Pengalaman Menegangkan Rombongan Suporter Arema FC
Rombongan suporter Arema FC yang sedang dalam perjalanan menuju Bandung menghadapi pengalaman menegangkan ketika melintasi ruas Tol Waru pada Kamis malam, 23 April 2026. Insiden tersebut terjadi saat salah satu bus yang membawa Aremania menjadi sasaran pelemparan batu dari arah atas jembatan penyeberangan.
Serangan mendadak itu menyebabkan kaca bagian belakang bus pecah, memicu kepanikan di dalam kendaraan yang tengah melaju. Situasi di dalam bus langsung berubah mencekam. Para penumpang yang awalnya dalam suasana penuh semangat mendukung tim kesayangan, mendadak harus berusaha menyelamatkan diri dari serpihan kaca yang berhamburan.
Beberapa di antara mereka bahkan memilih turun dari bus untuk menghindari risiko lebih lanjut. Salah satu suporter yang berada di lokasi, Ambon, mengungkapkan bahwa serangan tersebut terjadi secara tiba-tiba tanpa peringatan. Ia menyebutkan bahwa lemparan tidak hanya berupa batu, tetapi juga disertai petasan dan pecahan botol yang diarahkan ke kendaraan.
Akibat serangan tersebut, sebagian suporter turun dari bus dan mencoba mengejar pelaku. Namun, pelaku diduga hanya melakukan aksi dari atas jembatan tanpa berani turun ke bawah. Sementara itu, penumpang lain berupaya membersihkan serpihan kaca serta menutup bagian jendela yang pecah menggunakan kain atau bendera yang mereka bawa.
Tidak hanya rombongan suporter Arema FC, sebuah bus penumpang umum jurusan Surabaya–Jember juga menjadi korban dalam kejadian tersebut. Bus tersebut dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian kaca depan akibat lemparan yang sama, menunjukkan bahwa aksi tersebut tidak hanya menyasar satu kendaraan.
Dugaan sementara menyebutkan bahwa pelaku merupakan oknum suporter dari Persebaya Surabaya atau Bonek. Hal ini dikaitkan dengan lokasi kejadian yang berada di wilayah sekitar Surabaya, yang dikenal sebagai basis suporter tersebut, serta adanya rivalitas panjang antara kedua kelompok suporter.
Akibat insiden ini, beberapa suporter mengalami luka ringan akibat terkena serpihan kaca. Sementara itu, kerusakan pada bus terutama terjadi pada bagian kaca belakang yang pecah. Selain itu, kerugian juga dialami oleh bus penumpang lain yang turut menjadi korban.
Meski sempat dihantui rasa takut dan ketegangan, rombongan suporter akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan setelah kondisi dinilai aman. Mereka tetap berangkat menuju Bandung untuk memberikan dukungan langsung dalam pertandingan melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Rombongan suporter diketahui terdiri dari beberapa bus, namun saat kejadian, hanya sebagian yang berada di lokasi serangan karena jarak antarbus tidak berdekatan. Hal ini membuat tidak semua kendaraan dalam rombongan terdampak langsung oleh insiden tersebut.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya menjaga keamanan dan sportivitas dalam dunia sepak bola. Dukungan terhadap tim seharusnya menjadi ajang mempererat persaudaraan, bukan justru memicu aksi kekerasan yang membahayakan banyak pihak.
Fakta-Fakta Terkait Insiden
- Waktu dan Lokasi: Insiden terjadi pada Kamis malam, 23 April 2026, saat rombongan suporter Arema FC sedang dalam perjalanan menuju Bandung.
- Jenis Serangan: Pelemparan batu, petasan, dan pecahan botol dari atas jembatan penyeberangan.
- Korban: Beberapa suporter mengalami luka ringan akibat serpihan kaca.
- Kerusakan Kendaraan: Kaca belakang bus Arema FC pecah, dan bus penumpang umum jurusan Surabaya–Jember juga mengalami kerusakan.
- Pelaku Diduga: Oknum suporter Persebaya Surabaya atau Bonek, yang diperkirakan melakukan aksi dari atas jembatan.
- Tindakan Lanjutan: Meskipun mengalami kejadian menegangkan, rombongan suporter tetap melanjutkan perjalanan setelah dinilai aman.






