peserta, daftar hadir, dan kartu pengawas. Selain itu, mereka juga memastikan akun TKA sekolah, data penanggung jawab, proktor, dan teknisi sudah terisi secara lengkap. Bimbingan intensif dan sosialisasi kepada murid juga dilakukan agar siswa lebih siap menghadapi ujian.
“Tes ini tidak wajib, tidak menentukan kelulusan, dan diselenggarakan berbasis sekolah, baik luring maupun daring sesuai kondisi,” jelas Jumadi. Ia menekankan bahwa pelaksanaan TKA umumnya dilakukan secara daring atau berbasis komputer, namun tetap menyesuaikan kondisi masing-masing sekolah.
Upaya Menciptakan Kesetaraan dalam Pelaksanaan TKA
Pemerintah menekankan pentingnya kesetaraan dalam pelaksanaan TKA, terutama bagi siswa di daerah yang memiliki keterbatasan akses internet. Upaya ini mendorong guru dan pihak sekolah untuk lebih kreatif dalam mencari solusi agar semua siswa tetap bisa mengikuti tes.
Di wilayah kepulauan Karimata, misalnya, siswa tidak dapat mengikuti ujian dari sekolah karena tidak adanya sinyal dari tower provider. Sebagai solusi, pelaksanaan TKA dilakukan di rumah warga yang memiliki akses internet berbasis Starlink. Siswa bahkan harus membeli voucher internet secara mandiri sebelum mengikuti ujian agar dapat terhubung selama pelaksanaan tes.
“Sebagai contoh di daerah kepulauan Karimata, siswa melakukan ujian di rumah warga yang ada sinyal internet starlink, mereka terlebih dahulu membeli vocer internet untuk dapat digunakan. Kebijakan ini diambil sekolah karena sinyal internet dari tower provider tidak ada,” kata Jumadi.
Penyesuaian Waktu dan Ketersediaan Jaringan
Kondisi ini membuat pelaksanaan TKA dilakukan secara bergiliran dengan penyesuaian waktu, menyesuaikan ketersediaan jaringan. Situasi tersebut menjadi gambaran upaya di lapangan dalam memastikan seluruh siswa tetap dapat mengikuti TKA, meskipun di tengah keterbatasan.
Jumadi juga mengimbau para siswa untuk tidak panik dalam menghadapi TKA karena tes ini tidak menentukan kelulusan. Ia meminta siswa tetap fokus pada kejujuran dan mengerjakan soal sesuai kemampuan masing-masing.
Tips untuk Siswa Menghadapi TKA
Selain itu, siswa juga diharapkan memanfaatkan waktu yang ada untuk belajar dan berlatih, serta menjaga kesehatan. “Manfaatkan waktu untuk belajar dan berlatih, serta mendalami materi yang sudah dipelajari. Jaga kesehatan, dan tetap percaya diri saat mengerjakan soal. Kerjakan dengan santai karena tujuan TKA ini untuk memetakan kemampuan, bukan untuk memberikan tekanan,” pungkasnya.







