Persebaya Surabaya Menghadapi Tantangan Berat
Milos Raickovic, gelandang asal Montenegro, menyampaikan pesan penuh rasa terima kasih kepada Bonek, suporter Persebaya Surabaya. Pesan tersebut diungkapkan setelah dirinya dipastikan absen membela tim akibat sanksi akumulasi kartu kuning. Milos mengakui bahwa situasi ini sangat sulit, namun ia tetap bersemangat dan percaya pada dukungan yang diberikan oleh Bonek.
Absensi Milos terjadi setelah ia mengumpulkan empat kartu kuning hingga pekan ke-19 Super League 2025/2026. Kartu kuning tersebut diperoleh saat Persebaya Surabaya melawan Dewa United, yang juga menjadi laga yang memastikan ia tidak bisa tampil di pertandingan berikutnya. Meski tidak bisa bermain langsung di lapangan, Milos tetap memberikan dukungan secara mental kepada rekan-rekannya.
Lewat media sosial pribadinya, Milos menulis pesan singkat yang penuh semangat. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan yang terus-menerus diberikan oleh Bonek. “Terima kasih atas dukungan yang luar biasa! Kita melangkah maju bersama!” tulis Milos dengan nada penuh optimisme. Pesan ini menjadi bukti bahwa ia tetap hadir dalam spirit tim meskipun tidak bisa bertanding.
Persebaya Surabaya Harus Beradaptasi
Kehilangan Milos membuat Persebaya Surabaya harus melakukan penyesuaian signifikan menjelang laga pekan ke-20. Tim Green Force akan menghadapi Bali United pada Sabtu (7/2) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali. Namun, situasi semakin rumit karena Persebaya Surabaya juga kehilangan kapten tim, Bruno Moreira. Sama seperti Milos, Bruno harus menjalani sanksi akumulasi kartu kuning yang diperoleh saat melawan Dewa United.
Kehilangan dua pemain inti ini membuat Persebaya Surabaya tampil pincang di laga penting. Dua pilar asing yang selama ini menjadi poros permainan harus absen secara bersamaan. Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengakui bahwa situasi ini jauh dari ideal. Meski demikian, ia memilih fokus pada pemain yang tersedia dan memaksimalkan potensi mereka.
Tavares menilai Bali United tetap menjadi lawan yang berbahaya meski baru saja kalah. “Bali memiliki tim yang bagus. Karena mereka baru saja kalah, saya membayangkan mereka akan bermain sangat keras dan tangguh melawan kita,” ujar Tavares. Ia juga menyebut bahwa faktor kebugaran menjadi perhatian besar bagi tim pelatih. Persebaya Surabaya hanya memiliki waktu lima hari untuk pemulihan sebelum laga, sedangkan Bali United sudah bermain lebih awal dan memiliki waktu pemulihan lebih lama.
Fokus pada Adaptasi dan Kesiapan Mental
Situasi ini membuat persiapan menjadi lebih berat. Tavares tidak menampik kondisi tersebut, tetapi ia menolak larut dalam keluhan. Menurutnya, kehilangan pemain akibat sanksi atau cedera adalah bagian tak terpisahkan dari kompetisi panjang. Ia menekankan pentingnya adaptasi dan percaya bahwa kualitas tim tidak hanya bertumpu pada satu atau dua nama.
Kini fokus utama tim pelatih dialihkan pada pemulihan fisik pemain yang ada. Penyusunan strategi alternatif juga mulai dimatangkan untuk menutup lubang yang ditinggalkan oleh Bruno dan Milos. Beberapa pemain lapis kedua berpeluang mendapat kesempatan lebih besar. Momentum ini sekaligus menjadi ajang pembuktian kedalaman skuad Persebaya Surabaya.
Tavares menekankan pentingnya kesiapan mental dan kolektivitas tim. Ia ingin para pemain tampil tanpa beban meski tekanan pertandingan cukup tinggi. “Tujuan kita sekarang adalah memulihkan pemain dan melihat siapa yang paling siap,” ujar Tavares. Dia menegaskan tim akan berangkat dengan rencana yang jelas dan realistis.
Semangat Juang dan Optimisme
Pelatih berusia 45 tahun itu juga menaruh harapan besar pada semangat juang pemain. Menurut dia, determinasi sering kali menjadi pembeda di laga-laga sulit. “Mari kita persiapkan rencana yang matang untuk mencoba memainkan pertandingan yang hebat di sana,” ucap Tavares. Ia sadar laga di Bali tidak akan mudah bagi siapa pun.
Di tengah segala keterbatasan, pesan Milos Raickovic menjadi penguat moral tersendiri bagi tim dan suporter. Terima kasih Bonek bukan sekadar ucapan, melainkan simbol kebersamaan Persebaya Surabaya menghadapi badai. Persebaya Surabaya kini dituntut membuktikan karakter sebagai tim besar. Dengan atau tanpa pemain inti, semangat kolektif dan dukungan Bonek tetap menjadi napas utama Green Force.







