Penyelidikan Kematian Lula Lahfah Terus Berjalan
Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan terkait kematian Lula Lahfah. Salah satu barang bukti yang ditemukan adalah tabung gas Whip Pink, yang diketahui pernah digunakan oleh korban. Meski telah ditemukan di rumah Lula Lahfah, penyebab pasti kematian belum sepenuhnya terungkap.
Temuan Barang Bukti di Rumah Lula Lahfah
Barang bukti berupa tabung gas Whip Pink benar-benar ditemukan di rumah Lula Lahfah. Dari hasil pemeriksaan laboratorium forensik, ditemukan DNA dan sidik jari Lula Lahfah pada tabung tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa korban pernah menggunakan tabung tersebut sebelum meninggal.
Menurut penuturan asisten rumah tangga (ART) Lula Lahfah, korban pernah sekali menggunakan tabung gas berisi nitrous oxide (N2O). Namun, hingga saat ini belum ada informasi jelas mengenai tujuan penggunaan tabung tersebut.
Lokasi Penemuan Tabung Gas
Berdasarkan fakta di lapangan, tabung gas Whip Pink ditemukan di kamar asisten rumah tangga Lula Lahfah. Pihak kepolisian menyatakan bahwa tabung tersebut sudah dalam kondisi kosong setelah dilakukan pemeriksaan. Selain itu, polisi juga menyita beberapa barang lain seperti obat-obatan pribadi, seprai dengan bercak darah, tisu bekas, vape, serta empat botol cairan.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, Iskandarsyah, menjelaskan bahwa tabung tersebut dibawa oleh A ke dalam apartemen. Dari rekaman CCTV, terlihat bahwa A membawa tabung gas tersebut dalam sebuah kantong. Pihak kepolisian masih mencari tahu asal usul tabung tersebut.
Penyelidikan Lanjutan dan Pengawasan Peredaran
Polisi melanjutkan penyelidikan dengan meminta keterangan dari saksi-saksi terkait penggunaan tabung gas Whip Pink. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Hermanto, mengatakan bahwa pihaknya telah memeriksa beberapa saksi yaitu kawan-kawan terdekat Lula Lahfah.
Meskipun kasus kematian Lula Lahfah dihentikan pada tahap penyelidikan, aparat tetap melakukan pengawasan terhadap peredaran produk yang menjadi perhatian publik. Polisi bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk mencegah potensi penyalahgunaan.
Akun Media Sosial Menghilang
Setelah kasus kematian Lula Lahfah ramai diperbincangkan, akun resmi Whip Pink di media sosial menghilang. Pantauan Tribunnews.com menunjukkan bahwa akun @whippink.co di Instagram, TikTok, dan Facebook tidak dapat ditemukan. Keterangan pada platform menyebutkan bahwa akun tersebut tidak tersedia di Indonesia dan diturunkan atas permintaan hukum dari Kementerian Komunikasi dan Digital.
Namun, situs resmi whippink.com masih aktif. Di halaman awal, terpampang pernyataan penafian (disclaimer) yang menegaskan bahwa produk tersebut hanya diperuntukkan bagi penggunaan kuliner dan melarang keras penghirupan atau bentuk penyalahgunaan lain.
Kontroversi Produk Whip Pink
Doktif dalam podcast Denny Sumargo sempat mempertanyakan konteks produk Whip Pink. Ia merasa ada yang tidak sesuai dengan kemasannya. Menurut Doktif, tutup lancip pada tabung Whip Pink tidak memiliki fungsi yang jelas untuk pembuatan whip cream. Selain itu, promosi Whip Pink menggunakan figur astronot yang tidak relevan dengan dunia kuliner.
Doktif menilai bahwa jika memang diperuntukkan murni untuk kebutuhan dapur, ukuran tabung dan aksesori tambahan tersebut tidak seharusnya dibuat demikian. Ia juga menyoroti konten promosi Whip Pink yang dinilai tidak sesuai dengan target pasar industri kuliner.










